Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mirip Kota Mati, Begini Kondisi Waduk Jatigede saat Surut

Mirip Kota Mati, Begini Kondisi Waduk Jatigede saat Surut Waduk Jatigede. ©Setpres RI/Laily

Merdeka.com - Surutnya genangan air di Waduk Jatigede pada musim kemarau ini meninggalkan kenangan tersendiri. Sisa-sisa bangunan kembali muncul usai 6 tahun tergenang air Sungai Cimanuk, di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Tak hanya infrastruktur, lahan-lahan pemakaman di dasar waduk ikut bermunculan. Kejadian ini seakan mempertegas jika wilayah ini dulunya merupakan daerah padat penduduk.

Dalam unggahan video di kanal Youtube Krisna Euy, akhir Agustus (30/8) lalu, ditampilkan kondisi dasar bendungan yang mengering. Tampak dinding bekas masjid yang masih utuh dan jalan beraspal, layaknya kota mati. Begini penampakan Waduk Jatigede yang surut:

Sisa Bangunan Masjid Masih Utuh

kondisi waduk jatigede sumedang saat surut  kondisi waduk jatigede sumedang saat surut

©2021 Youtube Krisna Euy / Merdeka.com

Seperti ditampilkan di dalam unggahan video, sang kreator mencoba menampilkan kondisi waduk Jatigede yang mengering dari atas. Di sana tampak sisa reruntuhan rumah dan bangunan, serta kawasan bukit hijau yang pernah disebutkan tenggelam.

Saat keadaan sekitar ditampilkan via drone, salah satu sisa bangunan masih berdiri kokoh dengan tinggi 3 hampir tiga meter dan berwarna hijau menyala. Rupanya, bangunan tersebut merupakan sisa masjid yang ditenggelamkan bersama ratusan rumah lain untuk keperluan pengairan bendungan.

“Ini adalah bangunan masjid warga yang ditinggalkan, dan kembali muncul setelah waduk beberapa bulan mengering,” kata pembuat video yang diketahui bernama Krisna itu.

Ada Jalan Beraspal Mengarah ke Genangan Waduk

kondisi waduk jatigede sumedang saat surut

©2021 Youtube Krisna Euy / Merdeka.com

Selain sisa bangunan masjid, di kawasan bendungan itu juga tampak jalan beraspal. Jalan itu menuju arah bendungan. Jalan beraspal masih terlihat masih mulus, pada bagian tengahnya masih terlihat cat marka berwarna putih.

Menariknya, ujung jalan itu langsung terhubung ke kawasan yang masih tergenang air waduk hingga tenggelam di bawah genangan berkapasitas tampung 979,5 juta meter kubik tersebut.

“Memang di area bendungan Jatigede ini hampir setiap musim kemarau dipastikan surut. Dan saat kondisi kering itulah, kita bisa kembali melihat sisa-sisa perkampungan warga yang kembali bermunculan,” tambah Krisna.

Memunculkan Kenangan bagi Mantan Penduduk Sekitar

  kondisi waduk jatigede sumedang saat surut

Mak Emed ©2021 Youtube Krisna Euy / Merdeka.com

Pemukiman di dekat bendungan ini ditenggelamkan. Ada sekitar 28 desa di Kecamatan Jatigede, Sumedang. Kemunculan desa ini membuat mantan warga mengenang desa mereka yang tenggelam.

Mak Emed, salah satu warga yang dahulunya tinggal di Desa Sukakersa, Jatigede mengungkapkan jika dirinya merasa sedih saat mengingat keadaan kampungnya di masa lalu ketika bendungan belum menenggelamkannya. Ia menuturkan, jika sang suami sama sekali tak ingin ke Jatigede karena selalu sedih.

“Saya kalau melihat ini setiap tahun selalu merasa kagagas (teringat hingga sedih), bahkan suami pun tidak pernah ingin ke sini, karena selalu sedi,h” ungkap mak Emed.

Area Pemakaman dan Pohon-Pohon Besar Bermunculan

  kondisi waduk jatigede sumedang saat surut

©2021 Youtube Alman Mulyana / Merdeka.com

Berdasarkan penelusuran di akun Youtube Alman Mulyana, ditampilkan kondisi pemakaman di wilayah Waduk Jatigede yang mengering, muncul kembali.

Kondisi makam-makam tampak mengenaskan. Selain itu, ada pohon-pohon beringin besar juga muncul, namun dalam keadaan kering tanpa daun.

“Bisa teman-teman lihat, di sini ada bekas pohon-pohon besar dulunya ya. Dan di sisi sebelah sananya itu hutan. Ini makamnya bermunculan saat kering,” terangnya.

 

 

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP