Kenang Masa Sulit, Azis Gagap Ungkap Pekerjaannya Sebelum Jadi Komedian

Azis Gagap sempat mengejutkan publik setelah memutuskan mundur dari program Opera van Java yang membesarkan namanya pada akhir Maret lalu.

Miftahul Arifin
Oleh Miftahul Arifin - Reporter
Kenang Masa Sulit, Azis Gagap Ungkap Pekerjaannya Sebelum Jadi Komedian
Azis Gagap. ©2020 Merdeka.com/YouTube Gagap Official

Pecinta dunia hiburan Tanah Air tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok Azis Gagap. Pelawak kelahiran Jakarta, 22 Desember 1973 ini mengawali kariernya sebagai komedian melalui panggung lenong.

Azis Gagap sempat mengejutkan publik setelah memutuskan mundur dari program Opera van Java yang membesarkan namanya pada akhir Maret lalu.

Meski tak lagi tampil di televisi, Azis masih menghibur para penggemarnya lewat kanal Youtubenya. Baru-baru ini, Azis membagikan ceritanya saat harus menjalani masa-masa sulit di sebuah video yang berjudul Curhat perjuangan hidup bareng Deny Cagur.

Pernah Tidak Punya Uang Sama Sekali

Dalam video tersebut, Azis mengaku jika Ia pernah mengalami titik terendah dalam hidup.  Pemilik nama asli Muhammad Azis ini bahkan sempat tidak memiliki uang sama sekali.

"Ane pernah ngalamin waktu anak ane pertama, umur 6 tahun, ane nggak megang duit sama sekali. Bini nggak masak. Dulu memelihara ikan cupang kan, nggak laku. Mau minta mertua malu, mau minta orang tua malu, anak nangis yang nomor satu," ujar Azis.

Pernah Cari Rongsokan

Dalam pembicaraannya bersama Denny Cagur ini, Azis menceritakan pekerjaannya sebelum menjadi seorang komedian. Ia mengaku sampai harus bekerja mencari barang rongsokan demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kan ane dulu nyari barang rongsokan ke kontrakan-kontrakan," ucap Azis.

Benerin TV Rusak dan Dijual Lagi

Salah satu barang yang dicari Azis adalah barang elektronik seperti televisi. Ia menceritakan bagaimana caranya mendapatkan uang dari menjual televisi bekas.

"Kadang-kadang ada TV mati, kita bayarin, walaupun nggak ada duit. Mati tuh, ane bayarin yak, pura-pura. Ane bawa, service Rp 15.000. Ane jual lagi, di kontrakan yang nggak punya TV, laku Rp 75.000, dapet duit," cerita Azis.

Kerja Serabutan

Azis mengaku harus menjalani pekerjaan ini karena pendapatannya dari panggung lenong tak seberapa sehingga tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.

"Begitu aja dulu pekerjaannya, serabutan. Kalau lenong kan susah, cuma malam minggu, sama yang hajatan doang. Paling dapet lima ribu, sepuluh ribu lima belas ribu udah," ucap Azis.

Rekomendasi