Semua orang pasti memiliki rasa takut, dan pernah menghadapi berbagai jenis ketakutan dalam hidup. Rasa takut juga tidak selalu berkaitan dengan hantu atau tempat gelap. Beberapa situasi terkadang juga dapat membuat kita merasa takut. Misalnya, takut berbicara di depan kelas, takut gagal dalam ujian, takut mencoba sesuatu yang baru, dan lain sebagainya.
Rasa takut selalu dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Ketakutan yang terlalu besar memang dapat melumpuhkan tindakan seseorang. Orang yang ketakutan akan membayangkan segala macam hasil dan skenario yang sebagian besar negatif.
Tapi rasa takut juga tidak selalu berarti buruk. Perasaan tersebut merupakan salah satu naluri manusia yang juga berguna untuk bertahan hidup. Tanpa rasa takut, mungkin kita akan menerjang semua yang ada di depan tanpa memikirkan risiko dan dampak akhirnya.
Dilansir dari adventurecollection.com, berikut kami ulas manfaat rasa takut yang ada di dalam diri.
Advertisement
Membuat Anda tetap Aman
Manfaat rasa takut yang pertama adalah membuat kita tetap merasa aman. Ketakutan bertindak sebagai alarm bahaya internal. Hal itu akan memaksa kita untuk bertindak dan membantu membuat keputusan yang bijaksana.
Tanpa rasa takut, kita mungkin tidak akan hidup lama karena tidak akan menyadari atau peduli dengan ancaman yang ada di sekitar kita. Tanpa rasa takut, seseorang mungkin akan memacu mobilnya melintasi jalan yang sibuk dan tidak mampu bereaksi ketika menyadari ada sebuah mobil sedang melaju ke arahnya.
Saat merasa takut, tubuh akan bereaksi secara fisik sehingga kita dapat menangani bahaya, yang juga dikenal sebagai respons melawan-atau-lari. Tanpa respons rasa takut ini, kita tidak akan memiliki energi, fokus, kecepatan, atau kekuatan untuk melawan atau melarikan diri saat berada dalam bahaya.
Membakar Kalori
Manfaat rasa takut yang kedua adalah untuk membantu membakar kalori. Percaya atau tidak, perasaan takut akan membakar lebih banyak kalori daripada saat kita tidak merasa takut.
Saat denyut nadi bertambah cepat, tubuh akan mengalami lonjakan adrenalin. Metabolisme meningkat pesat dan mulai membakar gula dan lemak. Jantung juga mulai berdetak lebih cepat untuk mendapatkan sumber daya ke otot.
Dalam sebuah penelitian, ahli fisiologi di London's University of Westminster menemukan bahwa saat subjek menonton film horor, mereka membakar rata-rata 113 kalori, yang hampir setara dengan aktivitas berjalan kaki selama setengah jam.
Advertisement
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Manfaat rasa takut yang ketiga yaitu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dalam studi pada 2009 di Universitas Coventry, Inggris, partisipan diberikan tontonan berupa film horor. Sampel darah dari peserta penelitian diambil sebelum dan sesudah menonton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons ketakutan fisiologis menyebabkan penonton film mengalami peningkatan sel darah putih yang aktif, di mana ini adalah jenis sel yang memungkinkan kita melawan penyakit dan memperbaiki tubuh. Jumlah sel darah putih yang kita miliki merupakan penanda kekuatan sistem kekebalan.
Memberi Perasaan Bangga
Manfaat rasa takut yang keempat yaitu membuat diri merasa mampu dan bangga. Saat merasa takut, tubuh tidak hanya melepaskan adrenalin, tetapi juga bahan kimia lain, seperti dopamin, endorfin, oksitosin, dan serotonin. Dan serotonin, khususnya, akan membantu otak Anda bekerja lebih efisien.
Otak sangat membutuhkan tantangan baru. Dan setiap kali menghadapi tantangan dan berhasil mengatasinya, kita akan merasa mampu dan bangga. Kegembiraan alami dan biologis ini sering kali berlangsung lebih lama daripada waktu yang kita habiskan untuk merasa takut. Itulah sebabnya kita merasa sangat hebat sesudahnya.
Advertisement
Membantu Mengelola Stres
Manfaat rasa takut yang kelima adalah membantu mengelola stres dan membuat tubuh rileks. Stres muncul didasarkan pada rasa takut. Kita pasti pernah merasa khawatir segala sesuatunya tidak akan berjalan dengan baik.
Secara fisik, ketika berada di bawah tekanan, tubuh dan otak akan dibombardir dengan adrenalin dan dopamin, sehingga akan mempercepat detak jantung dan tekanan darah. Kemudian, hal ini akan membanjiri otot dengan oksigen untuk mempersiapkan kita untuk bertarung atau lari.
Semburan opioid alami yang dilepaskan dari otak membuat "suara" yang ada di kepala akan memudar, dan dapat membuat tubuh merasa sangat tenang.
Membantu Fokus
Memikirkan tentang hasil di masa depan dari sesuatu yang tidak diketahui sudah cukup untuk membuat kita takut. Jika merasa khawatir atau cemas tentang hal itu, kita dapat memanfaatkan rasa takut tersebut untuk membuat fokus pada pekerjaan atau perencanaan yang perlu dilakukan.
Sementara adrenalin yang dilepaskan akan memperingatkan sistem saraf untuk bersiap, hormon lainnya, yaitu norepinefrin, juga akan dilepaskan untuk membuat tetap fokus, dan tidak panik. Norepinefrin akan membantu menjernihkan pikiran saat stres, itulah sebabnya ia digunakan dalam banyak antidepresan.
Meningkatkan Sosialisasi
Manfaat rasa takut yang terakhir yaitu dapat meningkatkan kesadaran sosialisasi seseorang. Saat merasa takut, oksitosin akan dilepaskan, yaitu hormon yang berkaitan dengan perilaku prososial.
Oksitosin membuat kita mencari kenyamanan pada orang lain. Naluri bertahan hidup otak adalah berpasangan dengan manusia lain untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. Contoh yang paling sederhana adalah ketika kita berkerumun ketika sedang menonton film horror.