6 Makanan Pemicu Alzheimer, Perlu Diwaspadai

Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat progresif atau dengan kata lain penyakit ini berkembang secara perlahan yang umumnya ditandai dengan menurunnya daya ingat seseorang. Bahkan tak jarang orang yang terkena penyakit ini juga mengalami penurunan kemampuan berpikir.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
6 Makanan Pemicu Alzheimer, Perlu Diwaspadai
Alzheimer. Gizmag.com

Alzheimer merupakan penyakit yang bersifat progresif atau dengan kata lain penyakit ini berkembang secara perlahan yang umumnya ditandai dengan menurunnya daya ingat seseorang. Bahkan tak jarang orang yang terkena penyakit ini juga mengalami penurunan kemampuan berpikir. Hal tersebut dapat memicu perilaku kesehariannya juga mengalami perubahan.

Jika terus dibiarkan, seiring berjalannya waktu penyakit ini juga dapat merusak jaringan otak penderitanya. Menurut ahli medis, melemahnya sel otak karena Alzheimer disebabkan oleh beberapa faktor seperti gaya hidup, faktor genetik, lingkungan, merokok, depresi, diabetes, hipertensi, obesitas, dan juga pola makan yang sembarangan.

Untuk mencegah risiko mengalami Alzheimer dapat dilakukan dari hal yang paling sederhana yaitu memerhatikan jenis makanan yang kita konsumsi. Berikut 6 makanan pemicu Alzheimer yang perlu diwaspadai dan telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.

1. Makanan Olahan

Makanan yang memicu Alzheimer yang pertama adalah jenis-jenis makanan olahan. Makanan siap saji biasanya mengandung kalori yang tinggi namun rendah nutrisi.

Inilah salah satu faktor yang dapat menurunkan kerja sel otak dan membawa pengaruh negatif yang dapat memicu adanya penyakit seperti Alzheimer. Makanan yang telah dikemas cenderung memiliki gula tinggi dengan tambahan lemak dan garam.

2. Makanan Berminyak

Bagi sebagian orang terutama di Indonesia, pasti setuju jika gorengan menjadi salah satu sajian yang sangat digemari. Selain rasanya yang lezat, harganya juga murah. Namun yang perlu diketahui bahwa makan makanan berminyak tidak baik dan dapat memicu penyakit darah tinggi dan jantung. Sehingga peluang untuk terkena penyakit Alzheimer semakin meningkat.

Kandungan lemak jenuh pada makanan yang berminyak menyebabkan penyempitan pembuluh darah serta risiko penyakit jantung dan stroke. Jadi jangan sembarangan mengonsumsi makanan.

3. Makanan Mengandung Banyak Garam

Makanan pemicu Alzheimer berikutnya adalah makanan yang mengandung banyak garam. Pada orang dewasa takaran konsumsi garam hanya sekitar 6 gram per hari. Namun kebanyakan orang mengonsumsi lebih dari takaran tersebut.

Meskipun garam memang memiliki zat baik namun terdapat pula kandungan yang buruk bila terlalu banyak dikonsumsi, seperti risiko penyakit darah tinggi dan Alzheimer.

4. Makanan Berkarbohidrat Tinggi

Makanan yang memiliki kandungan karbohidrat yang berlebihan juga menjadi salah satu penyebab yang dapat memicu Alzheimer. Mengonsumsi terlalu banyak atau terlalu sering dapat menaikkan gula darah seseorang.

Menurut penelitian, glikemik tinggi yang terdapat pada karbohidrat dapat menurunkan daya memori pada anak bahkan usia dewasa. Efek seperti ini yang sangat merugikan untuk pertumbuhan terutama pada usia anak.

5. Makanan Mengandung MSG

Seperti yang diketahui bahwa hampir setiap olahan makanan mengandung MSG yang merupakan pengawet dan penyedap rasa. Banyak orang yang menggunakannya agar makanan tak terasa hambar

Namun sebenarnya zat ini tidak baik dan dapat meningkatkan Alzheimer. Karena zat-zat yang terkandung dalam MSG dapat menyebabkan kerusakan sel otak sehingga risiko penyakit demensia atau Alzheimer lebih besar.

6. Makanan Banyak Mengandung Gula

Selain makanan yang mengandung MSG, makanan pemicu Alzheimer lainnya adalah makanan yang banyak mengandung gula. Mengonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula dapat menyebabkan meningkatnya Alzheimer.

Tidak hanya itu, kandungan tinggi gula pada darah juga memicu penyakit lain seperti diabetes, jantung, dan demensia. Jadi sebaiknya hindari minum-minuman seperti minuman kaleng, soda, dan lain sebagainya. Terlebih bagi yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Rekomendasi