Kisah Golok Ciomas yang Melegenda, Dulu Dipakai Petani sampai Jawara Lawan Belanda
Merdeka.com - Banten telah lama dikenal sebagai tempat lahirnya para jawara. Pada masa lalu, para jawara Banten kerap melawan penjajah menggunakan sebuah senjata bernama golok. Di Kabupaten Serang, terdapat salah satu kecamatan bernama Ciomas yang termasyhur sebagai wilayah penghasil golok.
Golok khas wilayah Ciomas memiliki ciri yang kuat dengan beberapa motif seperti Kembang Kacang, Mamancungan, Candung, dan Salam Nunggal. Golok Ciomas dibuat dari besi bernama Sulakar, yang juga dipakai sebagai bahan pijakan kaki di kereta delman pada masa lampau.
Banyak yang menarik dari senjata tajam yang menyerupai pedang ini. Bahkan hingga sekarang, golok Ciomas masih menjadi buruan para kolektor karena memiliki nilai historis dan magis yang cukup kuat.
Berikut ulasan selengkapnya yang berhasil dihimpun Merdeka.com, Jumat (10/6)
Dipakai Petani Lawan Belanda

©2022 kebudayaan.kemdikbud.go.id/ Merdeka.com
Pada tahun 1888, golok menjadi senjata andalan warga Banten, termasuk di Ciomas, Kabupaten Serang. Pada masa itu, para petani Banten bersatu bersama jawara dan kalangan ulama untuk memukul mundur pasukan penjajah Belanda yang sewenang-wenang.
Mengutip laman Uin Banten, dalam penelitian berjudul “Golok Pusaka Cilegon dalam Dinamika Budaya Banten – Faldi Ahmad (2018) merujuk Halwany Michrob dan Mujahid Chudari, "Catatan Masa Lalu Banten" disebutkan jika peristiwa tersebut sudah diskenario dengan baik.
Rakyat dan kalangan petani yang waktu itu menjalani hidup sehari-hari seperti biasa tidak dicurigai Belanda lantaran dianggap tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Namun rupanya Belanda salah sangka, karena para petani justru telah menyiapkan golok-golok yang diselipkan ke pinggang dan terhalang oleh pakaian hingga pemberontakan pun tak terhindarkan.
Menjadi Pajangan di Banyak Rumah Warga Banten
Sebagai upaya kewaspadaan, banyak warga di Banten yang memajang golok di dalam rumahnya. Disebutkan jika alat tersebut bisa menjadi salah satu medium untuk menangkal serangan musuh atau orang yang berniat jahat saat bertamu ke rumah si pemilik.
“Makanya tidak heran jika di setiap rumah di 67 daerah Cilegon-Banten itu pasti mempunyai golok untuk berjaga-jaga dari serangan musuh,” tulis penelitian itu.
Bagi sebagian orang yang percaya, Golok Ciomas memiliki kekuatan magis yang bisa membuat musuh gentar. Betapa tidak, kesaktiannya konon bisa melukai siapapun tanpa membukanya. Bahkan kulit manusia yang terkena sabetan dari Golok Ciomas sukar sembuh.
Beralih Fungsi Jadi Perkakas.
Makin ke sini, fungsi golok khususnya yang berasal dari Ciomas kian berubah. Saat ini, alat tersebut banyak dipakai sebagai pajangan dengan nilai sejarah yang tinggi. Selain itu, beberapa jenis golok lain juga banyak dijadikan sebagai alat perkakas semisal untuk membabat tanaman atau rumput.
Merujuk laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, golok banyak membantu pekerjaan sehari-hari, terlebih bagi para petani atau pekebun. Walau demikian, golok juga masih dipergunakan oleh para pesilat sebagai salah satu alat pertahanan diri maupun sebagai alat penyerang.
Golok Ciomas saat ini masih mengakar kuat dengan sejarah di Banten. Karena berdasarkan riwayat yang tumbuh di warga, alat tersebut begitu dengan dengan pertumbuhan dan kejayaan dari Kesultanan Banten.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya