Penuhi Hak Napi Soal Ilmu Pengetahuan, Pemkot Tangerang Gerakan Literasi di Penjara

Pemerintah Kota Tangerang mengadakan giat literasi di Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Pemuda Kelas II A Tangerang, kegiatan tersebut diharapkan mampu untuk memotivasi para napi agar bisa semangat dalam memenuhi hak-hak informasi dan keilmuan di luar sana.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Penuhi Hak Napi Soal Ilmu Pengetahuan, Pemkot Tangerang Gerakan Literasi di Penjara
Literasi di lapas pemuda Tangerang. https://www.tangerangkota.go.id/ ©2020 Merdeka.com

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD), punya cara unik untuk membangun semangat keilmuan para narapidana di wilayahnya. Yaitu dengan melaksanakan kegiatan literasi buku dari dalam penjara. Tujuannya untuk memenuhi hak-hak kebutuhan informasi selama berada di dalam lapas.

Dikutip dari laman resmi Kota Tangerang, Kepala DPAD Kota Tangerang, Sayuti, menjelaskan, jika program yang dilaksanakan di Lapas Pemuda Kelas II, Kota Tangerang beberapa waktu lalu itu, nantinya akan terus digiatkan. Agenda ini akan dilaksanakan secara rutin ke lapas-lapas di Kota Tangerang.

Diharapkan dari kegiatan tersebut bisa memupuk semangat membaca dari para penghuni di berbagai lembaga pemasyarakatan di Kota Tangerang.

Mobil Perpusling

Dalam kegiatannya, DPAD tidak hanya meminjamkan berbagai jenis buku, tetapi juga menghadirkan mobil perpustakaan keliling. Bukan tanpa alasan, tujuannya guna menambah referensi bahan bacaan bagi para napi.

“Ngak cuma minjemin buku. Kami juga menghadirkan Mobil perpustakaan keliling. Ini kunjungan DPAD kedua, dan akan dirutinkan. Kami juga sedang menjalin hubungan ke lapas-lapas lainnya,” ujar Sayuti

Membagikan Berbagai Bidang Keilmuan

Dari kegiatan tersebut, Sayuti mengungkapkan jika pihaknya telah meminjamkan kurang lebih 200 jenis buku dengan berbagai latar belakang keilmuan. Mulai dari dunia psikologi, agama, sosial, teknik, keterampilan hingga fiksi, sesuai kebutuhan para napi agar informasi mereka selalu ter-update.

“200 buku yang DPAD pinjamkan, nantinya secara berkala tiga bulan sekali akan kami ganti. Sehingga, referensi buku bacaan para napi akan terus update,” katanya.

Kerjasama Lapas dan Pemkot

Sementara itu, menurut Kepala Lapas Pemuda Kelas II A, Achmat Muchlisin, menjelaskan jika saat ini lapas telah memiliki perpustakaan dan koleksi sendiri. Tetapi, koleksi buku di tempatnya masih sangat terbatas, sehingga kegiatan literasi yang dilakukan Pemkot Tangerang sangat membantu para napi.

“Sehingga, kami menyurati DPAD Kota Tangerang untuk menjalin kerjasama. Alhamdulillah, responnya cepat. Ke depan, ini akan menjadi kerjasama rutin,” tutur Achmat.

Bisa Memotivasi Para Napi

Menurut Achmat, kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk memotivasi para napi agar lebih semangat dan ilmu baru dari buku-buku yang dibaca. Ia menambahkan jika tubuh para napi memang tak dapat menjelajahi dunia, tapi melalui buku bacaan, napi bisa mengenal dunia.

Diharapkan, dengan gairah literasi di balik jeruji yang terus digencarkan ini, narapidana tetap mendapatkan motivasi dirinya. Juga, memperkuat ilmu dan keterampilan dirinya.

“Sehingga ke depannya, bisa menjadi bekal, modal dan kekuatan para napi saat kelak mereka menghirup udara luar,” tutup Achmat.

 

Rekomendasi