Sedikit jumlahnya bangunan kuno yang masih bertahan hingga sekarang. Ada yang hancur atau berganti bangunan baru. Namun hal serupa tidak berlaku bagi Masjid Pejlagrahan yang ada di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Jika ditelusuri tahun pembuatannya, masjid ini konon dibangun di abad ke-15 silam. Bisa dikatakan bahwa bangunan ini menjadi tempat beribadah umat muslim pertama di Cirebon.
Sebab, sang inisiator pembangunan adalah Pangeran Cakrabuana yang merupakan raja pertama yang memimpin pemerintahan tradisional (keraton).
Hingga sekarang, Masjid Pejlagrahan masih berdiri kokoh. Pihak pengelola pun masih berupaya menjaga keaslian bangunan, dengan tidak banyak mengubah bentuk dan struktur asli.
Jika sedang berada di Cirebon, mampirlah untuk mengagumi keindahan sekaligus merasakan suasana kuno khas masa lampau.
Advertisement
Selama ini, mungkin kalangan umum lebih mengenal masjid tertua di Cirebon adalah Masjid Sang Cipta Rasa.
Foto: Youtube Fadmi Sustiwi.
Ini karena sisi arsitekturnya yang juga masih mempertahankan gaya lawas, dengan tahun pembuatan yang sama yakni 1400-an.
Namun nyatanya, Masjid Pejlagrahan lah yang pertama kali dibangun di Cirebon yakni pada tahun 1410 masehi. Sementara, Masjid Sang Cipta Rasa baru berdiri pada 1480 atau 70 tahun kemudian.
Mengutip wistakon.cirebonkota.go.id, saat itu, masjid ini dijadikan pusat penyebaran agama Islam khususnya di wilayah pesisir utara Jawa Barat, melalui pengajian dan perkumpulan sosial.
Advertisement
Nuansa kuno sudah terlihat sejak pintu gerbang yang terhubung dengan gang di sana.
Di gang juga tertulis Masjid Pejlagrahan yang terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, Suaka Peninggalan sejarah Purbakala.
Suasana kuno kemudian makin kental saat memasuki area masjid, dengan ukuran 8x6 meter persegi itu.
Tiang-tiang kayu, beserta plafon penyangga atap masjid menjadi salah satu bukti peninggalan lampau tersebut. Lalu, pintu utama masjid yang berukuran lebih rendah menjadi ciri lainnya khas abad ke-15.
“Ini jadi masjid paling tua, sebelum adanya Masjid Sang Cipta Rasa, musala ini dulu yang dibangun,” terang Sekretaris DKM Pejlagrahan, Darjati, mengutip ANTARA.
Advertisement
Awalnya, masjid ini hanya merupakan musala yang berada di tepi pantai dengan ukuran yang tidak terlalu besar.
Kemudian, tempat ini juga dijadikan lokasi beristirahat oleh para pelayar di laut Jawa yang singgah di Cirebon.
Fungsi ini sesuai dengan nama masjid yakni Pejlagrahan atau dalam bahasa setempat memiliki arti tempat peristirahatan atau persinggahan sementara.
Sampai sekarang, masjid masih menampilkan sisi nyamannya terlebih dengan banyaknya ventilasi sebagai perputaran udara sehungga membuat masjid terasa sejuk walau tanpa menggunakan pendingin ruangan.
Advertisement
Mengutip Youtube Fadmi Sustiwi, dua bukti lain yang masih ada sejak pertama kali didirikan adalah berupa tembok di sela keramik belakang masjid dekat sumur tua.
Tembok ini sudah keropos, dengan penguat kapur. Lalu ada juga bekas memolo atau pengganti kubah yang biasa ditemukan pada masjid-masjid kuno sebelum abad ke-18. Selain itu, ada juga piagam pendirian masjid yang ditulis menggunakan bahasa Arab di atas kayu.
Tembok asli yang tersisa di Masjid Pejlagrahan.
Sampai sekarang, masjid terus dirawat melalui swadaya masyarakat sekitar sebagai bukti peninggalan sejarah peradaban Islam di Cirebon.
Advertisement