Ada yang Tertua di Dunia, 7 Wisata Legendaris Ini Harus Dikunjungi saat ke Jawa Barat

Selasa, 4 Oktober 2022 16:23 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Ada yang Tertua di Dunia, 7 Wisata Legendaris Ini Harus Dikunjungi saat ke Jawa Barat Kampung Adat Miduana Cianjur. ©2022 YouTube Cianjurkab TV/Merdeka.com

Merdeka.com - Tanah pasundan di Jawa Barat menyimpan ragam pilihan wisata. Di sini, tersimpan banyak destinasi, dari mulai pegunungan sampai lokasi pantai. Tak hanya tentang visual, lokasi wisata di Jawa Barat juga menyimpan kisah unik yang melegenda.

Disampaikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar), wilayahnya memang menyimpan banyak kisah masa lampau yang masih dikenang hingga saat ini. Nilai ini yang kemudian meningkatkan daya tarik kunjungan baik skala lokal hingga internasional.

"Jabar terkenal dengan cerita-cerita legenda yang dapat ditemukan dari beberapa daerah. Beberapa di antara kisah legenda melekat erat di sejumlah tempat yang sampai saat ini menjadi destinasi wisata bagi masyarakat. Adanya cerita-cerita legenda tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Benny Bachtiar, Minggu (2/10), mengutip ANTARA. 

Berikut 7 daftar destinasi wisata di Jawa Barat yang sarat akan kisah legendanya di masa lampau.

2 dari 8 halaman

Gunung Tangkuban Parahu

tangkuban perahu
Tangkuban Parahu ©2012 Merdeka.com

Wisata pertama di Jawa Barat yang erat dengan cerita masyarakatnya adalah Gunung Tangkuban Parahu, di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Di sini terhampar luas keindahan kawah vulkanik, dengan hiasan rimbunnya pepohonan khas hutan dataran tinggi. Masih di sekitar area, juga terdapat spot foto yang menarik untuk diabadikan.

Ada tiga kawah yang menjadi daya tarik dari wisata dekat Kabupaten Subang itu, yakni Kawah Upas, Kawah Ratu dan Kawah Domas. Keseluruhannya merupakan bagian dari gunung api aktif.

"Selain itu, ada tiga kawah yang bisa ditemukan yaitu Kawah Upas, Kawah Ratu, dan Kawah Domas," kata Benny.

Untuk tiket masuknya, wisatawan lokal akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000 per orang, dan saat weekend sebesar Rp30.000, di luar biaya parkir.

Untuk legendanya sendiri, wisata Gunung Tangkuban Parahu identik dengan kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Sangkuriang merupakan anak dari Dayang Sumbi, yang sudah terpisah sejak bayi. Selang waktu, usia Sangkuriang menginjak dewasa ia kemudian berkelana hingga ke kawasan hutan, di sana ia kemudian bertemu dengan seorang perempuan yang cantik jelita.

Dalam naskah Bujangga Manik yang sudah ada sejak abad ke-15, disebutkan jika Sangkuriang berniat melamar Dayang Sumbi. Hal ini karena keduanya tidak mengetahui jika mereka adalah seorang anak dan ibu, sampai akhirnya Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya.

Dayang Sumbi kemudian menolak pinangan Sangkuriang, hingga membuatnya marah dan menendang perahu sampai terbalik. Perahu ini yang diyakini sebagai Gunung Tangkuban Parahu.

3 dari 8 halaman

Situ Bagendit

Destinasi berikutnya yang memiliki cerita kental akan legenda cerita masyarakat adalah Situ Bagendit, di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Situ Bagendit merupakan wisata air buatan berbentuk danau yang menawarkan keindahan panorama lanskapnya. Danau ini cukup luas dan difungsikan untuk keperluan air dari masyarakat.

Ada banyak spot fotogenik yang bisa dijajal. Di lokasi juga terdapat dermaga yang bisa dikunjungi untuk menikmati suguhan alam, termasuk menyewa perahu untuk menjelajah di sekitar. 

Untuk harga tiketnya, pengunjung bisa membayar sebesar Rp5 ribu untuk anak-anak, dan dewasa Rp10 ribu. Sewaan perahu juga dikenakan tarif per jam, sebesar Rp50 ribu.

Terkait kisahnya, danau tersebut tercipta akibat keserakahan dari seorang tokoh bernama Nyai Bagendit. Meskipun kehidupannya bergelimang harta, Nyai Bagendit enggan berbagi kepada warga yang tidak mampu.

Bahkan dikisahkan ia kerap memberikan pinjaman dengan bunga yang tak masuk akal, hingga meminta rumah untuk gantinya. Ia juga pernah menghardik seorang pengemis tua hingga kejadian tertuga menimpanya.

Ketika itu, pengemis tersebut berupaya meminta air minum namun tidak diberi dan malah diusir secara tidak sopan. Pengemis lantas bersumpah akan membalas tindakan jahat Nyi Bagendit, hingga tongkat pengemis tadi ditancapkan dan mengeluarkan air.

Nyi Bagendit pun akhirnya tenggelam, dan tidak bisa menyelamatkan diri karena mementingkan hartanya.

4 dari 8 halaman

Situ Cangkuang dan Kampung Pulo

Selanjutnya, destinasi di Jawa Barat yang mengandung cerita legenda adalah Situ Cangkuang dan Kampung Pulo di Kabupaten Garut.

Terdapat daya tarik destinasi danau juga bangunan candi kuno yang diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-8 silam.   

Kemudian di lokasi ini juga terdapat wisata lain bernama Kampung Pulo yang sarat nilai sejarah. Menurut kisah turun temurun, dulunya Kampung Pulo dihuni Eyang Embah Dalem Arief Muhammad, seorang penyebar agama Islam yang namanya sudah melegenda.

Untuk tiket masuknya, pengunjung bisa merogoh kocek sebesar Rp5 ribu untuk anak-anak dan dewasa Rp10 ribu.

5 dari 8 halaman

Goa Sunyaragi

gua sunyaragi cirebon
Gua Sunyaragi Cirebon Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Goa Sunyaragi menjadi destinasi bernilai legenda keempat di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Lokasi ini merupakan sebuah kompleks gua yang dibangun dari batu, dan sisa peninggalan kerajaan Keraton Kasepuhan di abad ke-17 hingga 18 M.

Dulunya, gua ini didirikan sebagai tempat meditasi para sultan dan keturunannya sehingga dinamakan Sunya (sunyi/sepi) dan Ragi (raga). Selain itu lokasi ini juga menjadi lokasi perlindungan dari serangan musuh dan penjajah yang memasuki wilayah Cirebon.

Berbagai cerita legenda hingga mitos-mitos bisa didengar wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Salah satu yang terkenal adalah terdapatnya sebuah ruangan yang bisa menghantarkan ke Madinah hingga ke Tiongkok.

Untuk mengunjungi gua tersebut, wisatawan akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp15 ribu.

6 dari 8 halaman

Gunung Padang

potret gunung padang
Youtube/ArtMedia ©2022 Merdeka.com

Berikutnya, Gunung Padang di Kampung Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi destinasi dengan kisah legenda yang sayang untuk dilewatkan. 

Lokasi ini merupakan sebuah bukit, dengan susunan bebatuan yang merupakan peninggalan era Megalitikum atau zaman batu besar. Menariknya, beberapa ahli sejarah menyebut jika Gunung Padang merupakan situs tertua di dunia yang mengalahkan Piramida Gaza di Mesir.

Situs ini kabarnya ditemukan pada tahun 1891 dan terus diteliti hingga sekarang. Sisa-sisa bangunan peninggalan zaman megalitikum menjadi objek yang menarik untuk dipelajari dan diurutkan sesuai kisah yang dituturkan oleh masyarakat.

Konon kabarnya, masih terdapat banyak sisa bangunan yang tertimbun dalam tanah sehingga menarik perhatian peneliti dari berbagai penjuru dunia.

7 dari 8 halaman

Wisata Pemandian Cibulan

Berikutnya sebuah wisata yang juga terkenal dengan legenda ikan dewanya bernama pemandian Cibulan, di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Lokasi ini menjadi destinasi wisata tertua di Kuningan, karena diresmikan tahun 1939 oleh bupati yang menjabat saat itu, yakni R.A.A. Mohamand Achmad. Di dalam objek wisata ini terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang, dengan kedalaman 60 sentimeter dan 120 sentimeter.

Kolam-kolam itu berisi penuh ikan dewa atau ikan air tawar lokal bernama latin Tor SP. Pengunjung bisa merasakan sensasi berenang ditemani ikan-ikan dewa berukuran sedang di dalam kolam. Di balik itu, terdapat cerita yang melegenda dan dipercaya oleh masyarakat hingga sekarang.

Menurut cerita yang berkembang di Desa Maniskidul dan masyarakat Kuningan pada umumnya, ikan dewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Singkat cerita, prajurit-prajurit pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan.

Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. 

Terkait harga tiket, pengelola mematoknya sebesar 17.000,00 per orang untuk dewasa dan Rp 12.000,00 per orang untuk anak-anak.

8 dari 8 halaman

Kampung Miduana di Cianjur

kampung adat miduana cianjur
Kampung Adat Miduana Cianjur ©2022 YouTube Cianjurkab TV/Merdeka.com

Terakhir, kembali ke Cianjur tepatnya di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul terdapat sebuah wisata edukasi bernama Kampung Adat Miduana.

Lokasi ini begitu menarik dikunjungi lantaran memiliki panorama alam yang indah dan sejuk. Kemudian struktur bangunan rumah dari para penduduknya pun masih dipertahankan dari masa lampau dengan struktur tradisional.

Kokolot atau sesepuh Kampung Adat Miduana Abah Yayat mengatakan, Desa Balegede atau Kampung Adat Miduana ini tidak bisa dilepaskan dari dua tokoh kembar bernama Eyang Jagat Nata dan Eyang Jagat Niti. Keduanya merupakan keturunan dari Kerajaan Pajajaran yang mencari tempat pemukiman guna menghindari kemelut Kerajaan Sunda. Mereka juga pendiri Desa Balegede.

Eyang Jagat Niti kemudian memiliki keturunan bernama Eyang Jagat Sadana yang berhasil membuka kampung atau dusun Miduana dan tidak jauh dari Balegede.

Seketika Jagat Sadana mendapat tempat spesial dari warganya, karena berhasil pembuka hutan belantara atau leuweung peteng menjadi tempat tinggal secara matuh atau menetap.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini