Di awal kemerdekaan, Angkatan Udara berdiri dengan segala keterbatasan. Cureng bekas Jepang menjadi tulang punggung operasi udara.
Cureng adalah sebutan lokal untuk pesawat buatan Jepang. Nama aslinya Yokusuka K5Y buatan pabrikan Nippon Hikoki KK tahun 1933. Pesawat ini digunakan dalam perang Pasifik. Beberapa untuk kamikaze, namun kebanyakan untuk latihan terbang lanjut.
Advertisement
Para pejuang Indonesia berusaha memperbaiki pesawat itu. Inilah cikal bakal berdirinya Angkatan Udara.
Advertisement
Penerbangan itu terjadi 27 Oktober 1945 pukul 10.00 selama 30 menit. Adisutjipto adalah pemegang Groot Militaire Brevet di zaman Belanda.
Advertisement
Pada tanggal 29 Juli 1947, TNI AU menyerang markas Belanda di kota Ambarawa dan Salatiga. Pesawat Cureng diterbangkan oleh Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutardjo Sigit. Ini adalah operasi pengeboman pertama yang dilakukan oleh ANgkatan Udara Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Pasukan Siliwangi merebut satu per satu kota yang dikuasai pasukan PKI/FDR. Mereka terus bergerak untuk memburu para pemimpin pemberontak.
Advertisement
Advertisement
Mereka terbang rendah kemudian menjatuhkan bom di komplek kantor kabupaten. Misi itu sukses.
Advertisement
Aryono diberi selamat sekaligus ditegur. Kenapa?
Sujadarma menilai keputusan pilot untuk terbang rendah sangat berbahaya. Pesawat mudah sekali jadi sasaran tembak dari darat.
Sebuah kerugian yang sangat besar jika pesawat tersebut jatuh ditembak pemberontak. TNI saat itu sedang serba kekurangan. Tak mudah pula membeli persenjataan karena blokade Belanda.
Advertisement