Domba telah lama menjadi identitas Kabupaten Garut di Jawa Barat. Sejumlah upaya hingga kini terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut sebagai langkah pelestarian hewan tersebut, salah satunya melalui pengesahan perda khusus domba Garut.
Disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan, Sabtu (15/10), perda tentang domba Garut itu akan menitikberatkan pada upaya pelindungan dan penjagaan ras asli hewan ini. Diketahui perda ini akan disahkan pada 22 Oktober 2022 mendatang.
"Kemarin kan sudah tahapannya, dan kita sepakat tanggal 22 (Oktober) itu adalah pengesahan 9 Raperda termasuk di antaranya adalah perda tentang perlindungan domba," kata Rudy Gunawan di sela acara seni adu ketangkasan domba kejuaraan Kapolres Garut Cup di Pamidangan Domba Anugerah, Garut, mengutip ANTARA.
Advertisement
Menurut Rudy, pembahasan perda tersebut sudah selesai dan akan segera disahkan bersamaan dengan perda lainnya lewat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut.
Menurutnya, Perda Pelestarian Domba Garut itu sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Hukum dan HAM, termasuk dikonsultasikan dengan Kementerian Pertanian RI.
Koordinasi tersebut, kata Rudy, bertujuan untuk menyampaikan bahwa Kabupaten Garut memiliki perda tentang keistimewaan dari domba khas Garut.
"Kita sedang ada kesepakatan dan sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Hukum dan HAM, dan juga kami berkonsultasi dengan Kementerian Pertanian terutama Dirjen Peternakan bahwa kami mempunyai kekhususan khas domba Garut," katanya.
Advertisement
Perda domba Garut sendiri berisi tentang langkah perlindungan keaslian ras hingga penjagaan bibit. Saat ini, perda itu telah mendapatkan dukungan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian.
"Jadi wilayah sumber bibit domba Garut itu hanya ada di Garut dan itu ada SK Menteri Pertaniannya," kata Rudy.
Terkait seni ketangkasan domba Garut, Rudy juga menyampaikan bahwa upaya dukungan terus dilakukan sehingga bisa dikenal sebagai identitas dari kabupaten tersebut, terlebih perhelatannya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan penyakit mulut dan kuku (PMK)
"Kami, Pak Kapolres yang menginisiasi didukung oleh forkopimda bahwa ini adalah kegiatan dalam rangka menumbuhkan ekonomi, khususnya mereka di entitas yang ada hubungannya dengan domba," kata Rudy.