Uniknya gereja-gereja di atas langit milik Ethiopia

Kamis, 11 Januari 2018 10:33 Reporter : Tantri Setyorini
Gereja di atas tebing di Ethiopia. © Ethiopia: The Living Churches of an Ancient Kingdom

Merdeka.com - Satu dari sederet keunikan yang dimiliki Ethiopia adalah gereja dan biara-biara Kristen yang berada 'di atas langit'. Tempat-tempat ibadah ini merupakan peninggalan zaman Kerajaan Axum kuno yang tak bisa dipisahkan dari sejarah kekristenan Ethiopia.

Gereja langit sebenarnya merupakan struktur bangunan yang dibuat dengan memahat bukit dan tebing, seperti situs Petra di Yordania. Situs-situs spektakuler ini dibangun seiring semakin berkembangnya agama Kristen sejak abad ke-5.

Para biarawan menerjemahkan Alkitab ke bahasa lokal dan membuat agama ini dipeluk hingga ke desa-desa di pegunungan. Selanjutnya dibangunlah gereja dan biara di puncak bukit atau dengan menggali tebing batu. Banyak di antaranya yang masih berfungsi hingga saat ini.

Gereja di atas tebing di Ethiopia Ethiopia: The Living Churches of an Ancient Kingdom


Salah satu gereja langit Ethiopia yang masih bisa dikunjungi saat ini adalah Abuna Yemata Guh yang ada di Tigray. Gereja ini hanya memiliki satu buah jendela dengan ketinggian 200 meter dari dasar lembah.

Gereja di atas tebing di Ethiopia Ethiopia: The Living Churches of an Ancient Kingdom


Untuk mencapainya, peziarah harus memanjat ke puncak tanpa bantuan tali atau talang pengangkat. Menyusuri lereng sempit dan melintasi jembatan darurat yang sudah reyot.

Bagian dalam gereja dihiasi dengan fresko yang cantik. Gereja juga masih menyimpan Alkitab dari lembaran kulit kambing yang dihiasi kaligrafi dan ilustrasi cantik.

Gereja di atas tebing di Ethiopia Matthew/Flickr

Gereja di atas tebing di Ethiopia New Faces New Places



Bangunan lainnya adalah biara Debre Damo yang dibangun pada abad ke-6. Biara dibangun oleh Abba Aragawi, salah satu dari Sembilan Santo yang berjasa menyebarkan Kristen di Ethiopia. Satu-satunya jalan menuju biara ini adalah dengan memanjat tali melalui tebing terjal setinggi 15 meter.

Saat ini masih banyak gereja dan biara langit di Ethiopia yang bertahan. Walaupun pemeluk Kristen melaksanakan ibadah harian dan mingguan di gereja yang ada di desa dan kota, namun masih ada saja peziarah yang mendatangi gereja langit untuk menyaksikan sisa kejayaan masa lalu. [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. Travel
  2. Tempat Ibadah
  3. Ethiopia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.