Angin Puting Beliung Hantam Cimenyan, Ternyata Ini Penyebabnya
Merdeka.com - Bencana puting beliung dilaporkan terjadi di Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Minggu 28/03 sore pukul 16.00 WIB kemarin. Kejadian itu menimbulkan ratusan rumah rusak, serta sejumlah pohon tumbang.
Manajer Pusdalops PB BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu menyebutkan jika angin puting beliung teramati di kawasan Jalan Ciharalang RW 03 hingga RW 06. Kejadian itu juga diketahui berbarengan dengan kondisi Cimenyan yang tengah diguyur hujan angin cukup deras.
"Rumah dan warung yang ada di jalan utama materialnya tertiup angin dan menumbangkan beberapa pohon menjadikan akses menuju RW yang lain tertutup. Angin bertiup dari lembahan menuju puncak (sesuai kajian awal)," terang Budi, sebagaimana dilansir dari Liputan6.
Tak Ada Korban Jiwa sampai Listrik Warga Padam
Budi menambahkan, bencana tersebut juga berdampak pada sejumlah warung milik warga serta gardu listrik yang membuat jaringan di wilayah tersebut terputus. Menurut Budi peristiwa tersebut tidak menimbulkan adanya korban jiwa.
"Yang terdampak warung, beberapa rumah warga, dan gardu listrik yang menjadikan listrik padam," ucap dia
Dari hasil pantauan, angin puting beliung di Cimenyan membuat beberapa pohon menutup akses jalur seperti jalan menuju RW 6, sehingga masyarakat hanya bisa menjangkau RT 02 RW 03 saja.
"Warga sedikit-sedikit membersihkan puing, memotong pohon tumbang untuk akses menuju RW lainnya," tambahnya.
Adanya Pembentukan Awan Cumolonimbus
Sementara itu Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan jika sebelum adanya angin puting beliung yang melanda kawasan Cimenyan, pihaknya mencatat adanya pembentukan awan Cumolonimbus.
Pembentukan itu berdasarkan data dari pantauan citra satelit di area bencana pada pukul 15.20 Wib. Sebelumnya hembusan angin juga telah terpantau sebesar 28 km/jam, pada pukul 15.00 WIB.
"Seiring akan memasuki periode transisi atau pancaroba, ditandai dengan gejala cuaca yang tidak stabil dan adanya perubahan pola angin sehingga potensi hujan yang terjadi bisa disertai kilat atau petir dan angin kencang atau angin puting beliung," kata Teguh.
Adanya Daerah Belokan Angin

©2015 Merdeka.com
Teguh juga menambahkan, terdapat dua faktor lainnya yang menyebabkan munculnya angin tersebut yakni regional dan global.
Untuk faktor regional, terbentuknya puting beliung tersebut dikarenakan adanya daerah belokan angin atau shearline di Jawa Barat bagian tengah, serta adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia.
Sedangkan untuk faktor global, Teguh menyebut bahwa terdapat anomali suhu di permukaan laut perairan Jawa Barat yang masih cenderung hangat, sehingga memicu terjadinya pembentukan awan konvektif potensial hujan.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya