Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Agorafobia Beserta Gejala dan Penyebabnya

Mengenal Agorafobia Beserta Gejala dan Penyebabnya Agorafobia. behavioralhealthflorida.com

Merdeka.com - Agorafobia adalah jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan orang menghindari tempat dan situasi yang mungkin membuat mereka merasa terjebak, panik, malu, dan takut.

Seseorang dengan agorafobia sering mengalami gejala berupa serangan panik, seperti detak jantung yang cepat dan mual saat berada dalam situasi stres. Mereka mungkin juga mengalami gejala-gejala tersebut, bahkan sebelum memasuki situasi yang mereka takutkan.

Dalam beberapa kasus, kondisinya bisa sangat parah sehingga orang yang mengalami fobia ini akan menghindari aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke bank atau toko, dan tinggal di dalam rumah hampir sepanjang hari.

Untuk mengenal lebih dalam tentang fobia ini, berikut kami jelaskan bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengatasi agorafobia, yang dilansir dari Healthline.

Gejala Agorafobia

agorafobia

therecoveryvillage.com

Orang dengan agorafobia biasanya memiliki gejala-gejala seperti:• takut meninggalkan rumah untuk waktu yang lama• takut sendirian dalam situasi sosial• takut kehilangan kendali di tempat umum• takut berada di tempat yang sulit untuk melarikan diri, seperti mobil atau lift• terlepas atau terasing dari orang lain• cemas atau gelisah

Agorafobia sering muncul bersamaan dengan serangan panik. Serangan panik adalah rangkaian gejala yang terkadang terjadi pada penderita kecemasan dan gangguan kesehatan mental lainnya. Serangan panik dapat mencakup berbagai gejala fisik yang parah, seperti:• nyeri dada• jantung berdebar kencang• sesak napas• pusing• gemetaran• tersedak• berkeringat• panas dingin• mual• diare• mati rasa• sensasi kesemutan

Orang dengan agorafobia mungkin akan mengalami serangan panik setiap kali mereka memasuki situasi stres atau tidak nyaman, yang selanjutnya meningkatkan rasa takut mereka berada dalam situasi tersebut.

Penyebab Agorafobia

agorafobia

verywellmind.com

Penyebab pasti agorafobia masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya agorafobia, yaitu:• depresi• fobia lain, seperti klaustrofobia dan fobia sosial• jenis gangguan kecemasan lainnya, seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan obsesif kompulsif• riwayat pelecehan fisik atau seksual• masalah penyalahgunaan zat• riwayat keluarga agorafobia

Agorafobia juga lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Biasanya dimulai pada masa dewasa, dengan 20 tahun menjadi usia rata-rata permulaan. Namun, gejala kondisi tersebut bisa muncul pada usia berapa pun.

Cara Mengatasi Agorafobia

agorafobia

psychiatryadvisor.com

Ada beberapa cara dalam mengatasi agorafobia. Kemungkinan besar, akan ada beberapa cara pengobatan yang dikombinasikan sebagai metode pengobatan.

Terapi

1. Psikoterapi

Psikoterapi, juga dikenal sebagai terapi bicara, melibatkan pertemuan dengan terapis atau ahli kesehatan mental lainnya secara teratur. Ini memberi Anda kesempatan untuk membicarakan ketakutan Anda dan masalah apa pun yang mungkin menimbulkan ketakutan Anda. Psikoterapi sering dikombinasikan dengan obat-obatan agar lebih efektif. Ini biasanya pengobatan jangka pendek yang dapat dihentikan setelah Anda mampu mengatasi ketakutan dan kecemasan Anda.

2. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Terapi Perilaku Kognitif, atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), adalah bentuk psikoterapi paling umum yang digunakan untuk mengobati orang dengan agorafobia. CBT dapat membantu Anda memahami perasaan dan pandangan yang menyimpang yang terkait dengan agorafobia.

Ini juga dapat mengajari Anda cara mengatasi situasi stres dengan mengganti pikiran yang menyimpang dengan pikiran sehat, sehingga memungkinkan mendapatkan kembali rasa kendali dalam hidup Anda.

3. Terapi Paparan

Terapi pemaparan juga dapat membantu untuk mengatasi ketakutan Anda. Dalam jenis terapi ini, Anda akan dihadapkan pada situasi atau tempat yang Anda takuti secara lembut dan perlahan. Hal ini dinilai dapat membuat rasa takut Anda berkurang seiring waktu.

Pengobatan Medis

Obat-obatan tertentu dapat membantu meredakan agorafobia atau gejala serangan panik, antara lain:• Penghambat reuptake serotonin selektif, seperti paroxetine (Paxil) atau fluoxetine (Prozac)• Penghambat reuptake serotonin dan norepinefrin selektif, seperti venlafaxine (Effexor) atau duloxetine (Cymbalta)• antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline (Elavil) atau nortriptyline (Pamelor)• obat anti-kecemasan, seperti alprazolam (Xanax) atau clonazepam (Klonopin)

Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup tidak serta merta mengobati agorafobia, tetapi dapat membantu mengurangi kecemasan sehari-hari. Anda mungkin dapat mencoba:• berolahraga secara teratur untuk meningkatkan produksi bahan kimia otak yang membuat Anda merasa lebih bahagia dan lebih rileks• makan makanan sehat yang terdiri dari biji-bijian, sayuran, dan protein tanpa lemak sehingga Anda merasa lebih baik secara keseluruhan• berlatih meditasi harian atau latihan pernapasan dalam untuk mengurangi kecemasan dan melawan serangan panikSelama masa pengobatan atau perawatan, sebaiknya hindari mengonsumsi suplemen makanan dan herbal. Pengobatan alami ini tidak terbukti dapat mengatasi kecemasan, dan dapat mengganggu keefektifan obat yang diresepkan.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP