Perbedaan Gejala Usus Buntu dan Maag yang Mudah Dikenali, Jangan Anggap Sepele
Merdeka.com - Banyak orang kerap tak bisa membedakan antara penyakit usus buntu dengan maag. Hal ini tak lain karena nyerinya sama-sama berada di bagian perut. Kekeliruan tersebut dapat memicu masalah yang lebih serius. Sebab, penyakit usus buntu harus segera ditangani karena dikhawatirkan akan pecah.
Cara penanganan yang paling efektif biasanya dengan melakukan tindakan operasi. Sementara penyakit maag cenderung lebih bisa dikontrol dengan memperhatikan pola makan yang baik dan menghindari stres.
Meskipun ada beberapa gejala usus buntu dan penyakit maag yang mirip. Namun pada umumnya penderita usus buntu akan mengalami nyeri pada perut kanan bagian bawah sedangkan penderita maag akan merasakan nyeri pada perut bagian atas sekitar ulu hati. Untuk memastikan kondisimu sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar kamu dapat penanganan yang tepat.
Sebelum itu, sebagai gambaran kamu juga perlu mengetahui perbedaan mendasar antara penyakit usus buntu dan penyakit maag. Berikut ini informasi lengkap mengenai perbedaan gejala usus buntu dan maag yang mudah dikenali:
Gejala Usus Buntu
Berikut beberapa gejala usus buntu yang membedakan dengan maag:
- Mual dan muntah merupakan gejala usus buntu yang pertama, gejala ini kerap membuat penderitanya kehilangan nafsu makan. Gejala ini tidak boleh diabaikan. Jika kamu merasakan mual dan muntah hingga nafsu makan menurun kamu harus segera konsultasikan ke dokter.
- Demam juga merupakan gejala usus buntu berikutnya. Di mana penderita usus buntu kerap mengalami demam berkisar antara 37 sampai 28 derajat Celicius. Jika kondisi penderitanya semakin parah baka demamnya bisa mencapai 38 derajat Celcius disertai dengan peningkatan denyut jantung.
- Sakit perut bagian kanan bawah, Gejala usus buntu ini bisa dbilang paling banyak dirasakan oleh para penderitanya yakni sakit perut bagian bawah. Jika kamu sering merasakan gejala-gejala tersebut, kamu sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan.
- Sering buang air kecil, hal ini tak lain karena usus buntuk terletak di bawah panggul, sehingga posisinya bisa dibilang dekat dengan kandung kemih. Pada saat kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang sedang meradang, maka hal tersebut juga akan memengaruhi kandung kemih.
- Nyeri lepas tekan , maksudnyaa ketika menekan perut memang terasa sakit, namun ketika tekanan tersebut dilepas, seketika akan terasa lebih sakit. Tekanan untuk mengecek gejala ini sebaiknya dilakukan oleh dokter dan tidak dilakukan sendiri karena dikhawatirkan akan memperberat kondisi yang ada.
- Gejala usus buntu berikutnya adalah sembelit atau diare. Sakit perut yang parah biasanya bersamaan dengan diare. Kotoran yang dikeluarkan juga biasanya mengandung lendir. Selain itu, ciri-ciri usus buntu yang berhubungan dengan gangguan pencernaan menyertai adalah susah buang angin alias kentut dan sakit pinggang.
Gejala Penyakit Maag

©2015 Merdeka.com/shutterstock/igor.stevanovic
Setelah mengetahui gejala usus buntu, ada baiknya kenali gejala maag yang paling sering muncul dan dikeluhkan banyak orang. Seperti berikut ini:
- Rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian atas (sekitar ulu hati)
- Rasa panas seperti terbakar di dada
- Perut kembung
- Sering bersendawa
- Cepat kenyang saat makan
- Sebagian orang juga mengalami rasa mual, muntah, kehilangan nafsu makan hingga penurunan berat badan
Cara Mengatasi Usus Buntu
Setelah mengetahui perbedaan gejala usus buntu dan maag, akan lebih baik, kita memahami juga cara mengatasinya. Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit usus buntu ini yakni dengan operasi usus buntu. Pengobatan untuk mengatasi usus buntu ini terdiri dari dua jenis, yakni:
1. Laparoskopi apendektomi
Sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke perut untuk melihat dan mengangkat usus buntu. Biasanya prosedur ini dilakukan pada kasus usus buntu yang ringan. Kebanyakan orang lebih memilih melakukan prosedur ini karena masa pemulihannya cenderung lebih cepat.
2. Apendektomi terbuka
Sebuah operasi yang memotong perut kanan bawah untuk mengangkat usus sekaligus membersihkan rongga perut. Berbeda dari prosedur laparaskopi, prosedur satu ini diperuntukan jika usus buntu sudah pecah atau infeksinya sudah menyebar. Apendektomi terbuka membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama karena menyebakan luka terbuka.
Selama perawatan, pasien akan diberikan cairan dan antibiotik lewat pembuluh darah intravena. Beberapa pasien mungkin akan diresepkan obat pereda nyeri jika dibutuhkan.
Cara Mengatasi Maag
Berikut ini cara mengatasi penyakit maag sedini mungkin untuk mencegah risiko yang lebih buruk, yaitu sebagai berikut:
- Berhenti merokok
- Hindari menggunakan pakaian yang ketat di sekitar dada
- Kurangi berat badan
- Menghindari Stres
- Mengonsumsi Obat Maag
- Mengubah pola makan
- Membatasi makanan-makanan yang menyebabkan maag seperti makanan pedas, makanan berlemak dan makanan berminyak. Selain itu, makan lebih sering dalam porsi yang lebih kecil juga bisa menjadi solusi. Setelah makan, dianjurkan untuk menunggu 2–3 jam sebelum berbaring.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya