Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Banten di Masa Lalu, Kala Gerabah Serang Laris Manis hingga ke Eropa

Cerita Banten di Masa Lalu, Kala Gerabah Serang Laris Manis hingga ke Eropa

Cerita Banten di Masa Lalu, Kala Gerabah Serang Laris Manis hingga ke Eropa

Selain rempah, Banten rupanya punya kisah tentang kerajinan gerabah yang kala itu turut mendunia.

Pelabuhan Karangantu di Kota Serang, Banten, pernah jadi saksi pesatnya perdagangan internasional di Banten pada abad ke-17. Di masa itu, rempah masih jadi komoditas unggulan untuk dikirim ke wilayah nusantara hingga ke beberapa negara.

Selain rempah, Banten rupanya punya kisah tentang kerajinan gerabah yang kala itu turut mendunia. Kabarnya, banyak kerajinan tanah liat yang dahulu dikirim untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Eropa.

Produk gerabah tersebut dibawa menggunakan kapal-kapal besar, dan dikemas dengan rapat sehingga aman sampai tujuan. Alasan produk Banten digemari pasar internasional karena motif yang mencolok, dengan proses pembuatan yang masih tradisional.

Sampai sekarang masih banyak perajin yang melestarikan gerabah khas Pulau Jawa bagian barat tersebut. Saat ini produk-produknya mayoritas merupakan perabot rumah tangga sebagai hiasan rumah.

Yuk selami kisahnya berikut ini.

Gambar gerabah peninggalan era Kesultanan Banten/ Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Cerita Banten di Masa Lalu, Kala Gerabah Serang Laris Manis hingga ke Eropa
Sudah Ada Sebelum Era Kesultanan Banten

Sudah Ada Sebelum Era Kesultanan Banten

Gerabah mengalami perjalanan yang panjang di wilayah Banten.

Bahkan menurut data klasik, pembuatannya diperkirakan sudah berlangsung sejak sebelum berdirinya kerajaan Banten atau diperkirakan masa Hindu Buddha.

Mengutip laman Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), ini ditandai dengan adanya penemuan situs gerabah berusia ratusan tahun lebih.

Gerabah lantas terus dikembangkan motif serta bentuknya, sehingga memiliki fungsi lainnya yakni untuk menyimpan rempah berupa lada, dan lainnya sehingga lebih awet dan terlindung dari debu serta kotoran.

Banyak Dibuat di Wilayah Banten Lama

Data arkeologis juga menyebutkan bahwa gerabah lokal banyak ditemukan peninggalannya di wilayah Banten lama. Kawasan ini memang terkenal sebagai sentra ekonomi, yang terus berkembang di zaman Kesultanan Banten.


Mulai dari kawasan Banten Lama, Lebak, sampai Ciruas Serang memiliki motifnya tersendiri, dengan produk unggulannya berupa gentong hingga kendi.

Karena pembuatannya murni memakai tangan, dengan proses pembakaran sempurna, maka kekuatan gerabah menjadi sangat kuat hingga awet terkurbur di dalam tanah selama berabad-abad.

Motif Khas Banten

Motif Khas Banten

Merujuk Youtube kebudayaan dan sejarah di Banten, Kang Dhepi Channel, terdapat ciri khas motif dari gerabah yang ada di Banten.

Ada dua klasifikasi yang populer dan khas peninggalan masa silam, yakni piring persegi, piring bulat, jamblangan bulat, silinder, pot bunga, kendi, priuk, wajan dan kuali untuk wadah. Sedangkan di luar wadah adalah periuk sebagai alat untuk memasak nasi.

Di Banten sendiri, motif berbentuk tumpeng, gerigi dan ceplok jadi ciri khas dan digemari para konsumen sejak era Kesultanan Banten. Ini berangkat dari proses pembuatannya yang dibentuk memakai jari dan alat pelapis sederhana mirip senduk semen.

Bandulu Jadi Motif yang Juga Laku Keras Sejak Dulu

Mengutip Liputan6, salah satu motif yang populer adalah Bandulu yang memiliki pengaruh kuat dari budaya Tiongkok. Dalam teknik pembuatannya akan dibentuk aneka gambar seperti flora, fauna, dan makhluk-makhluk mitologis yang berkembang kala itu.

Meski demikian, perajin gerabah jenis keramik Bandulu tetap memiliki identitas budaya yang unik dan khas setempat, yakni bentang alam beserta ciri sesuai daerahnya.

Aneka motif dan corak yang diaplikasikan di gerabah dapat menghasilkan daya tarik seperti gradasi warna, kehalusan gambar dan unsur kelokalan yang dimuat. Ini menjadikan keramik atau gerabah Banten saingan dari Tiongkok kala itu.

Proses Pembuatannya Masih Tradisional

Proses Pembuatannya Masih Tradisional

Sampai sekarang, gerabah khas Banten masih dilestarikan oleh masyarakat khususnya di wilayah Ciruas, Serang.

Beberapa warga masih memproduksi secara tradisional, dengan meniru penemuan keramik di masa silam yang terkubur di wilayah mereka.

Proses pembuatannya diawali dengan mengumpulkan tanah liat, lalu diberi air secukupnya agar mudah dibentuk. Dalam pembentukan menjadi proses yang cukup rumit karena komposisi air dan gerakan jari harus pas ketika memutar adonan.

Jika terlalu encer, maka adonan akan sulit dibentuk begitupun saat kurang air. Keluwesan dalam membuatnya benar-benar mengandalkan kesabaran. Setelah presisi, gerabah lantas dibakar menggunakan api dengan suhu terukur agar hasilnya maksimal.

Agar gerabah khas Banten ini bertahan, diperlukan bantuan pemerintah sebagai pelestari budaya Banten sehingga makin terkenal.

Cerita Banten di Masa Lalu, Kala Gerabah Serang Laris Manis hingga ke Eropa
Melihat Keunikan Isi Dalam Kincir Angin, Ikon Khas Negara Belanda yang Tak Lekang oleh Waktu
Melihat Keunikan Isi Dalam Kincir Angin, Ikon Khas Negara Belanda yang Tak Lekang oleh Waktu

Belanda merupakan salah satu negara di Eropa yang punya sejuta cerita.

Baca Selengkapnya
Jejak Peninggalan RA Kartini yang Masih Tersisa sampai Sekarang, Tersimpan di Jepara hingga Negeri Belanda
Jejak Peninggalan RA Kartini yang Masih Tersisa sampai Sekarang, Tersimpan di Jepara hingga Negeri Belanda

Banyak jejak tokoh perempuan ini yang masih dapat dijumpai hingga kini.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cerita Singkat Lucu yang Menghibur dan Bikin Hati Bahagia
Cerita Singkat Lucu yang Menghibur dan Bikin Hati Bahagia

Merdeka.com merangkum cerita singkat lucu yang menghibur dan bikin hati bahagia.

Baca Selengkapnya
Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun
Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Bangunan ini dulunya sempat miring karena tertiup angin, namun bisa tegak kembali karena tertiup angin dari arah yang berbeda

Baca Selengkapnya
Cerita Warga Depok Terjebak Rentenir, Pinjam Rp20 Juta Harus Bayar Rp500 Juta
Cerita Warga Depok Terjebak Rentenir, Pinjam Rp20 Juta Harus Bayar Rp500 Juta

Korban sempat menantang rentenir untuk melakukan sumpah mubahalah di depan majelis hakim.

Baca Selengkapnya
Darimana Asal Muasal Nama Benua
Darimana Asal Muasal Nama Benua "Eropa"? Ternyata Ini Sejarah Panjangnya

Darimana asal penamaan "Eropa" dari benua Eropa? Simak ulasan sejarah lengkapnya berikut ini.

Baca Selengkapnya
Melihat Keseruan Kirab Tebu Manten di Bantul, Tetap Berlangsung Meriah Walau Diguyur Hujan
Melihat Keseruan Kirab Tebu Manten di Bantul, Tetap Berlangsung Meriah Walau Diguyur Hujan

Acara itu rutin digelar setiap tahun sebelum musim giling tebu

Baca Selengkapnya