Kisah Qori Cilik Asal Serang, Juara MTQ di Qatar dan Kalahkan Pesaing dari 50 Negara
Merdeka.com - Qori cilik bernama Zamzam Ardabili mencuri perhatian publik Kota Serang, Banten. Pasalnya, ia berhasil meraih juara 3 lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) internasional di Qatar. Untuk meraih ini, puluhan pesaing dari 50 negara berhasil dikalahkannya.
Sejumlah usaha ia kerahkan untuk meraih prestasi ini. Namun demikian, Zamzam yang masih kelas 6 SD ini tetap mampu menjalaninya karena mendapat dukungan penuh dari keluarganya.
Sehari-harinya ia terus melatih kemampuan membaca dan mengatur nadanya agar bisa tetap prima. Zamzam mengaku memiliki cita-cita menjadi Qori internasional, dan membahagiakan kedua orang tuanya.
Termotivasi oleh Sang Kakak

©2023 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com
Zamzam sehari-harinya mempelajari Alquran bersama teman-temannya di Pondok Pesantren Al Munawwar Al Nawawiyah. Di sana ia mendapat banyak motivasi untuk menjadi penghafal dari sang kakak.
Menurutnya, kakaknya jugalah yang mendorong agar ia menjadi seorang Qori di keluarga tersebut. Sebelumnya sang kakak yang bernama Zain itu juga merupakan seorang penghafal Alquran dan meraih juara di tingkat nasional.
“Motivasinya itu didapat dari kakak Zamzam, namanya Zain. Dulunya itu MTQ internasional dan dari keluarganya semuanya juga mendukung” kata Zamzam kepada wartawan, mengutip kanal YouTube Liputan6 SCTV, Jumat (3/3).
Mengikuti Perlombaan di Qatar
Setelah mendapat motivasi yang kuat dari kakak dan keluarganya, Zamzam mulai mendalami tentang pembacaan Alquran. Dari sana ia kemudian berhasil tembus ke perlombaan membaca Alquran di Qatar.
Untuk mengejar ini, dirinya mengaku diajarkan penuh oleh sang ayah yang merupakan pimpinan pondok pesantren tersebut. Di lomba itu, Zamzam berhasil meraih juara 3 dengan mengalahkan puluhan pesaing internasional.
Setelah memenangkan lomba, dirinya belum berpuas diri dan akan terus melatih kemampuan membaca Alqurannya.
“Perasaannya sangat bangga sekali, dan ini qadarullah, hadiah terindah dari Allah yang dari sejak kecil bisa diarahkan untuk mempelajari Alquran,” kata ibunda Zamzam, Marwati.
Berlatih Sejak Usia 4 Tahun
Sementara itu, ayah dari Zamzam, Hamzah Al Amin menjelaskan bahwa putranya sudah ia latih sejak usia 4 tahun. Sejak itu, ia membiasakan untuk mengenalkan putranya dengan Alquran sehingga terbiasa sampai sekarang.
Ia mencontohkan, salah satu metodenya adalah dengan membiasakan Zamzam untuk bangun sebelum subuh demi melatih suaranya. Ini membuat suara Zamzam menjadi merdu dan berhasil lolos menjadi juara.
“Untuk latihannya ini dilakukan sebelum salat subuh, dibangunin lalu sambil nungguin adzan. Jadi di jam-jam itu tantangannya ada untuk latihan suara, karena dia masih berat. Terus dilatih dan dilawan,” katanya.
Setelah meraih juara ini, Zamzam bertekad untuk terus mejaga kesehatan agar penampilannya selalu baik dalam membaca Alquran.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya