9 Tanda-Tanda Haid dan Cara Mengatasi Sindrom yang Muncul
Merdeka.com - Haid atau menstruasi merupakan hal alami yang hampir dirasakan semua wanita sejak memasuki masa pubertas. Lebih jelasnya haid merupakan proses pelepasan dinding rahim endometrium yang disertai dengan pendarahan dan terjadi secara berulangkali setiap bulan kecuali pada saat kehamilan.
Haid yang berulang setiap bulan akan membentuk siklus haid. Normalnya, haid berlangsung selama 5 hingga 7 hari dengan siklus umumnya adalah 28 hingga 35 hari.
Namun meskipun begitu tidak semua wanita memiliki siklus haid yang normal. Beberapa wanita mengeluhkan siklus haid yang tidak teratur yang kerap kali disertai rasa nyeri yang berlebihan.
Untuk mengatasinya kamu perlu mengenali tanda-tanda haid agar dapat mencegah sindrom yang akan terjadi. Kamu bisa mengatur pola konsumsi makanan sehat hingga istirahat secara teratur agar haid mu tak bermasalah.
Berikut ini informasi mengenai 9 tanda-tanda haid dan cara mengatasi sindrom yang muncul telah dirangkum merdeka.com dari liputan6.
Tanda-Tanda Haid
1. Nyeri pada Bagian Tubuh Tertentu
Tanda-tanda haid yang pertama adalah munculnya rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu seperti punggung, paha, dan perut. Kram perut adalah salah satu tanda yang sering terjadi pada wanita menjelang haid.
2. Nyeri pada Payudara
Tanda-tanda haid berikutnya adalah munculnya rasa nyeri pada payudara. Bahkan, tekanan lembut pada payudara bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Ketika terjadi nyeri pada payudara terutama pada sisi terluarnya, kemungkinan ini adalah tanda-tanda menstruasi akan segera datang.
3. Sakit Kepala
Selain nyeri pada payudara, tanda-tanda haid lainnya adalah sakit kepala. Hal ini kerap dirasakan oleh sebagian perempuan menjelang waktu haid. Sakit kepala saat haid muncul begitu saja secara alami, besar kemungkinan sakit kepala ini berkaitan dengan perubahan kadar estrogen tubuh yang mengganggu hormon di otak.
4. Merasa Haus dan Nyidam
Para wanita akan mengalami retensi air beberapa hari sebelum periode menstruasi datang. Perbanyak minum air untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
Tak hanya itu, menjelang waktu haid kebanyakan perempuan sering kali ngidam selayaknya perempuan yang sedang hamil. Tanpa alasan jelas, wanita akan merasa sangat ingin makan sesuatu serta mengalami lonjakan nafsu makan yang tidak biasa menjelang waktu haid.
Cara Mengatasi Sindrom yang Muncul
Menjelang waktu haid tiba kebanyakan wanita mengalami gejala Premenstrual syndrome (PMS) yang kerap ditandai dengan sakit kepala, keletihan, sakit pinggang pembesarn dan nyeri pada payudara, dan perasaan begah pada abdomen. Sindrom PMS dapat kamu atasi dengan beberapa cara dibawah ini yaitu:
1. Hindari Makanan Tertentu
Cara mengatasi sindrom PMS yang pertama adalah dengan menghindari makanan terntentu yang dapat menyebabkan kembung dan retensi air. Beberapa makanan tersebut meliputi makanan berlemak jenuh, alkohol, minuman berkarbonasi, kafein dan makanan asin. Cobalah menenangkan perut dengan jahe, teh mint atau air panas yang dibumbui dengan lemon. Jika kamu membutuhkan gula, camilan buah-buahan seperti stroberi atau raspberry bisa jadi pilihan. Menurut sebuah penelitian tahun 2000, makanan vegetarian yang rendah lemak dapat membantu mengurangi gejala nyeri haid dan sindrom pramenstruasi (PMS).
2. Lakukan Olahraga Ringan
Olahraga berat mungkin tidak bermanfaat jika seseorang kesakitan, tetapi peregangan ringan, berjalan-jalan, atau melakukan yoga dapat membantu. Olahraga juga melepaskan endorfin, yang merupakan penghilang rasa sakit alami. Sebuah studi Taiwan menemukan bahwa 12 minggu kelas yoga dua kali seminggu mengurangi kram menstruasi pada peserta studi. Menurut sebuah studi lainnya, atihan aerobik intensitas rendah hingga sedang dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kram menstruasi. Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa wanita yang melakukan latihan aerobik 30 menit tiga hari seminggu, selama delapan minggu, menunjukkan pengurangan yang signifikan pada kram periode.
3. Konsumsi Herbal
Selain melakukan olahraga ringan, cara mengatasi sindrom PMS lainnya adalah dengan mengonsumsi bahan herbal mengandung senyawa anti-inflamasi dan antispasmodik yang diyakini para ahli dapat mengurangi kontraksi otot dan pembengkakan yang terkait dengan nyeri haid. Herbal dalam hal ini seperti jahe, kunyit, kayu manis, adas, dan chamomile. Sebuah tinjauan studi tahun 2012 melaporkan teh chamomile meningkatkan kadar glisin dalam urin, yang membantu meredakan kejang otot. Glycine juga bertindak sebagai pereda saraf.
4. Kompres Air Panas
Bisa dibilang ini merupakan cara yang paling sering digunakan saat kamu mengalami salah satu gejala PMS yaitu kram perut. Kamu bisa mengatasinya dengan menerapkan panas ke perut dan punggung bagian bawah dapat menghilangkan rasa sakit. Sebuah studi pada tahun 2012 berfokus pada 147 wanita berusia 18 hingga 30 tahun yang memiliki siklus menstruasi teratur menemukan bahwa kompres panas pada suhu 40 ° C sama efektifnya dengan ibuprofen. Masukkan air panas ke botol atau bantal pemanas. Jika kamu tidak memiliki botol air panas atau bantal pemanas, mandi air hangat atau gunakan handuk panas. Menempatkan botol air panas atau bantal pemanas di perut dapat mengendurkan otot dan meredakan kram. Panas membantu otot rahim dan orang-orang di sekitarnya rileks, yang dapat meredakan kram dan ketidaknyamanan.
5. Banyak Minum Air Putih
Menurut para ahli, wanita lebih mungkin mengalami kram perut selama menstruasi jika mengalami dehidrasi. Usahakan untuk minum delapan gelas 8 air putih per hari. Anda akan membutuhkan lebih banyak jika cuaca panas, berolahraga, merasa haus. Minum air putih dapat menjaga tubuh dari menahan air dan membantu menghindari kembung yang menyakitkan selama menstruasi. Air putih hangat atau panas biasanya lebih baik untuk kram, karena cairan panas meningkatkan aliran darah ke kulit dan dapat mengendurkan otot yang kram. Kamu juga bisa mengonsumsi makanan berbasis air untuk meningkatkan hidrasi seperti buah-buahan.
(mdk/nof)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya