Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Anak Tiba-Tiba Tidak Mau Ngedot, Orang Tua Wajib Tahu

<b>Penyebab Anak Tiba-Tiba Tidak Mau Ngedot, Orang Tua Wajib Tahu</b><br>

Penyebab Anak Tiba-Tiba Tidak Mau Ngedot, Orang Tua Wajib Tahu

Beberapa bayi mungkin akan menolak ketika diberi dot. Tapi, orang tua harus paham apa penyebab anak tiba-tiba tidak mau ngedot.

Ada berbagai persoalan yang baru dipahami setiap orang ketika mereka mengurus bayi masing-masing. Bayi mengompol atau menangis karena lapar mungkin hal yang umum, namun beberapa persoalan seperti bayi tidak mau minum susu pakai dot mungkin membuat bingung para orang tua.

Tidak semua bayi melalui masa transisi yang mudah menyusu langsung dari payudara dan berpindah ke botol. Beberapa bayi akan menolaknya yang membuat orang tua bertanya-tanya mengapa anak mereka tidak mau minum susu lewat botol meski sama-sama ASI.

Ada sejumlah faktor yang mendasari mengapa bayi tidak mau minum susu pakai dot. Berikut penyebab bayi tidak mau minum susu pakai dot atau botol yang penting diketahui:

Tanda-Tanda Bayi Tidak Mau Minum Susu Pakai Dot atau Botol

Tidak semua penolakan dot terlihat sama. Ada berbagai tanda bahwa anak kesulitan minum susu botol, di antaranya yaitu:

  • Berpaling dari botol
  • Tersedak atau rewel saat puting botol mendekati mulut mereka
  • Tidak dapat mengunci/menekan puting botol dan memerah susu
  • Mengunyah puting botol
  • Sputtering atau batuk saat makan
  • Tidak bisa menelan seteguk susu sepenuhnya, sehingga beberapa menetes dari mulut mereka

<b>Penyebab Bayi Tidak Mau Minum Susu Pakai Dot</b>

Penyebab Bayi Tidak Mau Minum Susu Pakai Dot

1. Belum Cukup Umur

Penyebab bayi tidak mau minum susu pakai dot yang pertama yakni karena belum cukup umur atau belum waktunya. Dilansir dari boldsky.com, bayi juga butuh waktu untuk terbiasa dengan tekstur dan bentuk botol.

Terlebih bila pada saat bersamaan, si kecil masih menyusu pada ibu. Jika bayi sering menolak dan tak mau menggunakan botol, kita bisa mencoba memberikannya lagi beberapa hari kemudian. Tawarkan susu botol dengan interval yang teratur untuk membiasakannya.

2. Meningkatnya Kadar Lipase

Penyebab bayi tidak mau minum susu pakai dot berikutnya yaitu karena kadar lipase yang meningkat. Terkadang, ASI mengandung kadar lipase yang lebih tinggi dari normal.

Enzim lipase merupakan enzim yang terdapat di dalam ASI. Fungsinya adalah untuk membantu lemak di dalam ASI tercampur rata agar mudah dicerna oleh bayi. ASI perah yang memiliki kandungan lipase yang tinggi rasanya mungkin kurang enak di lidah bayi. Sehingga ketika dimasukkan ke dalam botol dan ditawarkan pada si kecil, ia menolaknya.

3. Tidak Menyukai Bentuk Puting Plastik

Botol susu bayi memiliki bentuk puting plastik yang beragam. Ada kemungkinan bayi menolak susu botol karena tidak menyukai atau tidak nyaman dengan bentuk puting plastiknya.

Bila penyebabnya karena hal tersebut, maka bisa coba menggunakan botol lain dengan bentuk puting yang sesuai dengan bentuk mulut serta teknik menyusu si kecil.

4. Susu Sudah Dingin

Penyebab bayi tidak mau minum susu pakai dot karena susu sudah dingin. Suhu alami ASI yang baru diproduksi memiliki suhu yang sedikit lebih hangat.

Bayi mungkin saja menolak susu botol karena tidak suka dengan susu yang sudah dingin. Berikan susu yang agak hangat pada si kecil. Selain itu, susu yang hangat juga lebih mudah dicerna dibandingkan susu dingin.

5. Alergi Susu

Meskipun langka, sebagian bayi ada yang agak sensitif dengan susu formula. Hal ini bisa menyebabkan bayi menolak susu botol.

Apalagi bila disertai dengan gejala seperti sakit perut, gatal-gatal, dan eksim, maka ada baiknya untuk memeriksakan buah hati tercinta ke dokter untuk mendapat penanganan khusus.

Cara Mengatasi Bayi yang Tidak Mau Minum Susu Pakai Dot

Beberapa hal paling umum dan efektif yang dapat dicoba untuk membantu bayi menerima pemberian susu botol meliputi:

  • Perlahan, konsisten, dan bertahap beralih dari menyusui ke pemberian susu botol. Tunggu sampai bayi cukup lapar sebelum menyusu.
  • Coba ubah ukuran dan bentuk botol, dot, atau aspek lain dari botol untuk melihat apa tanggapan bayi.
  • Bereksperimenlah dengan suhu susu atau susu formula, jadi pastikan botolnya tidak terlalu hangat atau dingin.

  • Jika bayi sedang tumbuh gigi, cobalah mengubah suhu susu (bayi yang tumbuh gigi terkadang lebih menyukai susu dingin), memijat gusinya, atau membantu mereka mengatasi rasa sakit karena gigi baru yang muncul.
  • Pegang bayi dalam posisi menyusui yang berbeda dan lihat reaksi mereka.
  • Biarkan orang lain menangani pemberian makan. Ini bisa sangat membantu selama transisi dari menyusui ke pemberian susu botol.

  • Jika bayi sedang tumbuh gigi, cobalah mengubah suhu susu (bayi yang tumbuh gigi terkadang lebih menyukai susu dingin), memijat gusinya, atau membantu mereka mengatasi rasa sakit karena gigi baru yang muncul.
  • Pegang bayi dalam posisi menyusui yang berbeda dan lihat reaksi mereka.
  • Biarkan orang lain menangani pemberian makan. Ini bisa sangat membantu selama transisi dari menyusui ke pemberian susu botol.

Kapan Sebaiknya Bayi Beralih dari Menyusui ke Dot?

Peralihan dari menyusui ke minum susu dari dot adalah proses yang penting dan harus dilakukan dengan hati-hati. Berikut panduan umum yang bisa Anda ikuti:

  • Tahap Bayi Baru Lahir/Newborn (0-3 bulan): Pada tahap ini, bayi baru lahir biasanya mulai belajar menyusui. Namun, karena berbagai alasan seperti ibu yang harus kembali bekerja, beberapa orang tua memilih untuk memperkenalkan botol dot susu sejak dini. Idealnya, bayi baru lahir harus belajar dahulu bagaimana cara melekat, mengisap, dan menelan ASI dengan baik sebelum ia memakai dot. Setelah bayi berusia 3-4 minggu, ia bisa mulai diperkenalkan dengan dot khusus yang dibuat untuk bayi baru lahir.

  • Tahap Bayi Usia 3-6 Bulan: Saat bayi tumbuh semakin besar dan kemampuan mengisapnya terus berkembang, bayi usia 3-6 bulan sudah lebih mahir menyusu dari botol dot. Pada tahap ini, orang tua bisa mengganti dot dengan laju aliran sedang untuk menyeimbangkan kecepatannya dalam menyusu dan nafsu makannya yang meningkat.

  • Tahap Bayi Usia 6 Bulan ke Atas: Pada usia bayi enam bulan, si Kecil mulai memasukkan makanan yang padat selain ASI atau susu formula. Meskipun mereka menggunakan dot dengan laju aliran susu yang cepat, bayi bisa mulai diperkenalkan dengan sippy cup (gelas isap) untuk dia minum susu atau air putih. American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa anak sudah dapat minum dari sippy cup sejak usia 6-9 bulan.

Penting untuk diingat bahwa setiap bayi adalah unik, dan mungkin ada perbedaan dalam kesiapan mereka untuk beralih dari menyusui ke dot. Jadi, selalu baik untuk berkonsultasi dengan dokter anak Anda untuk mendapatkan rekomendasi yang paling sesuai dengan kebutuhan individu bayi Anda.

merdeka.com

Penyebab Anak Terlambat Bicara, Kenali Ciri-Cirinya
Penyebab Anak Terlambat Bicara, Kenali Ciri-Cirinya

Keterlambatan bicara pada anak dapat dapat menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua.

Baca Selengkapnya
10 Tahun Simpan Dendam, Bapak dan Anak Bunuh Tetangga
10 Tahun Simpan Dendam, Bapak dan Anak Bunuh Tetangga

Tersangka membunuh tetangganya itu karena menyimpan dendam sepuluh tahun lamanya.

Baca Selengkapnya
Penyebab Anak Suka Memukul, Perlu Diwaspadai dan Dihindari Orangtua
Penyebab Anak Suka Memukul, Perlu Diwaspadai dan Dihindari Orangtua

Kebiasaan memukul merupakan suatu hal yang kerap dilakukan anak. Hal ini perlu diperhatikan dan dihindari oleh orangtua.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Penyebab Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya, Orang Tua Wajib Tahu
Penyebab Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya, Orang Tua Wajib Tahu

Melihat perilaku anak yang tidak bisa diam, membuat orang tua kerap menduga anak hiperaktif. Apa penyebabnya?

Baca Selengkapnya
7 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi Anak
7 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi Anak

Sejumlah hal kerap dilakukan oleh bayi dan anak dengan salah sehingga menyebabkan munculnya masalah.

Baca Selengkapnya
Gejala Bayi Tersedak dan Cara Menanganinya, Wajib Tahu
Gejala Bayi Tersedak dan Cara Menanganinya, Wajib Tahu

Mengenali gejala tersedak pada bayi sangat penting untuk memberikan tindakan cepat dan tepat guna.

Baca Selengkapnya
8 Cara Mencegah DBD pada Anak, Lakukan Sejak Dini
8 Cara Mencegah DBD pada Anak, Lakukan Sejak Dini

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk melakukan pencegahan DBD.

Baca Selengkapnya
6 Penyebab Gegar Otak pada Bayi, Perlu Diwaspadai
6 Penyebab Gegar Otak pada Bayi, Perlu Diwaspadai

Gegar otak terjadi ketika kepala mengalami benturan atau goncangan yang keras.

Baca Selengkapnya
Peristiwa Aneh Sebelum Ibu Bunuh Anak Kandung di Bekasi
Peristiwa Aneh Sebelum Ibu Bunuh Anak Kandung di Bekasi

Bocah tak berdosa itu tewas di tangan ibu kandungnya yang berinisial SNF (26) pada Kamis (7/3) pagi.

Baca Selengkapnya