Raih Cumlaude, Mahasiswa ITB Desain Pemukiman Terapung Tahan Banjir di Jakarta

Senin, 1 Agustus 2022 09:29 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Raih Cumlaude, Mahasiswa ITB Desain Pemukiman Terapung Tahan Banjir di Jakarta Rancangan pemukiman terapung karya mahasiswa ITB. ©2022 Laman resmi ITB/Merdeka.com

Merdeka.com - Mahasiswa jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Isa Tsaqif berhasil merancang pemukiman terapung yang tahan banjir.

Dijelaskan mahasiswa yang karib disapa Isa itu, konsep bangunan pemukiman yang ia buat akan bisa terhindar dari bencana banjir, ditunjang dengan fasilitas pendukungnya.

Desain tersebut merupakan tugas akhir untuk merampungkan studi Arsitektur, dengan predikat Cumlaude.

Menurutnya, ide rancang tersebut datang dari kasus banjir tahunan di Kota Jakarta dengan tema “Cilincing Flood Resilient Housing”.

2 dari 4 halaman

Berangkat dari Isu Jakarta Tenggelam Tahun 2050

rancangan pemukiman terapung karya mahasiswa itb
Mahasiswa Arsitektur ITB, Muhammad Isa Tsaqif  ©2022 Laman resmi ITB/Merdeka.com

Sebagai warga ibu kota, Isa mengaku sadar akan ancaman bencana yang menghantui tempat kelahirannya. Bahkan, isu tenggelamnya Jakarta di tahun 2050 kian menguatkan tekatnya untuk membuat tugas akhir kuliah yang diproyeksi bisa meminimalisir dampak bencana tersebut.

Dari hasil pantauannya, kasus banjir selama ini belum bisa teratasi secara maksimal sehingga dirinya menggali ide untuk memunculkan premis bagaimana penduduk bisa beradaptasi dengan genangan air.

“Banyak bangunan apung yang sebenarnya sudah dibuat, namun selama ini bentuknya masih satuan. Dengan mencoba untuk merealisasikan konsep rumah padat penghuni apung yang lengkap dengan fasilitas penunjang yang juga dapat mengapung di kala banjir, saya berharap dapat memberikan kontribusi perkembangan ilmu arsitektur dan pembangunan ke depannya,” tuturnya, dilansir dari laman resmi ITB, Senin (1/8).

3 dari 4 halaman

Banjir jadi Ancaman Bencana Warga Pesisir

Menurut penelitian yang dikaji Isa, banjir menjadi ancaman serius bagi kota-kota yang berada di daerah pesisir. Bahkan, bencana tersebut juga berpotensi melenyapkan lahan tinggal akibat dari perubahan iklim yang kian mengglobal.

Dari kajian desain yang dibuatnya ini, Isa ingin membuka pikiran masyarakat agar bisa menanggulangi bencana tersebut.

“Dengan modal dan ilmu yang cukup, sebenarnya kita dapat memilih untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Bila kita terapkan adat ini, maka saya yakin hasil kerja saya dapat membantu masyarakat luas dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari,” terangnya.

4 dari 4 halaman

Jadi Tugas Arsitektur Terbaik Tahun 2022

rancangan pemukiman terapung karya mahasiswa itb
©2022 Laman resmi ITB/Merdeka.com

Walau sudah digadang sebagai salah satu Tugas Akhir Arsitektur 2022 terbaik, dengan predikat Cum Laude IPK 3.80, Isa menyampaikan kesadarannya bahwa penelitiannya ini belum sepenuhnya optimal.

“Ya, salah satunya disebabkan karena cukup sulit ketika proses pengerjaan. Karena, preseden serupa masih minim bahkan nyaris tidak ada. Saat itu, saya juga terhalang kendala teknis karena diharuskan untuk mempertimbangkan kemampuan beban apung benda. Saya harus berkonsultasi dengan mahasiswa dari Teknik Kelautan untuk mendapatkannya,” jelasnya. 

Menyadari masih belum seutuhnya sempurna, Isa pun menyampaikan niatnya untuk melanjutkan penelitian ini di masa depan.

“Saya berniat untuk mendalami konsep rumah di lokasi padat penduduk (squatter area) ini, sehingga mereka berpotensi untuk dinaikkan taraf hidupnya,” timpalnya. 

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini