Merdeka.com - Gangguan bipolar, yang juga dikenal sebagai manik depresi, adalah penyakit mental yang membuat suasana hati seseorang berubah secara ekstrem dari tinggi ke rendah dan sebaliknya. Kondisi ini dapat memengaruhi seseorang, seperti misalnya dalam hal tidur, energi, pemikiran, dan perilaku.
Orang yang memiliki gangguan bipolar dapat mengalami periode di mana mereka merasa terlalu bahagia dan bersemangat, dan periode lain di mana muncul perasaan yang sangat sedih, putus asa, dan lesu. Di antara periode tersebut, mereka biasanya merasa normal. Anda dapat menganggap tinggi dan rendah tersebut sebagai dua "kutub" berbeda dari suasana hati, itulah sebabnya disebut dengan gangguan "bipolar".
Kata "manik" sendiri menggambarkan saat-saat ketika seseorang dengan gangguan bipolar merasa terlalu bersemangat dan percaya diri. Perasaan ini juga dapat melibatkan iritabilitas dan pengambilan keputusan yang impulsif atau sembrono. Sekitar setengah dari orang-orang yang mengalami mania juga dapat mengalami delusi atau halusinasi.
"Hypomania" menggambarkan gejala mania yang lebih ringan, di mana seseorang tidak memiliki delusi atau halusinasi, dan gejalanya yang tinggi tidak mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.
Kata "depresif" menggambarkan saat-saat ketika orang tersebut merasa sangat sedih atau tertekan. Gejala tersebut sama dengan yang dijelaskan pada gangguan depresi mayor atau "depresi klinis", suatu kondisi di mana seseorang tidak pernah mengalami episode manik atau hipomanik.
Gangguan bipolar pada orang dewasa tak hanya dapat memengaruhinya di rumah, namun juga akan berdampak pada pekerjaannya. Dilansir dari additudemag.com, berikut kami sampaikan apa saja ciri bipolar pada dewasa yang tampak di rumah dan juga di tempat kerja.
Ciri Bipolar pada Dewasa di Rumah
Gangguan bipolar mempengaruhi hubungan pasien, penggunaan zat, dan tidur mereka. Selama fase manik, Anda mungkin memperhatikan adanya ciri bipolar pada dewasa seperti:
Dorongan seks yang tinggi — terlibat dalam seks bebas dengan orang asing, menginginkan atau menuntut seks dengan pasangan lebih sering dari biasanya, atau masturbasi secara berlebihan
Meningkatnya penggunaan pornografi
Sedikit atau bahkan tidak ada kepuasan yang didapat dari seks, meskipun frekuensinya lebih tinggi; Anda selalu merasa seperti "membutuhkannya lebih banyak"
Perilaku berisiko lainnya, seperti penggunaan narkoba, minum alkohol, atau berjudi
Menghabiskan lebih banyak uang dari biasanya; melakukan pembelian impulsif dan boros seperti perhiasan, mobil, atau barang mewah lainnya di luar anggaran normal
Semburan "energi kreatif" — seperti memulai proyek yang ambisius, namun sering tidak fokus dan akhirnya terjebak di antara beberapa proyek sekaligus, atau meninggalkan yang belum selesai
Perasaan optimisme yang intens atau tak terkalahkan; merasa seperti Anda dapat dan harus melakukan apa pun yang diinginkan oleh hati Anda
Marah dengan teman atau keluarga karena mengecilkan hati atau tidak memahami ide dan impuls Anda
Ketidaksabaran dengan pasangan Anda dalam hal-hal seperti "berbicara perlahan"
Membicarakan orang lain lebih dari biasanya; sebagian besar percakapan sepenuhnya menjadi "sepihak" setelah beberapa menit
Sedikit tidur, atau bahkan tidak sama sekali
Sedangkan selama fase depresi, Anda mungkin memperhatikan adanya ciri bipolar pada dewasa seperti:
Sedikit atau tidak tertarik pada seks, bahkan dengan pasangan
Untuk pria, dapat menyebabkan disfungsi ereksi
Tidur terlalu banyak, atau merasa seperti Anda tidak pernah ingin bangun dari tempat tidur; dalam beberapa kasus, mengalami insomnia
Merasa lelah sepanjang waktu, tidak peduli berapa banyak (atau sedikit) Anda tidur
Merasa bersalah atau putus asa
Berkurangnya energi secara drastis untuk aktivitas sehari-hari, seperti menyiapkan makanan atau berinteraksi dengan teman
Tidak tertarik pada hobi normal, terutama yang cenderung overdrive selama fase manik
Perubahan nafsu makan yang dramatis, baik makan terlalu banyak atau terlalu sedikit
Pikiran bunuh diri; mungkin mencoba bunuh diri
Ciri Bipolar pada Dewasa di Tempat Kerja

www.huffingtonpost.com
Gangguan bipolar di tempat kerja tampak mirip dengan ciri yang sudah disebutkan sebelumnya, tetapi sifat hubungan Anda dengan rekan kerja dan atasan Anda mungkin sedikit mengubah penampilan luarnya. Saat bekerja selama fase manik, Anda mungkin memperhatikan adanya ciri bipolar pada dewasa seperti:
Berbicara begitu cepat sehingga tidak ada yang bisa memahami Anda
Lebih sering tertawa atau bercanda dan lebih bersemangat dari biasanya
Berdebat dengan atasan Anda bahkan atas kritik dalam hal kecil, atau marah pada rekan kerja karena dianggap remeh
Secara impulsif mengambil lebih banyak pekerjaan atau setuju untuk memimpin proyek baru, namun seringkali gagal menyelesaikannya
Sedangkan selama fase depresi, Anda mungkin memperhatikan adanya ciri bipolar pada dewasa seperti:
Kesulitan berkonsentrasi pada tugas sehari-hari; suka menjelajahi Internet tanpa berpikir alih-alih mengerjakan tugas, misalnya
Tidak dapat memenuhi tenggat waktu atau menangani beberapa tugas sekaligus
Melakukan panggilan telepon di luar dari pekerjaan lebih sering dari biasanya; mengarang alasan untuk tidak menyelesaikan tugas
Merasa putus asa tentang karier, masa depan di perusahaan, atau kehidupan Anda secara umum saat bekerja
Sering merasa kesal dengan rekan kerja karena perilaku normal
Kecemasan yang luar biasa tentang interaksi sehari-hari; misalnya berasumsi bahwa setiap email dari atasan adalah teguran
(mdk/ank)