7 Bahaya Polusi Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan, Bisa Pengaruhi Rantai Makanan
Merdeka.com - Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan kita saat ini sudah bergantung dengan keberadaan plastik. Plastik memang sangat mempermudah kehidupan kita dari berbagai aspek. Namun, kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan plastik juga menghadirkan ancaman bagi kehidupan.
Banyaknya orang yang menggunakan plastik menimbulkan sampah plastik yang menumpuk. Dilansir dari laman National Geographic, polusi plastik ini menjadi salah satu masalah lingkungan yang banyak mengundang perhatian. Ini tidak lepas dari produksi produk plastik sekali pakai yang meningkat pesat, namun tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menangani limbahnya.
Polusi plastik paling terlihat di negara berkembang di Asia dan Afrika, di mana sistem pengumpulan sampah seringkali berjalan tidak efisien. Sedangkan di negara maju, terutama di negara dengan tingkat daur ulang yang rendah, juga mengalami kesulitan untuk mengatasi plastik bekas dengan benar.
Polusi plastik ini bisa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan alam serta menimbulkan masalah bagi tumbuhan, satwa liar, bahkan manusia. Plastik adalah bahan yang sangat berguna, tetapi juga terbuat dari senyawa beracun yang diketahui dapat menyebabkan penyakit, dan karena dimaksudkan agar awet dan tahan lama, maka plastik tidak dapat terurai secara hayati.
Berikut kami paparkan beberapa bahaya polusi plastik yang bisa berdampak bagi kesehatan dan lingkungan, dilansir dari conserve-energy-future.com:
Efek Negatif pada Kesehatan Manusia
Bahaya polusi plastik yang pertama adalah memberi efek negatif bagi kesehatan manusia. Para ilmuwan telah menemukan mikroplastik di 114 spesies laut, dan sekitar sepertiganya berakhir di piring kita.
Kemudian BPA yang ada di banyak benda plastik yang bersentuhan langsung dengan makanan, dimetabolisme di organ hati yang akhirnya membentuk Bisphenol A.
WHO juga menerbitkan penelitian yang mengejutkan pada tahun 2018, di mana mereka mengungkap keberadaan mikroplastik dalam 90% air kemasan, yang tesnya menunjukkan hanya 17 yang bebas dari plastik dari 259 sampel.

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/photka
Mengacaukan Rantai Makanan
Bahaya polusi plastik yang kedua yaitu dapat mengacaukan rantai makanan. Karena ukurannya yang besar dan kecil, plastik yang mencemari bahkan dapat memengaruhi organisme terkecil di dunia, seperti plankton.
Ketika organisme ini keracunan karena menelan plastik, hal ini akan menyebabkan masalah bagi hewan yang lebih besar yang mengonsumsi organisme-organisme kecil ini.
Hal ini dapat menyebabkan banyak masalah, karena bisa mempengaruhi keseluruhan rantai makanan. Dan akhirnya, bisa berakhir di dalam perut manusia sebagai predator puncak.
Polusi Air Tanah

©©shutterstock.com/leungchopan
Bahaya polusi plastik yang ketiga adalah dapat menimbulkan polusi air tanah. Konservasi air sudah menjadi perhatian di berbagai tempat mulai dari California hingga beberapa bagian India, tetapi air dunia berada dalam bahaya besar karena pengaruh plastik dan limbah bocor.
Jika Anda pernah melihat tempat pembuangan sampah, bayangkan apa yang terjadi setiap kali hujan, lalu bayangkan hal itu ada dalam air minum. Air tanah dan waduk adalah salah satu sumber air yang rentan terhadap kebocoran racun lingkungan.
Sebagian besar sampah dan polusi yang memengaruhi lautan di dunia juga berasal dari plastik. Hal ini berdampak buruk pada banyak spesies laut, yang dapat menimbulkan konsekuensi bagi mereka yang memakan ikan dan kehidupan laut untuk nutrisi, termasuk manusia.
Polusi Tanah
Bahaya polusi plastik yang keempat adalah bisa menimbulkan polusi tanah. Ketika plastik dibuang di tempat pembuangan sampah, benda ini akan berinteraksi dengan air dan membentuk bahan kimia berbahaya. Ketika bahan kimia ini meresap ke bawah tanah, mereka dapat menurunkan kualitas air. Angin membawa dan mengendapkan plastik dari satu tempat ke tempat lain, meningkatkan sampah tanah.
Polusi Udara
Bahaya polusi plastik yang kelima yaitu bisa menimbulkan polusi udara. Pembakaran plastik di udara terbuka menyebabkan pencemaran lingkungan akibat pelepasan bahan kimia beracun. Udara yang tercemar, jika dihirup oleh manusia dan hewan, akan mempengaruhi kesehatan mereka dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan.
Membunuh Hewan

©ncl.ac.uk
Bahaya polusi plastik yang selanjutnya yaitu dapat berisiko membunuh hewan. Banyaknya limbah plastik bisa meningkatkan risiko untuk melukai atau membunuh makhluk hidup. Salah satunya polusi plastik yang terjadi di dalam laut bisa membunuh ikan-ikan atau makhluk lainnya yang secara sengaja atau tidak sengaja mengonsumsinya. Kita juga pernah menyaksikan bagaimana limbah plastik ini membuat beberapa hewan terjebak dan kesulitan.
Limbah yang Beracun
Bahaya polusi plastik yang terakhir adalah racun yang ada di dalamnya. Manusia membuat plastik secara artifisial dengan menggunakan sejumlah bahan kimia beracun.
Oleh karena itu, penggunaan dan paparan plastik telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang mempengaruhi orang di seluruh dunia. Proses pembuatan, penyimpanan, pembuangan, dan keberadaan plastik bisa sangat berbahaya bagi makhluk hidup.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya