6 Jenis Batuk yang Perlu Diketahui, Ini Masing-masing Penyebabnya
Merdeka.com - Kebanyakan orang pernah mengalami batuk dalam hidup mereka. Ini adalah cara tubuh Anda untuk menghilangkan iritasi.
Ketika sesuatu mengiritasi tenggorokan atau saluran napas, sistem saraf Anda mengirimkan peringatan ke otak. Otak Anda merespons dengan memberi tahu otot-otot di dada dan perut untuk berkontraksi dan mengeluarkan semburan udara.
Batuk adalah refleks pertahanan penting yang membantu melindungi tubuh Anda dari iritasi seperti lendir, rokok, dan alergen, seperti debu, jamur, dan serbuk sari. Batuk biasanya juga menjadi gejala dari banyak penyakit dan kondisi.
Meski menjadi kondisi yang umum, namun beberapa jenis batuk bisa menjengkelkan, sehingga membuat kita sulit untuk berbicara atau pergi bekerja, sedangkan yang lain bisa menyakitkan dan menakutkan.
Cara batuk terdengar dan terasa dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya, serta penanganan potensial. Berikut kami uraikan jenis batuk dan masing-masing penyebabnya yang dilansir dari Medical News Today.
Batuk Kering
Jenis batuk kering biasanya mengikuti penyakit pernapasan, seperti pilek dan flu. Batuk ini berkembang ketika ada sedikit atau tidak ada lendir di tenggorokan. Seseorang mungkin merasakan sensasi menggelitik atau gatal di tenggorokannya dan tidak dapat berhenti batuk.
Dalam kebanyakan kasus, batuk kering dapat hilang dengan sendirinya. Namun, ada penyebab lain yang dapat diselidiki jika batuk menjadi kronis:
Penanganan:
Seseorang dapat meredakan rasa gatal pada batuk kering dengan meminum air putih, meminum obat batuk, atau menggunakan obat batuk sirup.
Batuk Basah
Orang mungkin menggambarkan jenis batuk basah sebagai batuk berdahak. Batuk ini terjadi ketika seseorang batuk disertai dengan lendir atau dahak. Batuk basah biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti flu, pilek, atau infeksi dada.
Seseorang dengan infeksi dada mungkin mengalami batuk berdahak dengan mengandung sejumlah kecil darah merah cerah. Darah ini berasal dari paru-paru dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Jika seseorang mendapati dirinya batuk darah yang berwarna gelap dan berisi makanan, atau yang menyerupai bubuk kopi, mereka harus mencari bantuan medis.
Beberapa batuk basah bisa menjadi kronis karena disebabkan oleh:
Penanganan:
Tetap terhidrasi dapat membantu batuk basah tetap produktif dan meringankan gejala pilek. Beberapa orang juga menemukan bantuan dari obat batuk yang dijual bebas, seperti obat batuk, gosok dada, dan pereda nyeri.
Batuk Rejan
Pertusis, atau lebih dikenal sebagai batuk rejan, adalah infeksi bakteri yang sangat menular. Bayi baru lahir dan orang yang belum divaksinasi dapat mengalami penyakit ini.
Seseorang yang mengalami jenis batuk rejan biasanya memiliki gejala seperti pilek atau flu ringan, diikuti oleh batuk yang agresif dan menyakitkan. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti bayi, mungkin akan berjuang melawan infeksi atau kesulitan bernapas.
Mereka yang memiliki infeksi ini kemungkinan besar akan menularkannya selama kurang lebih 2 minggu sejak mereka mulai batuk. Perlindungan terbaik terhadap penyakit ini adalah vaksinasi batuk rejan.
Penanganan:
Mengonsumsi antibiotik lebih awal dapat mengurangi tingkat keparahan batuk rejan, jadi orang yang tidak divaksinasi harus menemui dokter sesegera mungkin jika gejalanya berkembang.
Batuk Tersedak
Seseorang mungkin batuk jika saluran udaranya tersumbat sebagian, dan tubuh mencoba untuk menyingkirkan benda tersebut. Demikian juga, seseorang yang makan sesuatu yang besar atau sesuatu yang mengiritasi tenggorokan mereka juga kemungkinan akan batuk.
Dianjurkan untuk menghubungi dokter jika batuk berlanjut setelah episode tersedak. Seseorang yang tersedak parah tidak akan mengeluarkan suara saat batuk. Seseorang yang berhenti batuk dan mengalami kesulitan bernapas mungkin sedang tersedak. Orang yang bersama mereka harus melakukan manuver Heimlich dan menelepon layanan medis segera.
Batuk Croup
Jenis batuk croup adalah infeksi virus yang biasanya menyerang anak-anak berusia 5 tahun ke bawah. Croup menyebabkan saluran napas bagian atas menjadi iritasi dan bengkak. Anak kecil sudah memiliki saluran udara yang lebih sempit. Ketika pembengkakan semakin mempersempit jalan napas, mereka jadi sulit untuk bernapas.
Croup bisa menakutkan bagi anak-anak dan orang tua. Anak-anak dapat mengalami:
Penanganan:
Croup biasanya hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Tapi, ada pengobatan rumahan yang bisa Anda coba antara lain:
Batuk Kronis
Batuk kronis adalah batuk yang berlangsung lebih lama dari biasanya, yang umumnya dialami 8 minggu atau lebih. Batuk ini terkadang menandakan penyakit yang mendasarinya. Seseorang harus menemui dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Beberapa kemungkinan penyebab batuk jangka panjang meliputi:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya