Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Memahami Takbir Zawaid, Takbir Tambahan dalam Salat Idulfitri

Memahami Takbir Zawaid, Takbir Tambahan dalam Salat Idulfitri ilustrasi sholat. soundvision.com

Merdeka.com - Setelah sebulan penuh melalui bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan, umat Muslim di seluruh dunia akan menyambut hari kemenangan pada Idulfitri. Salah satu amalan yang akan dikerjakan adalah berkumpul di tanah kosong dan melaksanakan salat Ied berjemaah.

Dalam pendapat yang lebih kuat, hukum salat Ied ini adalah wajib bagi setiap kaum muslimin yang sedang mukim. Dalilnya berasal dari hadis Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fithri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.” (HR. Muslim).

Salat Ied dikerjakan dalam dua rakaat. Namun dalam pelaksanaannya, salat Ied sedikit berbeda dari kebanyakan salat yang pernah kita kerjakan. Hal ini karena adanya takbir tambahan atau yang disebut sebagai takbir zawaid.

Berikut ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang takbir zawaid dan apa yang harus dibaca di antara takbir tersebut.

Takbir Zawaid

ilustrasi sholat

©2023 Merdeka.com/Pexels/Tima Miroshnichenko

Anda mungkin sudah tahu bahwa jumlah takbir dalam salat Ied lebih banyak daripada salat wajib atau salat sunnah lainnya. Takbir tambahan tersebut dikenal dengan takbir zawaid. Pada rakaat pertama, terdapat tujuh takbir zawaid. Sedangkan pada rakaat kedua, terdapat lima takbir zawaid.

Takbir zawaid adalah sunnah, bukanlah sesuatu yang wajib. Jadi, jika Anda lupa, maka salatnya tidak akan batal. Adapun perintah untuk mengangkat tangan pada takbir zawaid, para ulama masih berselisih pendapat tentang hukumnya.

Pendapat yang lebih kuat adalah disunnahkannya mengangkat tangan pada takbir zawaid ketika melaksanakan salat Ied. Pendapat ini dipegang oleh Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah dan ada dua pendapat dari Imam Malik.

Alasan jumhur ulama adalah:

  • Hadis dari Wail bin Hujr, di mana dia berkata,“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tangan saat takbir.” (HR. Ahmad).
  • Dari riwayat Wail bin Hujr lainnya,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bertakbir ketika mau merunduk. Jika beliau mengangkat badannya, beliau pun bertakbir. Beliau mengangkat tangannya ketika mau bertakbir. Lalu beliau mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.” (HR. Ath Thoyalisi)
  • Mengutip dari berbagai sumber, mengangkat tangan di sini merupakan keterangan dalam salat fardhu yang tidak terdapat takbir zawaid sebagaimana dalam salat Ied. Akan tetapi diqiyaskan dengan mengangkat tangan dalam takbiratul ihram, ruku’ dan ketika bangkit dari ruku’, maka mengangkat tangan saat takbir tersebut bisa dimaksudkan untuk keadaan-keadaan tadi.

    Namun perlu diketahui bahwa tidak ada hadis shahih yang menunjukkan mengangkat tangan saat takbir zawaid. (Irwaul Gholil, 3: 112-114)

    Selain diqiyaskan dengan sholat wajib, juga ada keterangan dari Ibnul Qayyim bahwa Ibnu ‘Umar – sahabat Nabi yang dikenal sangat ittiba’ – juga mengangkat tangan saat takbir zawaid. Anda juga bisa memperhatikan penjelasan dari Ibnul Qayyim berikut:

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai sholat sebelum berkhutbah. Beliau melaksanakan sholat dua rakaat. Di rakaat pertama beliau melakukan takbir zawaid (tambahan) sebanyak tujuh kali di luar takbiratul ihram. Di antara takbir yang ada, beliau diam sebentar. Di antara takbir-takbir tersebut, tidak ada bacaan khusus di antara takbir-takbir tadi. Akan tetapi disebutkan dari Ibnu Mas’ud bahwa para sahabat biasa disanjung dan dipuji. Bisa pula di antara selang takbir tadi membaca shalawat. Ibnu ‘Umar yang sudah ma’ruf sangat mengikuti ajaran Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- biasa mengangkat tangan saat takbir (zawaid, takbir tambahan). (Zaadul Ma’ad, terbitan Muassasah Ar Risalah).

    Bacaan di Antara Takbir Zawaid

    ilustrasi salat di rumah

    ©2020 Merdeka.com/umroh.com

    Mungkin Anda sudah tahu bahwa ada takbir tambahan dalam pelaksanaan sholat Ied. Namun, yang tidak banyak diketahui adalah apa yang harus dibaca di antara takbir-takbir tersebut.

    Sebenarnya tidak ada bacaan atau dzikir tertentu yang diperintahkan untuk dibaca di antara takbir zawaid. Namun, terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”

    Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf membaca bacaan berikut di antara tiap takbir,

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

    Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

    Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).”

    Namun, bacaan di antara takbir zawaid sendiri tidak dibatasi hanya dengan bacaan ini saja. Boleh juga juga membaca bacaan lain selama di dalamnya terdapat pujian kepada Allah Ta’ala.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP