Kisah Jalan R.E Martadinata Jakarta Utara, Sering Sebabkan Kecelakaan di Tahun 1920
Merdeka.com - Sebagai salah satu jalanan tersibuk di Utara Kota Jakarta, Jalan R E Martadinata di Tanjung Priok ternyata Ancol menyimpan berbagai kisah yang jarang diketahui oleh masyarakat.
Bahkan, jalan yang berada di bawah jembatan flyover tersebut konon telah terkenal di masa penjajahan Belanda sebagai lokasi paling maut dengan deretan peristiwa kecelakaan yang membuat pengendaranya tewas.
Berdasarkan arsip sejarah yang Merdeka singkap, terdapat sejumlah fakta terkait alasan kawasan tersebut dikenal 'mengerikan' terutama di tahun 1920-1960 an. Melansir kanal YouTube Candrian Attahiyyat Jumat (5/11), berikut informasi selengkapnya.
Memiliki Nama Awal De Priok Weg


©2021 YouTube Candrian Attahiyyat/Merdeka.com
Sebagaimana diinformasikan Arkeolog Candrian Attahiyyat dalam kanal YouTubenya, dahulu jalan tersebut memiliki nama "De Priok weg" yang dalam bahasa Belanda artinya Jalan Priok.
Jalan tersebut diketahui memiliki sejarah yang panjang, dan sudah ada sejak abad ke-19. Candrian menyebut, dahulunya jalan tersebut merupakan lintasan tanah yang diperkeras dan terus diperbaiki kualitasnya oleh pemerintah Hindia Belanda.
"Tahukah anda bahwa jalan R E Martadinata ini dahulunya bernama jalan De Priok Weg. Weg artinya adalah jalan, jadi kurang lebih artinya adalah Jalan Priok. Jalan ini juga termuat dalam laporan publikasi Belanda yang diterbitkan tahun 1926 bertajuk Nederlandsch - Indische Wegenvereeniging, de Priokweg" kata dia
Diaspal Pertama Kali Tahun 1920 dan Jadi yang Terbaik di Dunia


©2021 YouTube Candrian Attahiyyat/Merdeka.com
Di publikasi tersebut turut dirincikan seputar Jalan R E Martadinata yang pertama kali diaspal tahun 1920 hingga menjadi bagus bertahap.
Dengan meningkatnya kualitas tersebut, Jalan R E Martadinata pun menyandang gelar sebagai jalan dengan kualitas paling baik di dunia, karena pada masa itu sangat jarang terdapat jalan dengan kualitas beraspal mahal seperti di sana.
"Kebanyakan para pembaca tentu sudah kenal Jalan Priok. Tetapi kira-kira tidak tahu keadannya ini waktu itu. Dengan ongkos beribu ribu, jalan itu menjadi suatu jalan yang paling baik. Sehingga di dunia jarang didapati jalan sedemikian itu" seperti tertulis di publikasi tersebut, dengan ejaan lama.
Mengundang Malapetaka Usai Diaspal


©2021 YouTube Candrian Attahiyyat/Merdeka.com
Sayangnya, meningkatnya kualitas jalan itu tidak dibarengi dengan selamatnya para pengguna jalan melintas. Justru kondisi jalan yang beraspal mulus menjadi penyebab utama kecelakaan di sana.
Hal ini disebabkan karena ruas jalan yang sepi, sehingga menyebabkan ketakutan dari para pemilik kendaraan hingga memacu kendaraannya dengan cepat.
"Karena jalanan sepi dan sangat sedikit penduduk membuat para pengendara di sana khawatir akan terjadi sesuatu pada kendaraannya, sehingga mereka memacu kendaraannya dengan kencang. Oleh karena itu jalan Priok Weg ini sering dikatakan sebagai jalan maut" kata Candriyan.
Wajib Bunyikan Klakson hingga Terdapat Tempat Berdoa Untuk Keselamatan

Tempat berdoa komunitas Tionghoa dari Glodok tahun 196 agar tidak kembali terjadi kecelakaan di Jalan R.E Martadinata atau Jalan Priok
©2021 YouTube Candrian Attahiyyat/Merdeka.com
Turut dikenal sebagai tempat kecelakaan, membuat masyarakat yang melintas memercayai adanya mitos yang berkembang. Salah satu yang cukup langgeng dianut adalah harus membunyikan beli atau klakson sebanyak tiga kali untuk mengusir roh jahat yang mengganggu pengguna jalan.
Masyarakat di sana beranggapan, makhluk tak kasat mata tersebut kerap ikut melintas sehingga menjadi salah satu penyebab kecelakaan.
Bahkan, untuk memutus mitos tersebut sekelompok warga Tionghoa dari Glodok turut mendirikan 'tepekong' atau tempat berdoa di salah satu sudutnya agar para pengguna jalan terlindungi.
"Jadi tepekong ini didirikan tidak jauh dari lokasi jembatan si manis jembatan ancol oleh warga Tionghoa di Glodok untuk menghindari roh halus, dan mencegah kecelakaan di sekitar tahun 1960" katanya
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya