Narkolepsi adalah Gangguan Kantuk yang Berlebihan, Ini Gejala dan Cara Meringankannya
Merdeka.com - Narkolepsi adalah suatu kondisi yang mempengaruhi sistem saraf. Hal ini menyebabkan aktivitas tidur yang tidak normal dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Orang dengan narkolepsi memiliki rasa kantuk di siang hari yang berlebihan dan tidak terkendali. Mereka juga bisa tertidur secara tiba-tiba kapan pun.
Orang yang menderita narkolepsi sering merasa sulit untuk tetap terjaga dalam waktu yang lama, terlepas dari keadaannya. Narkolepsi adalah kondisi yang dapat menyebabkan gangguan serius dalam rutinitas harian Anda.
Kondisi narkolepsi terkadang disertai dengan hilangnya tonus otot secara tiba-tiba (katapleksi), yang dapat dipicu oleh emosi yang kuat. Narkolepsi yang terjadi dengan katapleksi disebut narkolepsi tipe 1. Dan narkolepsi yang terjadi tanpa katapleksi dikenal sebagai narkolepsi tipe 2.
Dalam artikel berikut, kami akan mengulas lebih lanjut tentang narkolepsi dari berbagai sumber.
Jenis Narkolepsi
Menurut International Classification of Sleep Disorders, Edisi Ketiga (ICSD-3), dua jenis narkolepsi adalah narkolepsi tipe 1 (NT1) dan tipe 2 (NT2).
Narkolepsi Tipe 1
NT1 dikaitkan dengan gejala katapleksi, yaitu hilangnya tonus otot secara tiba-tiba. NT1 sebelumnya dikenal sebagai "narkolepsi dengan katapleksi."
Tidak semua pasien yang didiagnosis dengan NT1 mengalami episode katapleksi. NT1 juga dapat didiagnosis ketika seseorang memiliki kadar hypocretin-1 yang rendah, zat kimia dalam tubuh yang membantu mengontrol terjaga.
Bahkan ketika tidak muncul saat didiagnosis, katapleksi juga akan terjadi pada sejumlah besar orang dengan kadar hipokretin-1 yang rendah.
Narkolepsi Tipe 2
NT2 sebelumnya dikenal sebagai "narkolepsi tanpa katapleksi." Orang dengan NT2 memiliki banyak gejala yang mirip dengan orang dengan NT1, tetapi mereka tidak memiliki katapleksi atau kadar hypocretin-1 yang rendah.
Jika seseorang dengan NT2 mengembangkan katapleksi atau tingkat hypocretin-1 rendah, diagnosis mereka dapat direklasifikasi sebagai NT1. Perubahan diagnosis ini diperkirakan terjadi pada sekitar 10% kasus.
Gejala Narkolepsi
Dalam fase tidur REM, kita bisa bermimpi dan mengalami kelumpuhan otot, yang menjelaskan beberapa gejala narkolepsi. Dilansir dari webmd.com, gejala-gejala narkolepsi adalah sebagai berikut:
Penyebab Narkolepsi
Para ahli masih belum mengetahui apa yang menyebabkan narkolepsi. Mereka pikir narkolepsi adalah kondisi yang melibatkan banyak hal yang muncul secara bersamaan sehingga menyebabkan masalah di otak dan mengganggu fase tidur REM Anda.
Para ilmuwan semakin dekat untuk menemukan gen yang terkait dengan gangguan tersebut. Gen-gen ini mengontrol produksi bahan kimia di otak yang mungkin menandakan siklus tidur dan bangun.
Beberapa ahli berpikir narkolepsi adalah kondisi yang terjadi karena otak mengalami kesulitan membuat bahan kimia yang disebut hypocretin. Mereka juga menemukan masalah di bagian otak yang terlibat dalam mengendalikan fase tidur REM.
Beberapa faktor risiko narkolepsi adalah usia. Narkolepsi biasanya dimulai antara usia 15 dan 25 tahun, meski dapat muncul pada usia berapa pun. Jika Anda memiliki riwayat keluarga narkolepsi, risiko Anda terkena narkolepsi sekitar 20 hingga 40 kali lebih tinggi.
Pengobatan Narkolepsi
Tidak ada obat untuk narkolepsi. Tetapi perawatan yang dapat membantu meringankan gejala Anda. Perawatan narkolepsi adalah sebagai berikut:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya