Jadi Sajian Khas Tahun Baru Islam, Ini Filosofi Bubur Merah Putih khas Jawa Barat
Merdeka.com - Bagi masyarakat Jawa Barat, bubur merah putih selalu menjadi sajian khas di setiap perayaan tahun baru Islam. Tekstur yang lembut serta mengenyangkan, membuat kehadirannya selalu ditunggu-tunggu.
Mengutip briliofood.net, Selasa (10/08), bubur yang kerap dihidangkan bersama gula merah dan santan ini dihantarkan warga ke masjid-masjid di sekitar lingkungan mereka. Kemudian, bubur ini akan disantap bersama usai doa di acara 1 Muharram.
Ternyata terdapat sejumlah filosofi unik di balik sajian bubur merah putih dalam perayaan tahun baru Islam ini. Apa saja itu?
Bermakna Kelahiran Kembali

Pawai obor sebagai salah satu peringatan tahun baru Islam ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
Di balik kelezatan rasanya yang gurih dan legit, bubur merah putih ini juga menjadi hidangan utama di perayaan tahun baru Islam di Kabupaten Indramayu. Di kota mangga tersebut, panganan yang juga disebut bubur suro itu kerap dijadikan sebagai simbol kelahiran kembali dalam memasuki tahun yang baru.
Selain itu bubur tersebut juga biasa dijadikan sebagai bentuk syukur masyarakat, atas kelahiran putra putri mereka. Melansir budaya-indonesia.org, masyarakat di pesisir utara Jabar juga kerap menyajikan bubur suro dengan menempatkan bubur merah di bagian tengah bubur putih.
Makna lainnya adalah, warna merah akan menjadi simbol keberanian dari sang anak di kehidupan ketika dewasa kelak.
Memperingati Wafatnya Cucu Nabi Muhammad
Selain Indramayu, sajian bubur suro atau bubur merah putih juga ambil bagian di pelaksanaan tahun baru Islam di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Mengutip di pemberitaan Liputan6.com, pada Senin (09/08), masyarakat Garut kerap menyimbolkan bubur gurih manis tersebut sebagai medium untuk memperingati wafatnya salah satu cucu Nabi Muhammad SAW saat berperang.
Tak jauh berbeda, masyarakat setempat juga akan menyiapkan bubur merah dan bubur putih. Bedanya, bubur tidak ditaruh di satu wadah, melainkan disajikan secara terpisah. Kemudian bubur suro dibawa ke masjid terdekat bersamaan dengan hidangan tradisional Garut lainnya.
Cara Membuat Bubur Merah Putih
Untuk membuat bubur merah putih, bahan yang diperlukan cukup mudah yakni beras 300 gram (dicuci bersih), gula merah 300 gram (diiris-iris tipis), santan 1 1/2 liter (dari 1 butir kelapa), daun pandan 2 lembar (dibuat simpul), garam secukupnya dan daun pisang secukupnya.
Langkah pertama, rebus beras hingga menjadi bubur bersama santan yang telah diberi daun pandan dan garam. Kemudian setelah menjadi bubur, pisahkan sebagian porsi untuk dimasak dengan gula merah.
Bubur kemudian diaduk-aduk hingga irisan gula larut dan bubur menjadi berwarna merah kecoklatan. Tak lama, bubur bisa diangkat dan disajikan ke wadah. Terakhir tambahkan bubur putih yang bisa disajikan di atas atau di sampingnya, hingga bubur merah putih siap untuk disantap
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya