Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Songah, Alat Musik Bambu Khas Desa Citengah Sumedang yang Unik

Mengenal Songah, Alat Musik Bambu Khas Desa Citengah Sumedang yang Unik Warga Desa Citengah Sumedang tengah memainkan kesenian dari bambu. ©2021 Tangkapan layar kanal Youtube Lopian Kacapaesan/ editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Sebagai daerah dengan sebutan Puseur Budaya Sunda, Kabupaten Sumedang selama ini memiliki ragam kesenian khasnya yang unik. Kesenian tersebut berkenaan dengan warisan nenek moyang yang terus dikembangkan, salah satunya adalah Songah.

Songah merupakan alat musik yang terbuat dari bambu, dengan mengeluarkan suara instrumen bernada rendah yang mirip gong bass.

Ki Madhari, selaku tokoh adat di Desa Citengah mengungkapkan jika Songah merupakan alat musik tradisional Sunda yang dikembangkan dari peralatan bambu zaman nenek moyang buhun (zaman dahulu).

"Songah adalah alat musik yang penamaannya berasal dari percampuran bahasa Ibu (nenek moyang) zaman dahulu," Terang Ki Madhari beberapa waktu lalu, seperti dilansir Merdeka dari kanal YouTube Lopian Kacapaesan, Sabtu (12/06).

Dahulu Dipakai untuk Menyalakan Tungku

ki madhari sedang memainkan bambu sebagai kesenian di desa citengah sumedang

©2021 Tangkapan layar kanal Youtube Lopian Kacapaesan/ editorial Merdeka.com

Ia mengatakan, secara etimologis, Songah dipadukan dari dua istilah yakni Songsong (alat untuk meniup api di tungku) dan Ngah yang merupakan istilah dari Citengah atau tempat lahir alat musik tersebut.

"Jadi kalau di kampung sini (Citengah) songsong itu untuk meniup hawu (tungku untuk memasak) dan Ngah nya bermakna kita (pemain) dilahirkan di Citengah sehingga namanya Songah," kata Madhari.

Songah juga merupakan alat musik yang paling sederhana, dan merupakan hasil pengembangan dari kebiasaan meniup hawu yang dilakukan para orang tua di saat itu.

"Waktu itu Songah ditemukan oleh kalangan warga Citengah di tahun 2013, saat acara Hajat Lembur," tambah dia.

Asal Mula Menjadi Alat Musik

Menurut pria bernama asli Sunarya itu, mulanya (di tahun 2013), Songah belum berupa alat musik dan hanya sebatas alat pengiring bunyi-bunyian saat karnaval Hajat Lembur.

Namun karena suaranya yang khas dan unik saat ditiup, ia bersama beberapa warga lain mencoba meracik nada dengan menjadi pengiring suling Sunda.

"Saat itu saya juga menyediakan banyak Hatong (bambu pemanggil burung), Kokoprak (pengusir burung) yang kemudian dicoba digambungkan dengan Songsong hingga menjadi tiga nada (Suling, Hatong dan Songsong) setelah bertemu dengan seniman lainnya," papar dia.

Dibuat Menggunakan Bambu Tamiang

Seperti diketahui, Desa Citengah merupakan kawasan dengan pohon bambunya yang melimpah. Hal itu yang kemudian membuat Madhari membuat alat musik Songah dengan menggunakan bambu tamiang.

Menurutnya bambu tamiang dikenal sebagai bahan pembuat alat kesenian di sana, sehingga dianggap cocok untuk dijadikan bahan baku Songah dengan nada khasnya.

"Biasanya memakai bambu tamiang, karena di sini banyak dan biasa digunakan untuk alat kesenian lainnya, ukuran di sini dipakai yang satu meter 10 senti meter," kata dia, sambil memperlihatkan alat tersebut.

Mengajak Masyarakat untuk Mengembangkan Songah

ki madhari sedang memainkan bambu sebagai kesenian di desa citengah sumedang

©2021 Tangkapan layar kanal Youtube Lopian Kacapaesan/ editorial Merdeka.com

Selain mengenalkan konsep bunyi-bunyian dari Songah, Ki Madhari turut memperhatikan aspek lainnya, di antaranya busana (untuk penunjang penampilan), hingga pernak pernik yang mempercantik alat musik bambu itu.

Ia menambahkan, akan melakukan berbagai upaya agar masyarakat desa Citengah bisa turut aktif dalam membumikan serta mengembangkan alat musik Songah sehingga bisa terus lestari.

"Jadi ini adalah suatu gagasan dan inovasi sehingga alat musik Songah bisa dikembangkan, para pelaku seni di tiap wilayah di Sumedang pun banyak yang mendukung agar Songah bisa lestari," pungasnya.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP