Pengertian Empati beserta Tanda, Jenis, dan Dampaknya dalam Hidup
Merdeka.com - Meski kita mungkin sudah sering mendengarnya, tapi tahukah Anda apa pengertian empati? Pengertian empati digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami secara emosional tentang apa yang orang lain rasakan, melihat sesuatu dari sudut pandang mereka, dan membayangkan diri di tempat mereka.
Intinya, pengertian empati adalah menempatkan diri Anda pada posisi orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan.
Empati berarti ketika Anda melihat orang lain menderita, Anda dapat langsung membayangkan diri Anda mengalami pengalaman yang sama dan merasakan apa yang mereka alami.
Namun, tidak semua orang bisa memiliki empati karena memasuki pikiran orang lain bisa sedikit lebih sulit. Kemampuan untuk merasakan empati memungkinkan orang untuk "berjalan di sepatu orang lain". Ini memungkinkan orang untuk memahami emosi yang dirasakan orang lain.
Jika Anda masih belum memahami pengertian empati, kami akan jabarkan bagaimana empati dalam artikel berikut ini.
Pengertian Empati
Merriam-Webster menggambarkan pengertian empati sebagai "tindakan memahami, menyadari, peka terhadap, dan mengalami perasaan, pikiran, dan pengalaman orang lain."
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Umar dan Ahmadi Ali menjelaskan pengertian empati sebagai kecenderungan yang dirasakan seseorang untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain, andaikan dirinya ada di posisi tersebut.
Terakhir, Chaplin menyatakan jika pengertian empati adalah kemampuan memproyeksikan perasaan diri pada suatu kejadian atau objek, karya estetis, dan realisasi pada kebutuhan hingga penderitaan orang lain.
Dari beberapa pengertian empati tersebut, dapat disimpulkan bahwa empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Perasaan ini mendorong kita untuk melepaskan pandangan kita sendiri dan memasuki dunia emosional orang lain, memahami bagaimana mereka melihat dunia dan bagaimana mereka merasa tentang situasi yang mereka hadapi.
Empati membantu kita membangun hubungan emosional dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada orang lain. Empati juga membantu kita memahami bagaimana tindakan kita mempengaruhi orang lain, membantu kita mengatasi konflik, dan memecahkan masalah dengan cara yang lebih efektif.
Empati memainkan peran penting dalam komunikasi yang efektif dan membangun hubungan yang kuat dan berkualitas.
Tanda-Tanda Empati
Bagi banyak orang, merespon orang lain yang kesakitan dan menderita dengan ketidakpedulian atau bahkan permusuhan merupakan sesuatu yang sama sekali sulit untuk dipahami.
Tetapi fakta bahwa beberapa orang merespons dengan cara seperti itu jelas menunjukkan bahwa empati belum tentu menjadi respons universal terhadap penderitaan orang lain.
Jika bertanya-tanya apakah Anda orang yang berempati, verywellmind menunjukkan beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda memiliki kecenderungan ini:
Jenis Empati
Ada beberapa jenis empati yang mungkin dialami seseorang. Ketiga jenis empati tersebut adalah:
Empati afektif, melibatkan kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan merespons dengan tepat. Pemahaman emosional seperti itu dapat menyebabkan seseorang merasa prihatin terhadap kesejahteraan orang lain, atau dapat menyebabkan perasaan tertekan secara pribadi.
Empati somatik, melibatkan reaksi fisik sebagai respons terhadap apa yang dialami orang lain. Orang terkadang secara fisik mengalami apa yang orang lain rasakan. Saat Anda melihat orang lain merasa malu, misalnya, Anda mungkin mulai tersipu.
Empati kognitif, melibatkan kemampuan untuk memahami keadaan mental orang lain dan apa yang mungkin mereka pikirkan dalam menanggapi situasi tersebut. Hal ini terkait dengan apa yang oleh para psikolog disebut sebagai teori pikiran atau pemikiran tentang apa yang dipikirkan orang lain.
Dampak Empati
Kemampuan untuk merasakan empati dapat memengaruhi hubungan Anda. Studi yang melibatkan saudara kandung telah menemukan bahwa ketika empati tinggi, saudara kandung memiliki lebih sedikit konflik dan lebih banyak kehangatan satu sama lain. Dalam hubungan romantis, memiliki empati akan meningkatkan kemampuan untuk saling memaafkan.
Tidak semua orang mengalami empati dalam setiap situasi. Beberapa orang mungkin lebih berempati secara umum, tetapi orang juga cenderung merasa lebih berempati terhadap beberapa orang dan tidak terhadap orang lain. Beberapa faktor yang berperan dalam kecenderungan ini antara lain:
Pada tingkat paling dasar, ada dua faktor utama yang berkontribusi pada kemampuan seseorang mengalami empati: genetika dan sosialisasi. Pada dasarnya, keduanya bermuara pada kontribusi lingkungan dan cara pengasuhan.
Orang tua mewariskan gen yang berkontribusi pada kepribadian secara keseluruhan, termasuk kecenderungan terhadap simpati, empati, dan kasih sayang. Di sisi lain, orang juga disosialisasikan oleh orang tua, teman sebaya, komunitas, dan masyarakat. Bagaimana orang memperlakukan orang lain, serta bagaimana perasaan mereka terhadap orang lain, seringkali merupakan cerminan dari kepercayaan dan nilai-nilai yang ditanamkan pada saat mereka masih sangat muda.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya