Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Manfaat Minyak Ikan untuk Depresi, Mengandung Nutrisi untuk Sehatkan Mental

Manfaat Minyak Ikan untuk Depresi, Mengandung Nutrisi untuk Sehatkan Mental Ilustrasi minyak ikan. ©2012 Shutterstock/tab62

Merdeka.com - Minyak ikan dikenal sebagai suplemen yang menyehatkan dan populer. Minyak ini adalah hasil ekstrak dari ikan berlemak seperti sarden, teri, makerel dan salmon. Kandungan utamanya yang banyak disorot dari minyak ikan adalah asam lemak omega-3 - asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA), yang terkenal untuk kesehatan jantung dan kulit.

Tapi manfaat minyak ikan sebenarnya masih sangat luas. Salah satunya untuk membantu mengatasi dan mencegah kondisi kesehatan mental tertentu. Manfaat minyak ikan ini didapat karena kandungan lemak omega-3nya, yang dapat memengaruhi kesehatan otak dan fungsi neurotransmiter tertentu.

Para peneliti juga telah mempelajari efek dari omega-3 terhadap depresi, dan perilaku lainnya. Meskipun masih banyak yang harus dilakukan terkait temuan ini, penelitian ini dinilai menjanjikan. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa omega-3 yang bisa didapat pada minyak ikan bisa membantu mengobati beberapa bentuk depresi.

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang bagaimana manfaat minyak ikan untuk depresi yang dikutip dari healthline.com.

Nutrisi Minyak Ikan

Terdapat tiga jenis omega-3 utama dalam makanan, dan dua di antaranya dapat ditemukan dalam minyak ikan, yaitu DHA (asam docosahexaenoic) dan EPA (asam eicosapentaenoic). Anda bisa mendapatkan minyak ikan dengan memasukkan ikan ke dalam menu makan atau melalui suplemen.

ilustrasi minyak ikan

©Shutterstock.com/R_Szatkowski

Memasukkan minyak ikan dan omega-3 sebagai bagian dari diet telah terbukti meningkatkan atau, dalam beberapa kasus, mencegah beberapa kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung, rheumatoid arthritis, dan kolesterol tinggi. Kondisi lain seperti ADHD serta beberapa bentuk kanker juga dipercaya dapat diatasi dengan minyak ikan.

Namun perlu dicatat bahwa minyak ikan dan minyak ikan cod bukanlah hal yang sama. Minyak ikan tidak mengandung vitamin lain seperti vitamin D dan A.

Manfaat Minyak Ikan untuk Depresi

Asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan penting untuk kesehatan otak. Mereka menjaga kesehatan sel-sel otak dan membantu memfasilitasi komunikasi antar sel. Mereka juga penting dalam perkembangan otak, dan terus memengaruhi kesehatan otak serta kondisi mental.

Manfaat minyak ikan untuk depresi telah diamati dalam penelitian, yang menunjukkan bahwa minyak ikan dipercaya berguna untuk mengobati depresi. Studi terkait manfaat minyak ikan untuk depresi menunjukkan bahwa kekurangan asam lemak omega-3 atau ketidakseimbangan rasio asam lemak omega-6 dan omega-3 di otak dapat dikaitkan dengan peningkatan tingkat depresi.

Selanjutnya, beberapa penelitian kecil yang dirancang dengan baik juga mendukung penggunaan minyak ikan sebagai tambahan terapi antidepresan.

Masih belum jelas bagaimana EPA dan omega-3 dapat memberikan manfaat minyak ikan untuk depresi. Para peneliti berpendapat bahwa hal itu mungkin terkait dengan efeknya pada serotonin dan reseptor serotonin di otak. Yang lain menilai bahwa omega-3 dari minyak ikan adalah yang bertanggung jawab dalam memperbaiki gejala depresi melalui efek anti-inflamasi.

Penelitian Omega-3 dan Depresi

Otak membutuhkan jenis asam lemak yang ada pada omega-3 agar berfungsi dengan baik. Diyakini oleh beberapa orang bahwa mereka yang mengalami depresi mungkin tidak memiliki cukup EPA dan DHA. Ini adalah premis yang digunakan para peneliti saat mereka mempelajari kemungkinan manfaat omega-3 dan manfaat minyak ikan untuk depresi.

Pada tahun 2009, para peneliti meninjau data dari tiga penelitian yang menggunakan EPA dalam pengobatan tiga jenis depresi yang berbeda: depresi berat berulang pada orang dewasa, depresi berat pada anak-anak, dan depresi bipolar. Sebagian besar subjek yang menggunakan EPA dalam setiap jenisnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dan mendapat manfaat dari EPA dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo.

Tinjauan penelitian lain terkait manfaat minyak ikan untuk depresi dari tahun 2004 tentang omega-3 dan depresi menunjukkan bahwa DHA juga dapat memainkan peran penting bersama EPA dalam pengobatan berbagai jenis depresi. Mereka yang mengalami depresi ringan, depresi pascamelahirkan, dan keinginan bunuh diri memiliki tingkat EPA dan DHA yang lebih rendah. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi EPA dan DHA yang ditemukan dalam minyak ikan dianggap bisa memperbaiki gejala depresi bagi sebagian besar peserta yang diuji.

Secara keseluruhan, penelitian yang dilakukan memiliki hasil positif untuk penggunaan minyak ikan dan omega-3 dalam pengobatan dan pengelolaan depresi. Namun, sebagian besar penelitian mengakui perlunya penelitian yang lebih besar dan penelitian lanjutan tentang manfaat minyak ikan untuk depresi ini.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP