Sebuah situs peninggalan zaman batu besar (megalitikum) hingga kini masih berdiri di Kampung Cibedug, Kelurahan Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.
Lokasi ini berbentuk punden berundak, dengan susunan batu yang mengerucut ke atas. Di sekitarnya tumbuh pohon-pohon besar.
Lokasi ini dipercaya pernah jadi tempat beribadah warga di wilayah Citorek pada 2500-1500 SM.
Situs Lebak Cibedug jadi bukti kehidupan bangsa nenek moyang yang berdaya dan mampu membangun sebuah peradaban.
Advertisement
Mengutip kanal YouTube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Kamis (23/11), lokasi situs Lebak Cibedug berada di dataran tinggi Kampung Adat Citorek.
Perjalanan bisa ditempuh selama beberapa menit, dengan melintasi perbukitan dan hutan warga. Lokasinya jauh dari permukiman dan cukup menenangkan.
Undakan sendiri terdiri dari tiga tingkatan, dengan akses pintu masuk di sebelah barat melalui anak tangga yang berjumlah sekitar 30-an.
Advertisement
Untuk punden pertama terletak di paling bawah situs dan terbuat dari bongkahan batu andesit dengan satu anak tangga. Selain itu juga terdapat dua buah menhir dalam posisi rubuh yang saling berdampingan yang konon digunakan untuk pemujaan di zaman dahulu.
Di punden kedua, bentuknya seperti undakan yang memotong batas gundukan tanah. Punden ini memiliki tinggalan berupa bongkahan batu andesit berbentuk persegi, dan terdapat sebuah bangunan yang diberi pagar karena dikeramatkan oleh masyarakat.
Untuk punden ketiga, terletak di paling atas situs dan terdapat peninggalan berupa susunan batu andesit, serta sebuah ruangan dengan lantai batu bermotif khas barat dan timur. Terdapat tangga untuk mengakses lokasi tersebut.
Advertisement
Advertisement
Desain bangunan situs Lebak Cibedug menggambarkan sistem religi warga Citorek, Kabupaten Lebak di masa megalitikum.
Disampaikan Direktur Perlindungan Kebudayaan, Yudi Wahyudin, adanya situs Lebak Cibedug jadi bukti bahwa warga Lebak zaman dahulu sudah mampu membuat struktur bangunan berdesain megah.
“Jadi ini dibangun pada 2500 sampai 1500 sebelum masehi, dan masa-masanya sama dengan Gunung Padang yang ada di Cianjur. Ini jadi bukti kalau orang sudah bisa membuat bangunan besar,” katanya