Angka Kehamilan di Tasikmalaya Meningkat 105%, Dinkes Beri Tanggapan

Rabu, 6 Mei 2020 15:25 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Angka Kehamilan di Tasikmalaya Meningkat 105%, Dinkes Beri Tanggapan Ilustrasi Hamil. unsplash ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kebijakan di rumah aja yang dicanangkan oleh pemerintah terkait pemutusan mata rantai Covid-19 ternyata memunculkan sebuah fenomena baru sekaligus unik. Pasalnya, akibat kebijakan peniadaan aktivitas di luar, Kota Tasikmalaya terjadi lonjakan kehamilan yang signifikan.

Dilansir dari Liputan6, Yuyun Darmawan, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa peningkatan terjadi sangat signifikan hingga mencapai 105 persen.

1 dari 4 halaman

Dialami Merata Oleh Perempuan Berusia 20-45 Tahun

ilustrasi hamil

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Subbotina Anna

Yuyun menjelaskan jika fenomena lonjakan kehamilan tersebut terjadi secara merata, rata-rata dialami oleh perempuan berusia muda hingga tua, atau rentang usia 20 hingga 45 tahun (menjelang menopause). Untuk yang berusia muda, mereka hamil setelah menikah di tahun 2019 dan usia kandungannya sudah ada yang 5 sampai 7 bulan.

"Tapi memang awal bulan Januari, Februari dan Maret memang banyaknya perempuan telah positif hamil dan mereka sudah melakukannya pemeriksaan di bidan maupun rumah sakit," ujar Yuyun, Selasa (5/5/2020).

2 dari 4 halaman

Terjadi Kenaikan Pertumbuhan Penduduk

ilustrasi balita

©Shutterstock/Morgan DDL

Menurut Yuyun, dapat dipastikan bahwa ditahun 2020 atau selama terjadi pandemi Covid-19 akan terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk yang signifikan di kota bagian selatan Jawa Barat tersebut. Dari data yang ia dapat, kebanyakan lonjakan kehamilan terjadi pada perempuan yang melepaskan KB.

3 dari 4 halaman

Akibat Himbauan untuk Tetap di Rumah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengungkapkan bahwa angka kehamilan yang signifikan bisa jadi setelah ada imbauan dari pemerintah terkait di rumah saja.

Uus menambahkan jika ketika seluruh masyarakat beraktivitas di rumah maka pembuahan positif dari para pasangan juga terjadi. Namun ia juga menyebut terdapat juga dari beberapa pasangan yang justru berhenti.

"Karena di tengah pandemi Covid-19 semua warga juga dianjurkan pemerintah harus di rumah saja. Ini mencerminkan para pasangan bisa kembali membuahkan hasil positif tapi ada beberapa orang juga berhenti," terangnya.

4 dari 4 halaman

Menghimpun Data Dari Puskesmas

Menurutnya kenaikan angka kehamilan yang cukup tinggi juga akan terlihat di bulan April. Saat ini pihaknya masih dalam penghitungan data dari setiap Puskesmas di Kota Tasikmalaya.

"Kami memang meminta agar warga, terutama perempuan seharusnya bisa di KB terlebih dahulu. Tapi dari mereka itu rata-rata sudah lepaskannya dengan kemauan ingin memiliki putra kembali," tandas Uus

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini