Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Jenis Makanan yang Bisa Sebabkan Sembelit, Jaga Kesehatan Pencernaan

6 Jenis Makanan yang Bisa Sebabkan Sembelit, Jaga Kesehatan Pencernaan Ilustrasi sembelit. ©Consumer Health Digest

Merdeka.com - Konstipasi atau sembelit adalah kondisi sulit buang air besar. Meskipun frekuensi buang air besar pada setiap orang berbeda-beda, seseorang dapat dinyatakan mengalami konstipasi jika mereka hanya buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Orang dewasa yang mengalami sembelit akan merasakan gejala yang menyertainya, seperti kembung dan gas. Semakin tua atau semakin tidak aktif secara fisik Anda, semakin besar kemungkinan akan mengalaminya.

Beberapa makanan dapat membantu meringankan masalah sembelit ini. Namun, ada juga beberapa makanan yang perlu Anda hindari jika ingin terhindar dari sembelit. Berikut ini, dilansir dari Healthline, beberapa jenis makanan yang bisa sebabkan sembelit.

Makanan yang Mengandung Gluten

ilustrasi gandum

©2012 nspresearchnutrition.com

Jenis makanan pertama yaitu makanan yang mengandung gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, barley, gandum hitam, kamut, dan triticale. Untuk beberapa orang, mungkin mereka akan mengalami sembelit ketika mereka makan makanan yang mengandung gluten.

Juga, beberapa orang tidak toleran terhadap gluten. Ini adalah kondisi yang dikenal sebagai intoleransi gluten atau penyakit celiac. Ketika seseorang dengan penyakit celiac mengonsumsi gluten, sistem kekebalan tubuhnya menyerang usus mereka, sehingga membuatnya rusak.

Biji-bijian Olahan

bijian

©2017 nestle-cereals.com

Jenis makanan yang kedua adalah biji-bijian olahan. Biji-bijian olahan dan produk-produknya, seperti roti putih, nasi putih, dan pasta putih, lebih rendah kandungan seratnya dan mungkin menyebabkan sembelit lebih tinggi daripada biji-bijian utuh.

Hal itu disebabkan karena bagian dedak gandum dihilangkan selama pemrosesan. Secara khusus, dedak mengandung serat, nutrisi yang menambah besar pada feses dan membantunya bergerak lancar.

Banyak penelitian telah mengaitkan asupan serat yang lebih tinggi dengan risiko sembelit yang lebih rendah. Faktanya, sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan kemungkinan sembelit 1,8% lebih rendah untuk setiap gram tambahan serat yang dikonsumsi per hari.

Susu dan Produk susu

019 tantri setyorini

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Jenis makanan yang ketiga adalah susu dan produk olahan susu. Susu tampaknya menjadi penyebab sembelit yang paling umum, setidaknya bagi sebagian orang. Bayi, balita, dan anak-anak menjadi individu yang beresiko dikarenakan sensitivitas terhadap protein yang ditemukan dalam susu sapi.

Namun, baru sedikit dukungan ilmiah yang dapat ditemukan, karena sebagian besar penelitian yang meneliti efek ini difokuskan pada anak-anak, bukan pada populasi yang lebih tua. Perlu dicatat bahwa mereka yang tidak toleran laktosa lebih mungkin akan mengalami diare daripada sembelit, setelah mengonsumsi susu.

Daging Merah

merah

©Pexels

Jenis makanan yang keempat adalah daging merah. Daging merah dapat memperburuk konstipasi karena tiga alasan utama.Pertama, makanan ini mengandung sedikit serat. Kedua, daging merah juga dapat secara tidak langsung mengurangi asupan serat harian seseorang dengan menggantikan opsi serat yang lebih tinggi dalam makanan.

Apalagi jika Anda mengisi sebagian besar menu makanan dengan daging dan mengurangi jumlah sayuran yang kaya serat, dan biji-bijian utuh. Skenario ini akan menyebabkan asupan serat harian yang lebih rendah secara keseluruhan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko sembelit.

Lebih jauh, tidak seperti jenis daging lainnya, seperti unggas dan ikan, daging merah umumnya mengandung jumlah lemak yang lebih tinggi, dan makanan berlemak tinggi membutuhkan waktu lebih lama bagi tubuh untuk dicerna. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat meningkatkan terjadinya sembelit.

Gorengan atau Makanan Cepat Saji

ilustrasi makanan cepat saji

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Timolina

Jenis makanan yang kelima adalah makanan cepat saji. Banyak makan gorengan atau makanan cepat saji juga dapat meningkatkan risiko sembelit. Itu karena makanan ini cenderung memiliki kandungan tinggi lemak dan rendah serat, kombinasi yang dapat memperlambat pencernaan dengan cara yang sama dengan daging merah.

Makanan ringan cepat saji seperti keripik, kue, coklat, dan es krim juga dapat menggantikan lebih banyak pilihan makanan ringan yang kaya serat, seperti buah-buahan dan sayuran dalam diet seseorang. Selain itu, makanan yang digoreng dan cepat cenderung mengandung banyak garam, yang dapat menurunkan kadar air tinja, membuatnya kering, dan lebih sulit untuk bergerak.

Kesemek

002 destriyana

©2015 Merdeka.com/shutterstock/

Jenis makanan yang terakhir adalah kesemek. Kesemek adalah buah yang populer dari Asia Timur yang bisa menyebabkan sembelit bagi sebagian orang.Secara khusus, kesemek jenis astringen mengandung sejumlah besar tanin, senyawa yang dinilai dapat mengurangi sekresi dan kontraksi usus, sehingga memperlambat pergerakan usus.Karena alasan ini, orang yang mengalami sembelit harus menghindari terlalu banyak konsumsi kesemek, terutama varietas astringen.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP