Pengembangan Pasar Kerja Luar Negeri Berbasis Digital

Jumat, 2 November 2018 16:52 Reporter : Rumah Migran
Pengembangan Pasar Kerja Luar Negeri Berbasis Digital ilustrasi karir. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/sdecoret

Merdeka.com - Aplikasi Rumah Migran adalah sebuah Platform Online buatan anak bangsa yang dapat menjadi wadah bagi para Pekerja Migran Indonesia untuk menjawab berbagai kebutuhannya dalam satu aplikasi, dikembangkan oleh Triple One Global Global yang merupakan perusahaan handal dibidang IT dan konten provider, Triple One Global Global berkolaborasi dengan Total HR yang merupakan perusahaan dalam bidang Sumber Daya Manusia yang telah menjadi player utama dalam menggaet peluang pasar kerja luar negeri selama hampir 15 tahun. Mereka menyatakan bahwa aplikasi karya anak bangsa ini dapat meningkatkan nilai tawar bagi Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, termasuk untuk menghindari kekerasan dari majikan dan atasan pekerja.

Operational Direktor Triple One Global, Wiryanatha Wijaya mengatakan aplikasi Rumah Migran memberikan berbagai kemudahan pada pekerja migran dan menghadirkan solusi dari berbagai kendala dengan fitur- fitur yang telah dikembangkan seperti;

  • Fitur Jobs (lowongan kerja) yang menyediakan informasi lowongan kerja di luar negeri yang transparan, lengkap dan terpercaya,
  • Fitur Find Nearby yang dapat menghubungkan antar Pekerja Migran Indonesia dengan sesama pengguna lainnya untuk menambah relasi serta saling bertukar informasi,
  • Fitur Chat (obrolan), berkirim pesan kepada sesama pengguna dan keluarga,
  • Fitur Translate (terjemahan) untuk mempermudah komunikasi para Pekerja Migran Indonesia di negara penempatan,
  • fitur News (berita) agar dapat mengikuti perkembangan terbaru tentang kondisi Indonesia dan dunia,
  • Tips dan Trik untuk menambah wawasan tentang pekerjaan di luar negeri dan juga pengembangan diri,

Dan serta konten hiburan seperti video, musik dan lain sebagainya yang dapat dinikmati pekerja demi mencegah bosan.

Ia menjelaskan juga bahwa pihaknya tengah menyiapkan fitur tombol panik. Sebenarnya, kata dia, tombol panik sudah ada, namun kemudian diurungkan, sambil menunggu kerja sama dengan pemerintah, Kedutaan Besar RI di setiap negara.

"Kami 'concern' tentang masalah TKI, banyak hal akan menjadi kekhawatiran TKI yang akan berangkat. Kami membuat fitur 'panic button', tapi kami ambil dulu. Harapan kami kalau bisa fitur ini terhubung dengan kedutaan yang ada di masing2 negara. Saat dikembangkan 'panic button' masih terhubung dengan kami," kata dia.

Ia berharap aplikasi itu dapat menjangkau semua pekerja dan calon pekerja Indonesia di seluruh dunia, menjadi wadah agar mereka bisa bertukar informasi dan mendapat informasi lowongan pekerjaan tambah Hizkia Aditya Sitepu selaku CEO dari Triple One Global.

"Mungkin ini yang pertama kali di dunia, karena spesifik ke arah komunitas pekerja migran. Kami memandu pekerja, sampai membuat CV," kata dia.

Aulia menambahkan seluruh pihak, termasuk pemerintah dan swasta harus berkolaborasi untuk menghindari adanya hal negatif yang terjadi pada pekerja migran, termasuk kekerasan, hingga hukuman kepada pekerja dari majikan dan pemerintah negara setempat. "Aplikasi ini bisa membantu pemerintah memiliki nilai tawar," kata CEO Total HR, Aulia Febrina di Batam, Kepulauan Riau.

"Rumah Migran merupakan startup digital yang terwadahi oleh Innovation Room, Kementrian Tenaga Kerja Indonesia. Selain mendukung pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran, semoga Rumah Migran dapat menghasilkan hal yang positif khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia." tutup Hizkia. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini