Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Beberkan Fakta Baru soal Lansia Ngaku Imam Mahdi, Lokasi 'Syutingnya' Palsu

Polisi Beberkan Fakta Baru soal Lansia Ngaku Imam Mahdi, Lokasi 'Syutingnya' Palsu Viral Imam Mahdi di Karawang. Instagram @andreli_48 ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian dari Polda Jabar, menindaklanjuti dua lansia yang mengaku sebagai ratu adil dan Imam Mahdi. Dua lansia ini mengaku asal Karawang, Jawa Barat. Karena pengakuan itu, video mereka viral di media sosial. Kini mereka tengah diburu keberadaannya.

Dikonfirmasi Kabidhumas Polda Jabar, Kombes Polisi Ibrahim Tompo di Bandung, Kamis (1/12) kemarin, sejumlah petugas sempat menelusuri lokasi yang disebut sebagai tempat pembuatan video. Sayangnya, polisi tidak mendapati para lansia yang mengaku Imam Mahdi tersebut.

"Ini kami lagi dalami alamat-alamatnya karena alamat itu tidak benar," kata Ibrahim, mengutip ANTARA, Jumat (1/12).

Video Diduga Bernada Provokasi

viral imam mahdi di karawang

Viral lansia ngaku Imam Mahdi di Karawang instagram @andreli_48 ©2022 Merdeka.com

Disampaikan Ibrahim, video yang beredar luas di jagat maya itu diduga sebagai bentuk provokasi. Ini didukung oleh penyebutan nama alamat di Kutatandingan, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, merupakan alamat palsu.

Dari sini, pihaknya masih belum bisa mendeteksi pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan video. Namun, dirinya memastikan jika petugas terus bergerak untuk mendalami dan memburu orang-orang yang terlibat di video.

"Masih didalami, belum terdeteksi," kata Ibrahim.

Dicari Pemkab Karawang

Selain polisi, Pemerintah Kabupaten Karawang (Pemkab) juga tengah mencari kedua lansia dan orang yang terlibat di video viral Imam Mahdi itu di Dusun Cikeruh, RT 28/13, Liosari, Ciampel.

Ientitas lansia sudah diketahui, atas nama Rosid yang merupakan warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Menurut Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, dari hasil pendalaman petugas aparatur Desa Mulyasejati, Roshid berada di Karawang karena menggarap lahan pertanian dan sudah selama kurang lebih empat tahun.

"Saya telah memerintahkan aparat setempat untuk melakukan penelusuran dan pengecekan (rumah tempat merekam video) itu," terang Cellica.

Terus Berkoordinasi

Cellica menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait, agar pembuat video bisa segera ditemukan guna menggali motif dari pernyataannya itu.

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat untuk mencari dan menelisik keberadaan Rosid atas postingannya yang viral itu," tambahnya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar, menyebut masyarakat harus bisa memilih dengan bijak konten-konten yang ingin dinikmati di media sosial.

Menurutnya, masyarakat jangan terpengaruh akan pengakuannya yang menyebut sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil Jawa Barat.

"Saya yakin masyarakat Jawa Barat sudah cerdas dan rasional, jadi tidak akan mudah terpengaruh," kata Rafani.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah video dua lansia yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam tayangan itu, keduanya menyebut bahwa Imam Mahdi sudah turun. Banyaknya bencana, dan penyelesaiannya juga akibat kemunculan Imam Mahdi.

Selain seorang pria paruh baya, ada seorang wanita paruh baya yang memegang bendera berwarna kuning, yang juga terpasang di dinding depan sebuah rumah.

“Saya memberitahukan kepada seluruh masyarakat Jawa barat, khususnya Indonesia umumnya dunia, bahwa ratu adil Imam Mahdi ratu Sunda sudah ada turun di Kutatandingan Karawang. Percaya syukur tidak percaya dunia akan hancur, bahwa Imam Mahdi sudah tiba di Karawang, Kutatandingan,” katanya.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP