Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anak Mudanya Hobi Nongkrong di Sudirman, Ini Fakta Unik Citayam yang Jarang Diketahui

Anak Mudanya Hobi Nongkrong di Sudirman, Ini Fakta Unik Citayam yang Jarang Diketahui Citayam Fashion Week di Taman Sudirman. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kawasan Sudirman di Jakarta saat ini tengah menjadi magnet bagi muda mudi yang berasal dari daerah Citayam, Depok Jawa Barat. Biasanya mereka memanfaatkan moda kereta api untuk sampai ke sana dan berkumpul dengan memakai outfit yang nyentrik.

Namun di balik ramainya fenomena “Fashion Show” ala remaja Citayam di Sudirman, ternyata daerah asal mereka telah lama kesohor bahkan sejak zaman Belanda. Saking berpengaruhnya, dahulu di Citayam pernah dijadikan pemukiman Belanda, juga menjadi salah satu pusat penggilingan karet antara Buitenzorg (Bogor) dan Batavia (Jakarta).

Tak sampai di situ. Sejak tahun 1900-an bahkan sebelumnya, kawasan Citayam juga sudah memiliki stasiun kereta api yang berpengaruh hingga saat ini. Berikut sejumlah fakta unik tentang Kampung Citayam, Depok, Jawa Barat yang berhasil dirangkum Merdeka, Kamis (14/7)

Asal Usul Nama Kampung Citayam yang Unik

Merujuk laman Blog Nunasa Depok, asal usul nama Citayam ternyata memiliki istilah yang unik. Disebutkan bahwa Citayam berasal dari bahasa Sunda yakni Peuncit Hayam. Jika diartikan, Peuncit Hayam adalah menyembelih ayam.

Selain itu, ada juga yang menyebut jika kata Citayam diambil dari nama Ci dan Ayam. Dalam penyebutan Sunda, Ci adalah Cai yang artinya air dan Citayam berarti Sungai Ayam.

Dalam peta ‘Tjipajoeng: herzien in de jaren 1899-1900’ yang diterbitkan Topographisch Bureau, nama Citayam sudah disebutkan dan ditulis dengan “Tjitajam”.

Dulunya area Citayam meliputi kampung Bojong, Pondok Terong, Rawa Geni, Ratu Jaya, Pabuaran, dan Citayam (Tjitajam) sendiri. Kemudian, Kampung Citayam dengan beberapa kampung lain yang berdekatan dibentuk menjadi sebuah desa, yang diberi nama Desa Citayam.

Saat ini daerah Citayam mencakup seluruh lahan yang berada di Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Sedangkan di masa lalu Citayam adalah sebuah kampung yang bertetangga dengan Kampung Cipayung.

Citayam Bikin Belanda Betah

Sebenarnya, kawasan Citayam sendiri sudah sejak lama kesohor karena masuk bagian dari Residen (Provinsi) Batavia. Penyebabnya, akses jalan di sana sudah terkenal baik dan lokasi kampung berada di tengah (pusat keramaian) desa dan tak jauh dari Kali Pesanggrahan.

Tak jauh dari Kali Pesanggrahan yang juga masih daerah Citayam, terdapat landhuis (rumah-rumah kongsi) dan menjadi lokasi tempat tinggal tuan tanah untuk kegiatan usaha mereka. Tuan tanah ini memiliki tanah pemilikan pribadi (tanah partikelir) yang bertetangga dengan tanah-tanah partikelir yang lainnya, seperti Land Depok, Land Cilangkap, Land Sawangan, Land Ciseeng dan Land Bojong Gede. 

Mengutip laman poestahadepok, salah satu yang membuat Belanda betah adalah dulunya area Citayam merupakan salah satu pusat penghasil karet dan sejumlah hasil kebun lain. Di sana pun terdapat pabrik pengolahannya juga, sehingga terjadi perputaran ekonomi.

Punya Stasiun Kereta Sejak 1800-an

stasiun citayam

Stasiun Citayam ©2022 YouTube Amet Tampati TV/Merdeka.com

Tersohornya Citayam di masa kolonial tersebut turut didukung dengan dibangunnya sebuah stasiun kereta api bernama Citayam (CTA). Dulunya, pemerintah Belanda membangun tempat tersebut dengan nama Halte Citayam sebagai tempat naik turunnya penumpang dan barang.

Tidak diketahui secara pasti kapan Halte Citayam dibangun, namun berdasarkan jadwal kereta yang dikeluarkan NISM, terdapat empat kereta api yang singgah di sana pada Jumat, 31 Januari 1873.

Mengutip laman heritage.kai, Halte Citayam terus berfungsi hingga di tahun 1913 operasional jalur kereta api Jakarta-Bogor diambil alih oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS), dan pembangunan Stasiun Citayam kemudian dilakukan tahun 1922 hingga membuat daerah ini kian tidak asing.

Kehadiran Stasiun/Halte Citayam merupakan bagian dari beroperasinya Kereta Api Batavia (Jakarta Kota)-Buitenzorg (Bogor) sejak awal 1873.

Hingga saat ini, Stasiun Citayam masih menjadi yang tersibuk untuk membantu para pekerja ibu kota yang tinggal di Depok hingga Kabupaten Bogor. Stasiun ini juga masuk dalam kategori Stasiun Besar B, dengan melayani perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Jakarta-Bogor dan kereta api barang yang menuju ke Stasiun Nambo.

Pernah Didatangi Profesor Botani Belanda

Sebagai daerah yang subur, Citayam juga menjadi daerah percobaan perkebunan bahkan nama Citayam kian dikenal karena pernah disebut oleh seorang ahli botani yang merupakan Direktur Herbarium Kerajaan (Rijksherbarium) Leiden, Belanda (1962-1972), bernama Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis.

Ia diketahui dua kali mengunjungi daerah Citayam dan sebuah situ di sana, yang pertama pada 1929, sekitar Maret atau April, dan sebelumnya sempat singgah di Depok dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Gede, Cibodas pada 5 Mei.

Kunjungan kedua Kees van Steenis ke Setu Citayam pada 28 Agustus 1932. Saat itu dirinya ditugaskan di Kebun Raya Bogor.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP