Adrenalin adalah Mekanisme Pertahanan Tubuh, Begini Gejala dan Cara Mengontrolnya
Merdeka.com - Adrenalin adalah salah satu mekanisme pertahanan vital tubuh. Situasi tubuh yang mengalami stres akan memicu pelepasan hormon adrenalin, yang juga dikenal sebagai epinefrin, ke dalam aliran darah.
Kelenjar adrenal sendiri terletak di bagian atas di setiap ginjal. Kelenjar ini bertanggung jawab untuk memproduksi banyak hormon, termasuk aldosteron, kortisol, adrenalin, dan noradrenalin. Kelenjar adrenal dikendalikan oleh kelenjar lain yang disebut kelenjar pituitari.
Dilansir dari healthline.com, adrenalin adalah hormon yang juga dikenal sebagai "hormon lawan-atau-lari". Hormon ini dikeluarkan sebagai respon atas situasi yang menegangkan, mengasyikkan, berbahaya, atau mengancam. Adrenalin membantu tubuh Anda bereaksi lebih cepat. Efeknya akan membuat jantung berdetak lebih cepat, meningkatkan aliran darah ke otak dan otot, dan menstimulasi tubuh untuk membuat gula sebagai bahan bakar.
Selain itu, efek lain pada tubuh dari adrenalin adalah seperti menurunkan kemampuan tubuh untuk merasakan sakit, meningkatkan kekuatan untuk sementara, dan mempertajam fokus mental, yang akan memungkinkan seseorang untuk berpikir dengan cepat dan membentuk rencana yang jelas untuk menghindari potensi ancaman.
Cara Kerja Adrenalin

truckanddriver.co.uk
Adrenalin dimulai di otak. Ketika Anda merasakan situasi berbahaya atau stres, informasi itu dikirim ke bagian otak yang disebut amigdala. Area otak ini berperan dalam pemrosesan emosi. Jika bahaya dirasakan oleh amigdala, amigdala mengirimkan sinyal ke wilayah lain di otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus sendiri adalah pusat komando otak. Bagian ini akan berkomunikasi dengan seluruh tubuh melalui sistem saraf simpatik.
Hipotalamus mengirimkan sinyal melalui saraf otonom ke medula adrenal. Ketika kelenjar adrenal menerima sinyal tersebut, mereka merespons dengan melepaskan adrenalin ke dalam aliran darah.
Begitu berada di aliran darah, adrenalin akan:
Perubahan tubuh yang terjadi saat adrenalin bersirkulasi ke seluruh darah biasa disebut adrenalin rush karena perubahan ini terjadi dengan cepat. Faktanya, mereka terjadi begitu cepat sehingga Anda mungkin tidak sepenuhnya memproses apa yang terjadi.
Aliran adrenalin inilah yang memberi Anda kemampuan untuk menghindar dari jalan mobil yang melaju bahkan sebelum Anda sempat memikirkannya.
Aktivitas yang Memicu Adrenalin

©REUTERS/David W Cerny
Meskipun adrenalin memiliki tujuan evolusioner, beberapa orang terkadang melakukan aktivitas tertentu hanya untuk memacu adrenalin. Aktivitas yang dapat memicu adrenalin adalah sebagai berikut:
Gejala Adrenalin
Adrenalin adalah istilah yang terkadang digambarkan sebagai pendorong energi. Gejala lain dari adrenalin adalah:
Setelah stres atau bahaya hilang, efek adrenalin bisa bertahan hingga satu jam.
Cara Mengontrol Adrenalin

drprem.com
Penting untuk mempelajari teknik untuk melawan respons stres tubuh Anda. Mengalami stres adalah hal yang normal, dan terkadang bisa bermanfaat bagi kesehatan Anda.
Tetapi seiring waktu, lonjakan adrenalin yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Itu juga dapat menyebabkan kecemasan, penambahan berat badan, sakit kepala, dan insomnia.
Untuk membantu mengontrol adrenalin, Anda perlu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang juga dikenal sebagai "sistem istirahat-dan-cerna". Respons istirahat-dan-cerna adalah kebalikan dari respons melawan-atau-lari. Ini membantu meningkatkan keseimbangan dalam tubuh, dan memungkinkan tubuh Anda untuk beristirahat dan memperbaiki dirinya sendiri.
Cara untuk mengontrol adrenalin adalah:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya