Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diklaim Ramah Lingkungan, Begini Cara Kerja Bahan Bakar dari Air Laut Gagasan Mahasiswa UI

Diklaim Ramah Lingkungan, Begini Cara Kerja Bahan Bakar dari Air Laut Gagasan Mahasiswa UI

Diklaim Ramah Lingkungan, Begini Cara Kerja Bahan Bakar dari Air Laut Gagasan Mahasiswa UI

Melalui pemanfaatan air laut ini, diharapkan akan menjadi sumbangsih dalam perwujudan energi bersih dan terjangkau di Indonesia.

Diklaim Ramah Lingkungan, Begini Cara Kerja Bahan Bakar dari Air Laut Gagasan Mahasiswa UI

Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT), Universitas Indonesia (UI) menawarkan gagasan bahan bakar alternatif dari air laut.

Ketiga mahasiswa angkatan 2022 itu mengklaim jika bahan bakar tersebut lebih ramah lingkungan. Tim yang terdiri dari Shandy Haura Fathin, Ghina Athahillah Said Kamilah Rozanov, dan Muhammad Daffa Al Rasyid itu menamai bahan bakar tersebut dengan “Green Hydrogen”

Gunakan air laut

Disampaikan Shandy Haura, bahan bakar alternatif Green Hydrogen ini menggunakan kombinasi antara air laut dan air murni. Menurutnya, ini sebagai salah satu cara pemanfaatan sumber air yang melimpah di Indonesia. "Ide ini kami gagas sebagai bentuk perwujudan energi baru terbarukan di Indonesia. Kami melihat bahwa air adalah salah satu potensi besar dapat menjadi sumber bahan bakar yang bersih dan terjangkau," kata Shady, Senin (21/8), dikutip dari ANTARA.

Gunakan unsur elektro dari air laut

Gunakan unsur elektro dari air laut

Adapun pengambilan energi gerak dari bahan bakar ini berasal dari proses elektrolisis dari air laut.

Nantinya bahan bakar Green Hydrogen ini akan diproduksi dengan memanfaatkan elektrolisis tersebut, tanpa langkah pemurnian. Dirinya juga mengklaim dengan menggunakan kedua unsur dari air laut dan air murni ini, proses pencapaian menuju elektrolisasi akan lebih efisien dan rendah biaya.

Cara kerja bahan bakar dari air laut

Untuk cara kerjanya sendiri, elektrolisis dari unsur air laut dan air murni diuraikan menjadi senyawa oksigen dan hydrogen gas dengan memanfaatkan arus listrik yang dihantarkan melalui air. Dari proses tersebut, metode elektrolisis air alkali dengan elektrolit lantas dapat bekerja pada pH basa. Proses elekrolit juga akan dilapisi dengan platina yang akan ditempatkan di elektrolit bersuhu dan pH yang berbeda.

Salah satu percobaan elektrolisis air laut menggunakan elektroda grafit (C) dapat membantu dalam menentukan nilai batas tegangan dan kuat arus berdasarkan jumlah hidrogen yang dihasilkan untuk digunakan lebih lanjut. Melalui pemanfaatan air laut ini, diharapkan akan menjadi sumbangsih dalam perwujudan energi bersih dan terjangkau di Indonesia.

Dijuluki Sang Penjaga Laut Indonesia, Ini Sosok Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat
Dijuluki Sang Penjaga Laut Indonesia, Ini Sosok Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat

Sosok Laksmana Muda TNI TSNB Hutabarat sang penjaga laut Indonesia dengan segudang prestasi dan pengalamannya di bidang militer.

Baca Selengkapnya
Kembangkan SDM UMKM, Pemkot Bontang Gelar Bimtek pengemasan dan pemasaran Hasil Laut
Kembangkan SDM UMKM, Pemkot Bontang Gelar Bimtek pengemasan dan pemasaran Hasil Laut

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Bontang menggelar bimbingan teknis terkait pengemasan dan pemasaran produk hasil laut.

Baca Selengkapnya
Empat Rudal TNI AL Meluncur Hancurkan Kapal saat Latgab, Ini Potrenya Disaksikan Panglima
Empat Rudal TNI AL Meluncur Hancurkan Kapal saat Latgab, Ini Potrenya Disaksikan Panglima

Momen saat rudal milik TNI Angkatan Laut (AL) diluncurkan pada momen Latihan Gabungan (Latgab) di perairan laut Jawa.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kelola Blok Masela, PHE Berpeluang Garap Proyek Migas di Negara Lain
Kelola Blok Masela, PHE Berpeluang Garap Proyek Migas di Negara Lain

Dengan mengelola laut lepas termasuk Blok Masela, ke depan PHE akan lebih berpeluang untuk pengerjaan wilayah kerja lain.

Baca Selengkapnya
Sedang Menyelam di Laut, Penyelam Tak Sengaja Tersandung Bangkai Kapal 2.200 Tahun
Sedang Menyelam di Laut, Penyelam Tak Sengaja Tersandung Bangkai Kapal 2.200 Tahun

Para penyelam angkatan laut tak sengaja temukan kapal karam berusia 2.200 tahun yang berada di sepanjang pantai Kroasia.

Baca Selengkapnya
Sekjen Kemnaker Apresiasi Kemitraan Indonesia dan ILO di Bidang Ketenagakerjaan
Sekjen Kemnaker Apresiasi Kemitraan Indonesia dan ILO di Bidang Ketenagakerjaan

Kemnaker juga menyambut baik dukungan dari ILO terhadap perluasan kesempatan kerja dan pelatihan vokasi.

Baca Selengkapnya
Berdayakan Warga Lokal Kelola Lingkungan, Kepala Otorita IKN Bangun Kemitraan Kawasan Lindung
Berdayakan Warga Lokal Kelola Lingkungan, Kepala Otorita IKN Bangun Kemitraan Kawasan Lindung

Kerja sama antara OIKN dan YAD ini bukan hanya meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan kawasan lindung.

Baca Selengkapnya
Kospermindo Ekspor Rumput Laut Ke China Wujudkan Hilirisasi Komoditas Lokal
Kospermindo Ekspor Rumput Laut Ke China Wujudkan Hilirisasi Komoditas Lokal

MenKopUKM meyakinkan, kemampuan olahan rumput laut dalam menyubstitusi tepung terigu impor memiliki pasokan bahan baku yang cukup.

Baca Selengkapnya