Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Olahraga Tradisional yang Mulai Terlupakan, dari Bedil Jepret hingga Bola Api

5 Olahraga Tradisional yang Mulai Terlupakan, dari Bedil Jepret hingga Bola Api Sepak Bola Api. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Olahraga tradisional merupakan permainan yang berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, olahraga juga merupakan suatu kultur budaya yang menjadi ciri khas suatu negara.

Sayangnya, di tengah perkembangan sosial media dan dunia IT saat ini banyak masyarakat yang tidak menyukai olahraga tradisional. Tentu, saja hal demikian mengundang kekhawatiran tersendiri. Sebab, jika anak muda sekarang kurang berpartisipasi bahkan bersikap acuh terhadap olahraga tradisional maka kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah hilangnya permainan khas negara ini.

Upaya mendasar yang perlu dilakukan oleh semua pihak adalah mengenalkan kembali olahraga tradisional pada generasi muda, agar eksistensinya tetap terjaga. Berikut ini informasi mengenai 5 olahraga tradisional yang mulai terlupakan, dari bedil jepret hingga bola api telah dirangkum merdeka.com melalui brilio.net.

1. Susumpitan

Olahraga tradisional yang pertama adalah Susumpitan. Dalam bahasa Sunda, Susumpitan berarti memainkan sumpit. Menariknya, dalam tradisi nusantara tidak hanya masyarakat Sunda yang memainkan sumpit, orang Dayak dan Papua juga mengenal olahraga permainan ini sejak lama.

Sumpit Sunda terbuat dari rotan yang berdiamater kecil, panjangnya sekitar 1-2 meter. Pada bagian ujung-ujungnya diberi lem perekat yang berfungsi agar sumpit tidak mudah pecah.

Anak sumpit terbuat dari bambu yang sudah dibuat pipih dan tajam pada bagian ujungnya. Sementara bagian pangkal anak panah diberi kapas atau busa sehingga mudah terbang ketika mendapat gaya dorong.

Masyarakat Sunda mengenal sumpit sebagai senjata untuk berburu. Seiring berjalannya waktu, sumpit kini lebih dikenal sebagai olahraga permainan tradisional yang disebut dengan susumpitan.

Seperti halnya olahraga memanah, aturan dalam permainan tradisional susumpitan terbilang sangat sederhana, anak sumpit yang dihempaskan harus mengenai target. Sasaran biasanya berupa buah pepaya yang digantung dari jarak sekitar 5 meter.

Meski terlihat mudah, namun dibutuhkan ketangkasan, yaitu perpaduan antara ketenangan dan keahlian khusus untuk bisa mengenai target yang sudah ditentukan.

2. Bedil Jepret

Olahraga tradisional berikutnya adalah Bedil Jepret yang dahulu dimainkan anak-anak tanah Sunda di ladang sambil menunggu orangtua mereka bertani. Nama bedil digunakan mengingat olahraga tradisional ini dimainkan dengan cara ditembakkan layaknya senapan.Bedil Jepret umumnya terbuat dari bambu kuning yang sudah berumur tua.

Cara pembuatannya pun sangat sederhana. Awalnya bambu dipotong sebatas ruas, kemudian bagian depannya diberi rongga sepanjang 15 cm dengan kelebaran 5 cm. Pada bagian belakangnya yang tertutup oleh ruas bambu juga diberi rongga untuk memasukkan bambu pelontar.

Uniknya, pelontar ini juga terbuat dari bambu yang sudah dipotong pipih sehingga dapat mudah lentur. Pelontar inilah yang kemudian mampu melejitkan biji peluru yang dimasukkan ke dalam bambu.

Jika dahulu anak-anak menggunakan batuan kerikil sebagai peluru, kini peluru yang digunakan adalah lenca, yaitu sejenis sayuran yang biasa digunakan oleh masyarakat Sunda sebagai lalapan.

Ada dua cara dalam olahraga permainan Bedil Jepret, yakni dimainkan secara kelompok dan secara individual. Jika dimainkan secara kelompok, peserta harus lebih dari dua orang, setiap kelompok berusaha menjadikan lawan sebagai target, layaknya seseorang dalam medan perang. Sedangkan yang bersifat individual dimainkan dengan cara menembakkan peluru ke arah target yang sudah ditentukan.

3. Egrang

kota batu

ilustrasi permainan egrang ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Bisa dibilang Egrang merupakan salah satu olahraga tradisional yang masih cukup banyak dikenal masyarakat. Olahraga ini membutuhkan alat peraga yang terbuat dari bambu. Dua bilah bambu dipotong dengan panjang sekitar 2-3 meter. Masing-masing bilah diberi pijakan. Ukuran pijakan sekitar 30 centimeter dan diberi siku agar mampu menyangga tubuh si pemain.

Cara memainkan Egrang sangat sederhana. Si pemain cukup menaruh kaki pada pijakan dan tangannya memegang bambu bagian atas. Masing-masing bilah bambu diangkat secara bergantian, digerakkan menuju arah yang diinginkan.

Terdengar mudah, tapi ternyata memainkannya tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan kemampuan menyeimbangkan badan dan latihan khusus untuk bisa berjalan seimbang menggunakan Egrang.

Sebagai permainan tradisional, Egrang bisa dibilang sebagai permainan lintas budaya. Permainan tradisional ini tidak hanya lahir dan berkembang di satu wilayah. Selain di Jawa Timur, masyarakat Lampung Selatan juga mengenal permainan serupa dengan nama Enggran. Sementara, di Jawa Tengah, masyarakat mengenal permainan ini dengan nama jangkungan – konon nama ini berasal dari nama burung yang memiliki kaki panjang.

Para pemain Egrang biasa saling mengadu kecepatan. Perlombaan adu kecepatan ini kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang sudah dewasa. Perlombaan adu kecepatan dengan Egrang membutuhkan ketangkasan, kecepatan, dan keseimbangan. Hal ini sesuai dengan filosofi permainan tradisional tersebut, bahwa hidup haruslah seimbang agar sampai tujuan.

4. Bola Api

Olahraga Bola Api ada dalam berbagai kebudayaan di Indonesia, salah satunya Cirebon. Di Cirebon, olahraga Bola Api biasa digelar menjelang Ramadan. Bola Api juga menjadi salah satu hiburan rakyat pada puncak akhir tahun ajaran di pesantren.

Peraturannya sama seperti permainan sepak bola pada umumnya saja. Bedanya bola yang dimainkan ini ada apinya. Bola tersebut terbuat dari kulit luar buah kelapa yang telah dikupas setelah sebelumnya direndam minyak tanah selama beberapa bulan. Buah kelapa itu yang nantinya dinyalakan, pemain akan menendang dan menggiring bola api yang menyala-nyala.

Di Cirebon olahraga Bola Api biasa dimainkan para santri. Sebelum pertandingan Bola Api dimulai, para santri akan memeragakan adegan mandi petasan tanpa diberi alat bantu apa pun. Santri yang dililit petasan sekujur tubuh itu diposisikan di tengah-tengah penonton.

Petasan panjang melilit di sekujur badan para santri. Saat dinyatakan siap di bawah tatapan khawatir para penonton, semua petasan meledak mengeluarkan suara keras, dan pertandingan dimulai.

5. Begasing

Olahraga tradisional selanjutnya adalah Begasing yang dahulu banyak dimainkan oleh masyarakat Kutai, termasuk juga beberapa daerah di Indonesia dengan nama yang hampir sama. Olahraga permainan ini menggunakan alat berupa gasing dan tali penarik.

Gasing merupakan sebongkah kayu berbentuk lonjong (simetris radial) dengan diameter sekitar 10-15 cm. Tinggi sebuah gasing adalah sekitar 15-20 centimeter dengan salah satu ujung dibuat lancip dan memiliki permukaan yang licin.

Pada ujungnya, dipasang bahan logam sebagai poros putaran – biasanya menggunakan paku. Jenis kayu yang biasa digunakan antara lain kayu benggaris dan ulin.

Sementara, tali penarik yang digunakan berdiameter sekitar 0,5 centimeter dengan panjang 1-1,5 meter. Tali ini dililitkan ke gasing dengan bagian ujung tali dikaitkan ke jari sang pemain.

Gasing kemudian dilemparkan ke bawah seperti membanting sesuatu sehingga tali yang melilitnya membuat gasing tersebut berputar. Sebuah gasing dapat berputar sekitar 2-5 menit.

Area permainan yang digunakan berupa dua buah lingkaran. Lingkaran dalam berdiameter 1 meter sementara lingkaran luar berdiameter 5 meter. Setiap lingkaran memiliki nilai yang berbeda.

Begasing dilombakan secara berpasangan atau satu-lawan-satu. Kedua pemain harus berusaha agar gasingnya berputar selama mungkin dan tetap berada di area permainan. Dalam beberapa babak, para pemain gasing secara bergantian akan berusaha menjatuhkan gasing milik lawan.

Gasing yang terlempar keluar dari area permainan atau lebih dulu berhenti berputar dinyatakan kalah. Poin akan diberikan pada pemain yang berhasil mengeluarkan gasing lawan atau gasingnya mampu berputar paling lama.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP