Harga Domba di Lebak Naik Jelang Iduladha, Begini Kata Pedagang
Merdeka.com - Harga hewan kurban domba mulai merangkak naik jelang hari raya Iduladha. Di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten kenaikan terjadi di beberapa lapak penjual. Menurut pedagang kenaikan terjadi seiring melonjaknya permintaan pasar.
Salah satu penjual, Yana mengaku kenaikan ini sulit dicegah. Pihaknya lantas mengikuti tren penyesuaian harga, karena tingginya mobilitas penjualan. Menurutnya kenaikan terjadi di hampir semua jenis domba.
“Kenaikan ini karena adanya peningkatan (penjualan) yang udah-udah sih begitu, ya,” kata Yana, pemilik lapak hewan kurban H. Yana, di Rangkasbitung, mengutip YouTube SCTV Banten, Kamis (15/6).
Naik Sebesar Rp500 Ribu

©2023 YouTube SCTV Banten/ Merdeka.com
Yana menyebut jika kenaikan domba di tempatnya sebesar Rp500 ribu tiap ekornya. Harganya sendiri berbeda, karena menyesuaikan ukurannya.
Untuk domba yang ukuran kecil, sebelumnya dijual Rp2 juta, kini jadi Rp2,5 juta. Domba ukuran sedang sebelumnya Rp4 juta kini menjadi Rp4,5 juta, dan untuk domba ukuran super atau besar, dia jual sebesar Rp6,5 juta.
“Ini sudah mulai berlaku kenaikannya, untuk harganya sendiri mulai dari Rp2,5 juta sampai yang tertinggi Rp6,5 juta. Dan sekarang sudah mulai naik, harganya itu Rp500 ribu an tiap ekor dan ukurannya,” kata Yana.
Capai Penjualan Tinggi

©2023 YouTube SCTV Banten/ Merdeka.com
Yana menambahkan jika tingkat penjualan memang tengah naik di tahun ini. Biasanya pembeli memilih hewan kurban, jauh-jauh hari sebelum hari H, dan menitipkannya di lapak sebelum diambil.
Domba-domba ini diambil Yana dari peternak lokal, termasuk Jawa Barat. Saat ini terdapat 30 an domba milik pembeli yang sudah dibayar, dan sedang dititip di lapaknya. Mereka akan mengambil saat menjelang hari raya kurban.
“Kalau yang beli di sini biasanya bayar dulu, udah dibayar dititip. Sekarang sudah banyak sih yang beli dan disimpan di kandang, di sana ada kurang lebih sekitar 30 ekor,” kata Yana lagi.
Untuk membuat domba-dombanya tetap sehat, Yana rutin memandikannya dan merawat kebersihan lapak berjualannya.
Pengecekan Dimaksimalkan
Sementara itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Lebak terus memaksimalkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Langkah ini untuk mencegah mewabahnya penyakit mulut dan kuku atau PMK serta lumpy skin disease yang marak.
Salah satu lapak yang diperiksa berada di Kampung Cibeureum, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak. Pemeriksaan difokuskan di mulut, kulit serta kakinya. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga menanyakan asal muasal hewan kurban tersebut untuk menelusuri lebih lanjut.
“Kami tetap mengikuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian, bahwa kita mewaspadai banyaknya penyakit LSD juga PMK, ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran penyakit hewan berbahaya di Kabupaten Lebak,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Kabupaten Lebak, Hanik Malichatin
Pemilik lapak, Endang mengaku dari hasil pemeriksaan di tempatnya, hewan kurban yang dijual berstatus sehat dan tidak ada yang terpapar.
“Alhamdulillah, karena perawatannya yang maksimal, di sini tidak ada yang terpapar,” kata Endang.
Masyarakat diharapkan akan lebih nyaman dalam memilih hewan kurban, usai digencarkan pemeriksaan kesehatan oleh dinas terkait.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya