Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Unsur Intrinsik Cerpen yang Wajib Diketahui, Perhatikan Sebelum Menulis

7 Unsur Intrinsik Cerpen yang Wajib Diketahui, Perhatikan Sebelum Menulis Ilustrasi buku. ©Shutterstock.com/Shai_Halud

Merdeka.com - Cerita pendek atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan short story merupakan bentuk karya sastra yang sering dijumpai di berbagai media masa. Namun, masih ada beberapa orang yang belum memahami secara lengkap mengenai apa itu cerita pendek dan bagaimana ciri-ciri cerita pendek itu sendiri.

Menurut KBBI, cerita berarti tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, penderitaan orang, atau kejadian baik yang sungguh terjadi maupun hanya rekaan belaka. Sedangkan pendek berarti kisahnya pendek kurang dari 10.000 kata yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memutuskan diri pada satu tokoh dalam satu situasi.

Jika hendak membuat sebuah cerita pendek, baiknya kamu mengerti terlebih dahulu tentang unsur intrinsik cerpen. Hal ini merupakan kerangka dasar yang akan memudahkanmu menulis cerita secara runtut dan lebih mudah dimengerti.

Berikut informasi mengenai 7 unsur intrinsik cerpen yang wajib diketahui yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan media.neleti.com.

1. Tema

Unsur intrinsik cerpen yang pertama dan sangat penting adalah ide atau gagasan utama dari sebuah cerpen yang disebut dengan tema.

Tema berisikan gambaran luas tentang kisah yang akan diangkat sebagai cerita dalam cerpen, sehingga sangat penting memikirkan tema sebelum menulis cerpen.

2. Penokohan

puisi

©Unsplash

Unsur intrinsik cerpen berikutnya adalah penokohan yang dibutuhkan untuk mengisi cerita. Peran tokoh bisa dipilih, tokoh penting atau tidak. Hal itu sesuai dengan kisah di dalamnya.

Ada beberapa klasifikasi penokohan dalam cerpen, seperti tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis merupakan tokoh sentral cerita di dalam cerpen. Tokoh utama ini digambarkan sebagai sosok yang baik dan biasanya selalu mendapatkan masalah.

Tokoh antagonis adalah seorang yang selalu bertolak belakang dengan tokoh protagonis. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang tidak bersahabat dan selalu membuat konflik. Tokoh tritagonis adalah tokoh yang menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis.

3. Alur atau Plot

Jika berbicara alur atau plot, tentunya berbicara juga tentang tubuh dari cerpen itu sendiri. Alur dibagi menjadi 3 yaitu:

  • Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
  • Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
  • Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.
  • 4. Setting

    surat

    ©2018 Istimewa

    Setting merupakan gambaran tentang peristiwa-peristiwa yang ada di dalam cerita. Latar termasuk unsur pembangun cerita yang vital.

    Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita. Latar sendiri dibagi menjadi beberapa macam seperti waktu, tempat, sosial budaya, keadaan lingkungan, dan suasana.

    5. Sudut Pandang atau Point of View

    Sudut pandang merupakan cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Sudut pandang juga dapat diartikan sebagai cara pandang seorang pengarang dalam menyampaikan cerita cerpennya.

    Sudut pandang sendiri dibagi menjadi:

  • Sudut pandang orang ketiga (serba tahu), yaitu menempatkan sang pengarang menjadi pelaku cerita dan sekaligus penciptanya. Sehingga pengarang bisa mengarahkan, membuat, mengomentari, bahkan berdialog dalam cerita.
  • Sudut pandang orang ketiga (sebagai pengamat). Menempatkan pengarang hanya sebagai pengamat cerita. Sehingga pengarang hanya akan menyampaikan apa yang dilihat, dirasakan, didengar, dan disimpulkannya dalam cerita.
  • Sudut pandang orang pertama (sebagai pelaku utama). Pengarang dalam sudut pandang ini berperan sebagai tokoh utama dalam cerita. Sehingga apa yang diceritakannya adalah pengalaman yang dirasakannya di dalam cerita.
  • Sudut pandang orang pertama (sebagai pelaku sampingan). Posisi pengarang dalam cerita ini adalah sebagai pelaku di luar tokoh utama. Tugasnya sebagai pencerita apa yang dilihatnya dari pelaku utama dan apa tanggapannya pada situasi tersebut. Sehingga pengarang di sini memiliki peran ganda.
  • 6. Gaya Bahasa

    Unsur intrinsik cerpen lainnya adalah gaya bahasa. Unsur ini sangat penting sebagai faktor pemicu minat baca. Gaya bahasa dapat dikatakan sebagai senjata utama pengarang untuk menghidupkan cerita.

    Ada beberapa macam gaya bahasa, salah satunya adalah personifikasi yang menerangkan tentang benda mati seolah-olah hidup dan mempunyai sifat-sifat seperti manusia.

    Selanjutnya ada gaya bahasa simile yang menerangkan segala sesuatu dengan perumpamaan. Ada juga gaya bahasa hiperbola yang menerangkan sesuatu dengan cara berlebihan untuk memberikan efek yang bombastis.

    7. Amanat

    003 febrianti diah kusumaningrum

    shutterstock

    Tak kalah penting dari gaya bahasa, unsur instrinsik cerpen berikutnya adalah amanat yang merupakan pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui ceritanya dalam cerpennya. Amanat ini biasanya berisikan tentang kritik sosial, ajakan, protes, dan lain sebagainya.

    Amanat umumnya dibagi menjadi dua, yaitu tersurat dan tersirat. Tersurat adalah amanat yang pesannya disampaikan secara langsung sehingga bisa dicerna seketika. Tersirat adalah amanat yang pesannya disampaikan secara tersembunyi sehingga terkadang susah untuk dicerna seketika itu juga.

    (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP