Bekerja memang perlu dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun, tidak semua orang hidup untuk bekerja. Ada juga sebagian dari mereka hidup untuk bersenang-senang. Namun, ketika hidup untuk bekerja dan mendapatkan kesenangan dari bekerja apakah itu baik?
Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Dalam menjalani hidup kita membutuhkan keseimbangan. Bekerja secukupnya, menghibur diri sepantasnya. Kita tidak bisa memacu tubuh kita untuk terus bekerja keras.
Fenomena orang-orang yang bekerja terlalu keras ini kerap terjadi di negara-negara maju, contohnya Jepang. Bekerja keras di negara Jepang adalah sebuah kebiasaan yang sudah menjadi budaya. Ada sebuah fenomena yang bernama Karoshi.
Dilansir dari website businessinsider.sg, fenomena ini dapat mengakibatkan kematian ketika seseorang bekerja terlalu keras. Penyebab kematian pada orang yang bekerja di Jepang pada umumnya adalah karena penyakit. Namun, yang menjadi penyebab utama kematian saat bekerja adalah serangan jantung dan stroke.
Advertisement
Hidup Tidak Sehat
Saat melakukan pekerjaan yang berat dan bekerja terlalu keras, sering seseorang itu lupa untuk memperhatikan kesehatannya, terutama bagi orang yang berusia kurang lebih 40 tahun.
Mereka yang bekerja terlalu keras seringnya tidak memiliki waktu untuk mengonsumsi makanan yang sehat. Mereka berdalih untuk tak ingin waktunya terbuang sia-sia dan efektif untuk melakukan pekerjaan.
Kembali lagi pada fenomena Karoshi yang ada di Jepang. Fenomena tersebut sudah membunuh ribuan orang yang kelelahan atau terkena serangan jantung saat bekerja terlalu keras. Pemerintah Jepang sendiri takut jika fenomena kematian yang diakibatkan bekerja terlalu keras itu tidak bisa dihentikan.
Sekarang fenomena kematian akibat dari bekerja terlalu keras ini sudah melanda China dan Korea Selatan. Dengan begitu timbul sebuah pertanyaan, apakah fenomena ini bisa melanda Indonesia dan bisa menjadi malaikat pencabut nyawa?
Advertisement
Budaya Bekerja
Saat ini bekerja tidak melulu harus di kantor. Pekerjaan bisa dilakukan di mana saja dengan menggunakan laptop. Dengan begitu para pekerja diharuskan duduk dan menatap laptop yang berlangsung berjam-jam lamanya.
Kemudian saat lapar melanda, karena tidak sempat memasak makanan, maka pilihan jatuh kepada masakan cepat saji. Makanan cepat saji juga menjadi salah satu makanan yang tidak sehat jika dikonsumsi secara rutin. Apalagi makanan instan yang banyak menyimpan lemak.
Apalagi sekarang jika ingin memesan makanan dari luar kita dimudahkan dengan fasilitas ojek online. Hanya tinggal duduk saja kemudian tidak lama makanan yang kita pesan datang. Gerak tubuh menjadi sangat minim, hal tersebut juga menjadi penumpukan kalori di dalam tubuh.
Kemudian saat selesai bekerja, kita sering mampir ke coffe shop dengan dalih bersantai malah pada akhirnya memesan makanan atau minuman yang kurang baik bagi tubuh. Apalagi jika ke coffe shop dengan rekan kerja, yang tadinya ingin bersantai malah kembali berdiskusi tentang pekerjaan lagi.
Kunci dari semua adalah keseimbangan. Malas dan tidak melakukan kegiatan apapun kebutuhan hidup kita tidak terpenuhi. Terlalu banyak bekerja dengan tujuan prestasi, kinerja, apalagi posisi juga tidak menjamin kesehatan. Hidup secukupnya, mendapatkan hasil sepantasnya, dan berbahagia.