Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peristiwa 2 Januari 1905: Kekalahan Rusia Atas Jepang dalam Memperebutkan Port Arthur

Peristiwa 2 Januari 1905: Kekalahan Rusia Atas Jepang dalam Memperebutkan Port Arthur Kapal perang Jepang JDS Kashima. ©AFP PHOTO/Johan Ordonez

Merdeka.com - Pertentangan antara Jepang dan Rusia telah terjadi sejak perebutan Kepulauan Kuril, di mana perseteruan kedua negara ini sudah terjadi sejak Perang Dunia II. Hingga sekarang Pulau Etorofu, Kunashiri Shikotan dan Habomai masih berada dalam kekuasaan Rusia. Namun Jepang mengklaim bahwa pulau-pulau tersebut merupakan wilayah teritori Jepang bagian Utara yang telah dijajah Rusia.

Permasalahan Jepang dan Rusia selanjutnya muncul pada 1904-1905 di mana kedua negara saling memperebutkan wilayah Manchuria. Kemudian pada 2 Januari 1905 pasukan Kekaisaran Rusia resmi menyerah terhadap pasukan Kekaisaran Jepang di Port Arthur, Tiongkok.

Peperangan antara Jepang dan Rusia terjadi karena perebutan kota Port Arthur, Jazirah Liaodong dan jalur rel dari pelabuhan tersebut ke Harbin. Sehingga dalam peristiwa ini Rusia harus menyerahkan wilayah Port Arthur kepada Jepang sekaligus menjadi tanda kekalahan Rusia.

Simak informasi berikut ini mengenai peristiwa 2 Januari 1905, kekalahan Rusia atas Jepang dalam Memperebutkan Kota Port Arthur yang telah dirangkum merdeka.com melalui media.neliti.com pada Sabtu, (2/1/2021).

Peranan Angkatan Laut Jepang dalam Perang Jepang - Rusia 1904-1905

Pada 8 Februari 1904, armada Jepang berlayar menuju Port Arthur di bawah kepemimpinan Jenderal Toogo. Setelah menyerang kapal Rusia yang sedang patroli, Jepang juga menyerang kapal-kapal rusia lainnya dengan torpedo.

Selain itu, Jepang juga merencanakan suatu strategi yang dapat memotong antara Port Arthur dengan dunia luar karena usaha penyerangan belum dapat melumpuhkan kekuatan angkatan laut Rusia. Sebanyak lima kapal perang yang berat rata-ratanya 2.000 ton dikerahkan untuk menjalankan misi tersebut.

Dalam hal ini, pihak Rusia sendiri tak menyangka bahwa Jepang akan melakukan blokade terhadap jalur keluar Port Arthur. Pemblokadean ini membuat kapal Rusia tidak bisa ke luar dari Port Arthur. Strategi Jepang dalam pemblokadean membuat tentara Rusia melakukan perlawanan dengan jumlah tentara dan senjata perang seadanya untuk melawan pemblokadean.

Namun, mudah bagi Jepang untuk melakukan penyerangan, sebab pemblokadean memudahkan angkatan darat Jepang untuk melakukan penyerangan Porth Athur. Serangan laut Jepang terhadap Port Arthur berlangsung sampai tanggal 10 Desember tersebut akhirnya dapat menghancurkan armada Rusia.

Kekalahan Rusia Atas Jepang pada 2 Januari 1905

Setelah Jepang berhasil menghancurkan armada Rusia, kemudian Laksamana Vitgeft menggantikan memimpin tentara Rusia setelah Makkarof meninggal, untuk melakukan dobrakan terhadap pemblokadean Jepang. Vitgeft memimpin pasukannya untuk melakukan penyerangan terhadap Jepang sehingga akan terbuka jalur yang nantinya dapat digunakan kapal Rusia untuk meloloskan diri dari pemblokadean.

Namun sayangnya, Jenderal Toogo berhasil mengantisipasi pasukan Vitgeft dengan menyerang pasukan Rusia yang sedang melalui Laut Kuning dan terjadilah pertempuran hebat di sana.

Dalam pertempuran Laut Kuning Laksamana Vitgeft, meninggal dan lima dari enam kapal Rusia mengalami kerusakan parah. Sedangkan di pihak Jepang mengalami kerugian berupa kerusakan yang berat pada empat kapal perangnya.

Meskipun demikian, setelah Jepang melakukan pemblokadean terhadap Rusia selama lima bulan, tepat pada 2 Januari 1905 pasukan Kekaisaran Rusia resmi menyerah pada Jepang di Port Arthur, Tiongkok.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP