Seorang seniman atau artis memang tidak mudah mendapatkan posisi puncak di dalam karirnya. Berbagai halang rintang perlu dilalui untuk mendapatkan proses yang membuat hasil yang diinginkan. Proses itu sendiri membutuhkan proses yang panjang dan melelahkan.
Sama halnya yang dialami oleh Inul Daratista. Penyanyi dangdut yang memiliki nama asli Ainur Rokhimah itu harus menempuh proses yang berat saat dirinya mengawali karir di dunia musik dangdut. Dari penyanyi dangdut keliling sampai perlakuan produser musik yang tidak baik sudah pernah dialaminya.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut lima cerita kelam Inul Daratista. Badai telah dilaluinya hingga berada di posisi sekarang ini.
Advertisement
Penyanyi Keliling
Inul Daratista mengawali karirnya di kota kecil di Jawa Timur, Pasuruan. Saat itu Ia sebagai penyanyi dangdut keliling. Ia juga sebagai penyanyi dangdut yang bisa dipanggil untuk bernyanyi di sebuah hajatan atau kondangan. Ia pernah di bayar sebesar Rp 30 ribu saja untuk menyanyi di kondangan.
Advertisement
2. Tertipu Uang Panggung
Bermula Saat Inul ditawari untuk tampil di kota Batam. Sepakat dengan ongkos manggung sebesar Rp 100 ribu, Inul kemudian berangkat ke Batam. Namun, saat sampai di lokasi bukannya panggung yang diberikan kepadanya tetapi dirinya harus menemani lelaki hidung belang.
Ditahan di sebuah rumah tanpa diberi uang untuk membeli kebutuhannya di sana. Kemudian Inul menjadi pengamen di dek sebuah kapal agar bisa membeli makanan. Untungnya saat itu Inul sempat lolos dan pulang dengan selamat.
Advertisement
Tidak Direstui Ayah
Sejak awal ketika Inul memutuskan untuk berkarir di dunia musik dangdut, sang ayah memang tidak merestuinya. Ayahnya adalah sosok taat untuk melaksanakan perintah agama. Saat Inul manggung, sang ayah selalu memarahinya.
Namun keinginan Inul begitu kuat. Meski tak direstui, Inul tetap untuk berkarir menjadi penyanyi dangdut. Secara diam-diam tanpa diketahui Ayahnya, Inul tetap bernyanyi dari panggung ke panggung.
Advertisement
Berjuang Sejak Kecil
Inul mengakui dirinya tidak begitu pandai di bidang akademik. Ia hanya seorang penyanyi dangdut lulusan SMP.
Saat sekolah, Ia tak hanya belajar seperti teman-teman sebayanya. Inul harus berjualan es lilin, mengupas kulit kacang hingga tangannya kapalan dan malu untuk bersalaman.
Semua dilalui Inul untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga.
Advertisement
Digoda Produser
Ketika Inul harus menghadapi kerasnya hidup di Ibu Kota. Saat itu Inul sudah tiga kali berangkat ke Jakarta. Kemudian, berhasil menyelesaikan rekaman guna syarat dirinya bisa diorbitkan oleh seorang produser.
Namun, sebelum dirinya diorbitkan dan menjadi terkenal. Ada syarat lagi yang diberikan oleh produser. Sang produser meminta Inul untuk menemaninya tidur dan melayani apa kemauan produser itu.
Syarat itu langsung dibicarakan oleh Inul dengan Adam Suseno, yang saat itu masih berstatus sebagai kekasih. Adam pun berpendapat bahwa keputusan ada di tangan Inul.
Mengingat ini profesi yang tidak diizinkan oleh orang tua Inul, Inul lantas menolak untuk menjalankan syarat yang diberikan oleh produser tersebut. Ia ingin membuktikan bahwa menjadi penyanyi dangdut tidak seperti apa yang dipikir orang tuanya.
Advertisement
Hampir Dijual
Hal tak mengenakan juga terjadi sebelum Inul ke Jakarta. Bermula saat Inul ditawari untuk tampil di kota Batam. Sepakat dengan ongkos manggung sebesar Rp 100 ribu, Inul kemudian berangkat ke Batam.
Namun saat sampai di lokasi bukannya panggung yang diberikan kepadanya tetapi dirinya harus menemani lelaki hidung belang. Inul ditahan di sebuah rumah tanpa diberi uang untuk membeli kebutuhannya di sana.
Tak hanya diam diri, Inul menjadi pengamen di dek sebuah kapal agar bisa membeli makanan. Untungnya saat itu Inul sempat lolos dan pulang dengan selamat.