Kecil Cari Uang Menyemir Sepatu Tentara, Ternyata Nasibnya Jadi Jenderal Bintang Empat

Ini perjuangan sosok jenderal legendaris TNI. Siapa sangka bocah penyemir sepatu itu menjadi Panglima.

Ramadhian Fadilah
Oleh Ramadhian Fadilah - Reporter
Kecil Cari Uang Menyemir Sepatu Tentara, Ternyata Nasibnya Jadi Jenderal Bintang Empat
TNI (© 2023 merdeka.com)

Masa kecilnya dihabiskan di tengah keprihatinan. Siapa sangka kemudian karir militernya sangat bersinar hingga jadi jenderal.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Aneka pekerjan dilakoninya di waktu kecil untuk membantu orang tua.

Mulai berjualan air di stasiun kereta, menjual rokok eceran, hingga menjadi pesuruh di markas militer.

Ini kisah perjuangan Jenderal legendaris TNI.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Saat remaja, Try Sutrisno menjadi pesuruh di markas militer TNI di Purwoasri, Kediri.

Sebutannya tobang, tugasnya bantu-bantu di barak. Mulai dari mencuci piring, mengangkut barang, mengelap senjata hingga menyemir sepatu.

Try Muda Tidak Malu Mengerjakan itu Semua

Di hatinya mulai muncul keinginan menjadi seorang prajurit TNI

Try mendaftar ke Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) di Bandung. Sayangnya dia sempat dinyatakan tidak lulus.

Postur tubuh Try dinyatakan tidak lolos. Ini karena Try punya hobi mengangkat beban.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Try sudah pasrah tidak bisa menjadi seorang perwira militer. Namun nasib baik ternyata berpihak padanya.

Setelah dinyatakan tidak lulus, tiba-tiba Try menerima surat dari Direktur Zeni AD, Brigadir Jenderal GPH Djatikusumo.

Surat dari Brigjen Djatikusumo itu Menggembirakan Hati Try

Isinya, Try dipanggil kembali untuk melakukan tes psikologi susulan.

Ini merupakan peristiwa langka. Biasanya jika calon sudah dinyatakan gugur, tidak akan menerima surat panggilan.

Akan tetapi Brigjen Djatikusumo punya penilaian tersendiri pada sosok Try.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Try kembali mengikuti tes. Hasilnya baik. Dia dinyatakan lulus dan berhak menempuh pendidikan di Atekad Bandung.

Dia lulus tahun 1959 dan dilantik menjadi perwira zeni dengan pangkat Letnan Dua.

Karir Try Terbilang Moncer, Tahun 1974 Dia Menjadi Ajudan Presiden Soeharto

Karir Try Terbilang Moncer, Tahun 1974 Dia Menjadi Ajudan Presiden Soeharto
© 2023 merdeka.com

Soeharto rupanya merasa cocok dengan perwira tersebut. Try sempat ditahan beberapa kali sebelum Soeharto rela melepasnya sebagai ajudan.

Dari Sana Karir Try Melesat Cepat

Dia menjadi Kepala Staf Kodam Udayana, lalu Panglima Kodam Sriwijaya.

Try kemudian menjadi Pangdam Jaya.  Wakil Kasad, dan kemudian Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal Rudini.

Dia menjadi Kasad ke-15 dan dilantik tahun 1986 dengan pangkat jenderal bintang empat.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Bocah yang dulu menyemir sepatu tentara itu akhirnya diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Dia kemudian menjadi wakil Presiden RI mendampingi Soeharto. 

Rekomendasi