Setiap orang pasti pernah mengalami cegukan. Kondisi ini adalah hasil dari kontraksi otot diafragma yang berulang dan tidak terkendali. Diafragma sendiri merupakan otot yang berada tepat di bawah paru-paru.
Diafragma berfungsi untuk mengatur pernapasan. Saat diafragma berkontraksi, paru-paru mengambil oksigen. Saat diafragma rileks, paru-paru melepaskan karbon dioksida.
Diafragma yang tidak sengaja berkontraksi akan jadi penyebab cegukan. Setiap kejang diafragma membuat laring dan pita suara menutup secara tiba-tiba. Ini menghasilkan aliran udara yang tiba-tiba menuju ke paru-paru. Kemudian tubuh bereaksi dengan menciptakan suara cegukan yang khas.
Cegukan bisa dialami oleh siapa saja, tak terkecuali orang dewasa. Dilansir dari Healthline, berikut penyebab cegukan pada orang dewasa beserta cara untuk meredakannya.
Advertisement
Penyebab Cegukan pada Orang Dewasa
Banyak penyebab cegukan pada orang dewasa yang telah diidentifikasi. Tetapi, masih belum ada penyebab yang pasti. Cegukan kerap muncul dan hilang tanpa alasan yang jelas.
Penyebab cegukan pada orang dewasa yang muncul dalam jangka pendek bisa terjadi karena:
• makan berlebihan
• makan makanan pedas
• mengonsumsi alkohol
• minum minuman berkarbonasi, seperti soda
• mengonsumsi makanan yang sangat panas atau sangat dingin
• perubahan suhu udara yang tiba-tiba
• menelan udara sambil mengunyah permen karet
• rasa gembira atau stres emosional
• aerophagia (menelan terlalu banyak udara)
Cegukan yang berlangsung lebih lama dari 48 jam dikategorikan berdasarkan jenis iritasi yang menyebabkan kondisi tersebut.
Advertisement
Saraf Diafragma
Sebagian besar penyebab cegukan pada orang dewasa yang persisten, bisa disebabkan karena adanya cedera atau iritasi pada saraf vagus atau frenikus. Saraf vagus dan frenikus merupakan saraf yang mengendalikan pergerakan diafragma. Saraf ini dapat dipengaruhi oleh:
• iritasi gendang telinga, yang mungkin disebabkan oleh benda asing
• iritasi atau sakit tenggorokan
• gondok (pembesaran kelenjar tiroid)
• gastroesophageal reflux
• tumor atau kista kerongkongan
Penyebab cegukan pada orang dewasa lainnya juga bisa terjadi karena sistem saraf pusat (SSP). SSP terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Jika SSP rusak, tubuh Anda juga dapat kehilangan kemampuan untuk mengendalikan cegukan.
Kerusakan SSP yang menjadi penyebab cegukan pada orang dewasa secara persisten meliputi:
• stroke
• multiple sclerosis (penyakit saraf degeneratif kronis)
• tumor
• meningitis dan ensefalitis (infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan di otak)
• trauma kepala atau cedera otak
• hydrocephalus (akumulasi cairan di otak)
• neurosifilis dan infeksi otak lainnya
Advertisement
Penyebab Cegukan Jadi Lama
Penyebab cegukan pada orang dewasa yang berlangsung lama juga bisa dikarenakan oleh:
- terlalu sering mengonsumsi alkohol
- penggunaan tembakau
- reaksi anestesi setelah operasi
- karena obat tertentu, termasuk barbiturat, steroid, dan obat penenang
- diabetes
- ketidakseimbangan elektrolit
- gagal ginjal
- malformasi arteri-vena (suatu kondisi di mana arteri dan vena tersangkut di otak)
- perawatan kanker dan kemoterapi
- penyakit Parkinson (penyakit otak degeneratif)
Terkadang, prosedur medis secara tidak sengaja juga dapat menyebabkan cegukan dalam jangka panjang. Prosedur ini digunakan untuk mengobati atau mendiagnosis kondisi lain, seperti:
- menggunakan kateter untuk mengakses otot jantung
- penempatan stent esofagus untuk menopang pembukaan kerongkongan
- bronkoskopi (saat alat digunakan untuk melihat ke dalam paru-paru)
- trakeostomi (pembuatan lubang bedah di leher untuk memungkinkan pernapasan di sekitar obstruksi jalan napas).
Advertisement
Cara Meredakan Cegukan
Pada umumnya, cegukan bukanlah kondisi darurat, atau yang dapat dikhawatirkan. Namun, jika kondisi ini terjadi berkepanjangan, Anda tentu menjadi tidak nyaman dan akan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Anda bisa menghubungi dokter jika mengalami cegukan lebih dari dua hari. Dokter dapat menentukan tingkat keparahan cegukan sehubungan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan dan kondisi lainnya.
Ada banyak pilihan untuk meredakan cegukan. Biasanya, kasus cegukan jangka pendek dapat reda dengan sendirinya. Rasa tidak nyaman mungkin akan membuat waktu menunggu cegukan menjadi tak tertahankan, apalagi jika cegukan bertahan lebih dari beberapa menit.
Meskipun tidak satu pun dari cara ini terbukti dapat menghentikan cegukan, pengobatan tradisional untuk cegukan berikut ini dapat dicoba di rumah:
- Bernapas ke dalam kantong kertas.
- Makanlah satu sendok teh gula pasir.
- Tahan nafas.
- Minum segelas air dingin.
- Menarik lidah.
- Angkat uvula Anda dengan sendok. Uvula adalah potongan jaringan berdaging yang menggantung di atas bagian belakang tenggorokan.
- Coba untuk megap-megap secara sengaja atau bersendawa.
- Bawa lutut ke dada dan pertahankan posisi ini.
- Cobalah manuver Valsava, dengan menutup mulut dan hidung dan menghembuskan napas dengan paksa.
- Rileks dan bernapas dengan lambat.
Advertisement
Cegukan yang Lama
Jika Anda masih mengalami cegukan setelah 48 jam, bicarakan dengan dokter. Dokter mungkin mencoba lavage lambung (memompa perut) atau pijat sinus karotis (menggosok arteri karotis utama di leher).
Jika penyebab cegukan tidak jelas, dokter dapat merekomendasikan sebuah tes. Hal ini dapat membantu mendeteksi penyakit atau kondisi yang mendasarinya.
Tes-tes berikut ini akan berguna dalam menentukan penyebab cegukan yang persisten atau yang tidak terselesaikan:
- tes darah untuk mengidentifikasi tanda-tanda infeksi, diabetes, atau penyakit ginjal,
- tes fungsi hati,
- pencitraan diafragma dengan sinar-X di dada, CT scan, atau MRI
- ekokardiogram untuk menilai fungsi jantung,
- endoskopi, yang menggunakan tabung tipis dengan kamera di ujungnya untuk menyelidiki kerongkongan, tenggorokan, lambung, dan usus,
- bronkoskopi, yang menggunakan tabung tipis dan terang dengan kamera di ujungnya untuk memeriksa paru-paru dan saluran udara.
Advertisement
Obat Cegukan
Mengobati setiap penyebab yang mendasari cegukan biasanya dapat meredakannya. Jika cegukan persisten tidak memiliki penyebab cegukan yang jelas, ada beberapa obat anti cegukan yang mungkin akan diresepkan.
Obat yang umum digunakan meliputi:
• chlorpromazine dan haloperidol (obat antipsikotik)
• benzodiazepines (kelas obat penenang)
• benadryl (antihistamin)
• metoclopramide (obat mual)
• baclofen (pelemas otot)
• nifedipine (obat tekanan darah)
• obat kejang, seperti gabapentin
Ada juga opsi yang lebih invasif, yang dapat digunakan untuk mengakhiri cegukan yang ekstrem, yaitu:
• intubasi nasogastrik (memasukkan selang melalui hidung ke perut),
• injeksi anestesi untuk memblokir saraf frenikus,
• implantasi bedah alat pacu jantung diafragma, perangkat bertenaga baterai yang merangsang diafragma dan mengatur pernapasan.