Siapa yang tidak suka minum jus. Jus adalah minuman menyegarkan yang bisa dibuat dengan berbagai bahan, seperti buah atau sayuran. Meskipun jus menjadi minuman yang banyak diminati, minuman ini juga masih banyak dipertanyakan.
Jika dikaitkan dengan kesehatan, banyak yang memiliki pendapat sendiri. Beberapa berpendapat bahwa minuman ini mengandung terlalu tinggi gula, sementara yang lain berpendapat bahwa minuman ini tetap mengandung nutrisi yang tinggi.
Dibalik keraguan-keraguan tersebut, beberapa jus memang dipercaya memiliki pengaruh terhadap kesehatan. Selain mudah dikonsumsi, minuman jus juga bisa menjadi pilihan minuman sehat ketika Anda bekerja dibandingkan dengan minuman ringan lainnya.
Dilansir dari Healthline, berikut beberapa jenis jus sehat yang bisa temani Anda ketika menjalani work from home.
Advertisement
Jenis jus yang pertama adalah jus cranberry. Cranberry menawarkan banyak manfaat bagi tubuh. Satu cangkir (240 ml) dari jenis jus ini mengandung:
- Kalori: 116
- Protein: 1 gram
- Karbohidrat: 31 gram
- Serat: 0,25 gram
- Gula: 31 gram
- Kalium: 4%
- Vitamin C: 26%
- Vitamin E: 20%
- Vitamin K: 11%
Jus cranberry juga dikenal karena mampu melindungi tubuh terhadap infeksi saluran kemih (ISK). Hal ini didukung oleh sebuah ulasan yang menemukan bahwa meminum jus cranberry dapat menurunkan risiko terkena ISK sebesar 32,5%.
Jus ini juga tinggi antioksidan, seperti anthocyanin, flavonol, procyanidins, dan vitamin C dan E, yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Advertisement
Jenis jus yang kedua adalah jus tomat. Tomat dapat dinikmati sebagai minuman jus yang lezat dan sehat. Satu cangkir (240 ml) jus tomat menyediakan:
- Kalori: 41
- Protein: 2 gram
- Karbohidrat: 9 gram
- Serat: 1 gram
- Gula: 6 gram
- Folat: 12%
- Kalium: 11%
- Vitamin A: 6%
- Vitamin C: 189%
- Vitamin E: 5%
- Vitamin K: 5%
Jus tomat mengandung vitamin C tinggi dan antioksidan kuat yang mendukung penyerapan zat besi dan meningkatkan kesehatan kulit serta kekebalan tubuh. Ini juga merupakan sumber likopen, karotenoid, dan antioksidan, yang mana merupakan senyawa yang memberi warna merah pada tomat.
Likopen dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, jus tomat juga bisa mengandung garam yang sangat tinggi, mineral yang dapat meningkatkan tekanan darah bila dikonsumsi secara berlebihan.
Advertisement
Jenis jus yang ketiga adalah jus bit. Jus bit mulai mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir karena manfaat kesehatan yang dimilikinya. Satu cangkir (240 ml) jus bit menyediakan:
- Kalori: 70
- Protein: 1 gram
- Karbohidrat: 18 gram
- Serat: 1 gram
- Gula: 13 gram
Jus ini juga relatif rendah gula, karena kebanyakan sayuran secara alami lebih rendah gula daripada buah-buahan. Terlebih lagi, buah bit adalah sumber betalain yang baik bagi tubuh. Betalain adalah pigmen yang memberi warna merah pekat pada sayuran. Mereka bertindak sebagai antioksidan kuat, yang berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung, peradangan, dan jenis kanker tertentu.
Jus bit juga tinggi nitrat anorganik, yang telah terbukti meningkatkan kinerja atletik dan menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Namun, perlu diingat bahwa kandungan nitrat anorganik jus bit tergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan sayuran, serta metode pengolahannya.
Advertisement
Jus apel adalah salah satu jenis jus yang paling populer. Ada dua jenis utama yaitu keruh dan jernih. Jus apel yang keruh mengandung pulp, sementara jus apel yang jernih telah menghilangkan pulpnya. Satu porsi (240 ml) jus apel menyediakan:
- Kalori: 114
- Protein: kurang dari 1 gram
- Karbohidrat: 28 gram
- Serat: 0,5 gram
- Gula: 24 gram
- Kalium: 5%
- Vitamin C: 3%
Jus apel adalah sumber potasium, yaitu mineral yang bertindak sebagai elektrolit dan penting untuk saraf dan kesehatan jantung. Selain itu, apel juga mengandung senyawa antioksidan yang tinggi seperti flavonoid dan asam klorogenik, yang dapat membantu menetralkan radikal bebas yang merusak sel.
Advertisement
Jenis jus berikutnya adalah jus prem. Buah prem biasa dijadikan camilan, namun jusnya juga dapat menjadi pilihan yang baik. Satu cangkir (240 ml) jus prem menyediakan:
- Kalori: 182
- Protein: 1,5 gram
- Karbohidrat: 45 gram
- Serat: 2,5 gram
- Gula: 42 gram
- Besi: 17%
- Magnesium: 9%
- Mangan: 17%
- Kalium: 15%
- Vitamin B2: 14%
- Vitamin B3: 13%
- Vitamin B6: 33%
- Vitamin C: 12%
- Vitamin K: 8%
Jus prem kaya akan vitamin B, yang berperan dalam metabolisme, DNA dan produksi sel darah merah, serta kesehatan kulit dan mata.
Selain itu, jus ini juga banyak digunakan sebagai obat untuk sembelit, terutama pada orang yang lebih tua. Kandungan seratnya dapat membantu melunakkan feses dan bertindak sebagai pencahar ringan.
Advertisement
Jenis jus delima telah dikenal karena manfaat nutrisi yang ada di dalamnya. Satu gelas jus delima (240 ml) menyediakan:
- Kalori: 134
- Protein: kurang dari 1 gram
- Karbohidrat: 33 gram
- Serat: 0,25 gram
- Gula: 32 gram
- Kalium: 11%
- Vitamin C: kurang dari 1%
- Vitamin K: 22%
Jus delima juga kaya akan vitamin K yang membantu pembekuan darah, kesehatan jantung, dan perkembangan tulang. Jus ini juga tinggi antioksidan anthocyanin, yang memberi delima warna merah gelap yang khas.
Advertisement
Jus jeruk adalah jenis jus klasik yang ada di seluruh dunia dan terkenal karena khasiat serta rasanya yang lezat. Satu cangkir (240 ml) jus jeruk menyediakan:
- Kalori: 112
- Protein: 2 gram
- Karbohidrat: 26 gram
- Serat: 0,5 gram
- Gula: 21 gram
- Folat: 19%
- Kalium: 11%
- Vitamin C: 138%
Jus jeruk adalah sumber penting vitamin C, antioksidan yang sangat penting untuk kesehatan kulit dan penyerapan zat besi. Jus jeruk juga kaya akan senyawa fenolik, seperti asam sinamat, ferul, dan klorogenik. Senyawa antioksidan ini membantu melawan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan menyebabkan penyakit.
Sebuah penelitian pada 30 orang menemukan bahwa minum jus jeruk setelah makan makanan yang tinggi lemak dan kaya karbohidrat dapat menyebabkan tingkat peradangan secara signifikan menjadi lebih rendah, dibandingkan dengan air minum atau air glukosa. Para peneliti menghubungkan ini dengan antioksidan dalam jus jeruk.