Mengenal Sejarah Pertempuran Bulge di Belgia, Terbesar dalam Perang Dunia II
Merdeka.com - Perang Dunia II merupakan konflik terbesar dan paling merusak sepanjang sejarah. Puluhan juta nyawa manusia melayang akibat perselisihan kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam perang. Sebelumnya pertempuran besar juga sempat terjadi dalam wujud Perang Dunia I. Akan tetapi, perselisihan yang tak kunjung usai mengakibatkan meletusnya perang yang jauh lebih besar dan meluas 20 tahun kemudian.
Perang Dunia II di Eropa dimulai pada tahun 1939 dan berakhir pada tahun 1945. Pertempuran ini terjadi selama beberapa tahun dan hampir melibatkan seluruh wilayah di berbagai belahan dunia. Perang Dunia II juga dikenal sebagai politik Revanche Idea (semangat balas dendam) yang terus dihembuskan oleh salah satu negara yang kalah dalam Perang Dunia I yaitu Jerman. Selain itu, munculnya negara fasis (totaliter) seperti Nazi Jerman, Italia, dan Jepang yang merupakan salah satu penyebab meletusnya Perang Dunia II.
Dalam setiap peperangan pasti terdapat beberapa pertempuran-pertempuran penting yang walaupun betapa singkatnya, mengandung arti penting dan berpengaruh terhadap jalannya keseluruhan perang, begitu juga dengan Perang Dunia II. Salah satunya adalah Pertempuran Bulge yang terjadi pada 16 Desember 1944 di Ardennes, wilayah pegunungan di Belgia bagian tenggara.
Berikut informasi lengkapnya mengenai sejarah pertempuran Bulge di Belgia, terbesar dalam Perang Dunia II telah dirangkum merdeka.com melalui repository.upi.edu.
Pertempuran Bulge di Belgia
Terjadi di wilayah pegunungan di Belgia bagian tenggara, pertempuran Bulge merupakan pertempuran terbesar sepanjang Perang Dunia II yang dialami oleh pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat (AS). Dalam hal ini pihak Sekutu Barat, melawan tentara Jerman di front Eropa Barat.
Dalam pertempuran ini pihak Sekutu Barat menjadi pihak yang defensif, sedangkan bagi pihak Jerman pertempuran ini menjadi ofensif militer yang terakhir dilakukan dalam Perang Dunia II. Setelah pertempuran ini dan hingga Jerman menyerah pada bulan Mei 1945, Jerman tidak pernah lagi memegang inisiatif serangan terhadap lawan-lawannya.
Sejak pendaratan Sekutu Barat di Normandia pada bulan Juni 1944, Jerman terus saja berada dalam posisi defensif. Begitu pula pada saat di Arnhem, walaupun pada akhirnya pasukan Jerman memukul mundur pasukan Sekutu Barat pada suatu operasi militer yang bernama Market Garden.
Bisa dibilang Pertempuran Bulge merupakan suatu kampanye perlawanan Jerman yang diluncurkan di wilayah Ardennes, Wallonia di Belgia, Perancis, dan Luxembourg pada Front Barat menjelang akhir Perang Dunia II di Eropa.
Peristiwa Terbesar dalam Perang Dunia II
Pertempuran Bulge dicap sebagai pertempuran paling berdarah dan terbesar yang melibatkan Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Hal ini tak lain karena pihak Amerika menurunkan 610.000 pasukan yang terlibat dalam pertempuran tersebut. Sebayak 89.000 di antaranya menjadi korban, termasuk lebih dari 19.000 orang meninggal. Sedangkan pihak Jerman melibatkan 200.000 pasukan pada pertempuran tersebut dan 68.000 jiwa di antaranya dinyatakan meninggal, hilang dan mengalami luka-luka.

©AFP
Menurut laman official webpage of The US Army, pada tanggal 16 Desember 1944, dengan serangan musim dingin tentara Jerman melancarkan serangan balasan yang dimaksudkan untuk memotong pasukan Sekutu dengan cara mengubah gelombang perang yang menguntungkan Hitler. Keberanian dan ketabahan Tentara Amerika benar-benar diuji dalam pertempuran inI. Namun demikian, kualitas tanggapannya pada akhirnya berarti kemenangan kebebasan atas tirani.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya