Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah di balik nama Jalan Dipati Ukur Bandung

Sejarah di balik nama Jalan Dipati Ukur Bandung jalan dipati ukur. ©2015 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Bandung mungkin menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki nama Jalan Dipati Ukur. Jalan ini menghubungkan Dago (Jalan Ir H Djuanda) dengan Pasupati. Nama jalan ini diambil dari Dipati Ukur, tokoh legendaris Bandung yang hidup di masa penjajahan Mataram abad ke-17, ketika kekuatan Belanda masih lemah.

Seniman Yayasan Pusat Kebudayaan, Wigandi Wangsaatmadja mengatakan, kisah Dipati Ukur diceritakan para orangtua secara turun-temurun. Ceritanya banyak versi dan sepotong-sepotong.

“Dari cerita orangtua saya, Dipati Ukur sebenarnya ada dua orang. Dipati Ukur Wangsanata yang tinggal di Tatar Ukur (kini Kota Bandung) dan Dipati Ukur Agung yang tinggal di Kabupaten Bandung,” tutur Wigandi, saat berbincang dengan merdeka Bandung, Selasa (20/10).

Dipati Ukur Wangsanata merupakan tokoh yang awalnya mengabdi kepada Sultan Agung Mataram. Pada masa itu, Bandung dan sekitarannya berada dalam kekuasaan Kerajaan Mataram. Namun Dipati Ukur Wangsanata kemudian memberontak ingin memisahkan Bandung dari Mataram.

Sepulangnya dari Mataram, Dipati Ukur Wangsanata menikah dengan puteri Dipati Ukur Agung. Dipati Ukur Wangsanata pun meneruskan kekuasaan Dipati Ukur Agung. “Dulu dalam buku sejarah sekolah malah ada dua buku, Dipati Ukur I dan Dipati Ukur II. Karena tokoh Dipati Ukur itu ada dua sebenarnya. Namun pada perkembangan berikutnya kok seolah-olah Dipati Ukur cuman ada satu tokoh,” ungkap mantan Direktur Harian YPK ini.

Pria 82 tahun tersebut mendengar cerita Dipati Ukur dari leluhurnya. Ayah Wigandi, yaitu Wangsaatmadja yang merupakan seorang camat di masa Belanda.

Menurutnya, Dipati Ukur yang dikenal heroik dan pemberontak adalah Dipati Ukur Wangsanata pulang dari Mataram. Di Bandung ia menggalang kekuatan untuk memberontak, agar kerajaan-kerajaan di pasundan tidak tunduk pada Mataram.

Ia pun menjadi sosok yang paling dicari oleh pemerintahan Mataram. Dipati Ukur Wangsanata hidup bergerilya, banyak warga yang menutupi keberadaannya. Hal ini membuat sosok Dipati Ukur Wangsanata penuh misteri, kadang campur dengan mitos.

Kematian Dipati Ukur Wangsanata pun banyak versi. Ada yang menyebut dia tewas dalam hukuman mati di Alun-alun Mataram, tapi ada juga yang menyebutkan bahwa dia sebenarnya tidak berhasil ditangkap, tetapi hidup dalam persembunyiannya.

“Makamnya mungkin ada sembilan versi, ada yang menyebut dimakamkan di Mataram, ada yang menyebut dimakamkan di Majalengka, di Bandung, di Soreang dan lain-lain,” katanya.

Ia menambahkan para sejarawan memiliki tugas besar untuk mengungkap sejarah hidup Dipati Ukur. Meski tokoh sejarah, Dipati Ukur bisa dibilang sosok yang misterius, masih sedikit sejarawan mengulas kehidupannya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Kisah Unik Desa Sinar Bandung di Lampung, Warganya 90% Sunda dan Pendukung Setia Persib
Kisah Unik Desa Sinar Bandung di Lampung, Warganya 90% Sunda dan Pendukung Setia Persib

Penduduk desa di sini 90% adalah orang Sunda dan pendukung setia Persib.

Baca Selengkapnya
Sering Sulit Diucap, Ini Sejarah Jalan Ciumbuleuit yang Kesohor di Bandung
Sering Sulit Diucap, Ini Sejarah Jalan Ciumbuleuit yang Kesohor di Bandung

Beberapa waktu lalu, jalan ini pun sempat viral karena namanya yang sulit diucapkan.

Baca Selengkapnya
Pendopo Kota Bandung Segera Dibuka untuk Umum, Ketahui Sejarahnya
Pendopo Kota Bandung Segera Dibuka untuk Umum, Ketahui Sejarahnya

Dulunya, pendopo ini masih berbentuk sederhana. Atapnya ijuk dengan dinding bambu lalu berkembang jadi bangunan pertama di Kota Bandung.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cerita di Balik Berdirinya Susteran Gedangan, Jadi Saksi Bisu Perkembangan Agama Katolik di Semarang
Cerita di Balik Berdirinya Susteran Gedangan, Jadi Saksi Bisu Perkembangan Agama Katolik di Semarang

Dulunya bangunan itu difungsikan sebagai rumah sakit menular milik VOC

Baca Selengkapnya
Cerita Unik di Balik Cakwe Khas Bandung, Dikenal Sebagai “Kue Hantu”
Cerita Unik di Balik Cakwe Khas Bandung, Dikenal Sebagai “Kue Hantu”

Kisahnya bermula dari berabad-abad silam, ketika cakwe pertama diciptakan sebagai sebuah kudapan.

Baca Selengkapnya
Ternyata Bandung Dulunya Bernama Tatar Ukur, Berubah Setelah Belanda Datang
Ternyata Bandung Dulunya Bernama Tatar Ukur, Berubah Setelah Belanda Datang

Dahulu Bandung bernama Tatar Ukur, dengan daerah administratif sampai Garut dan Sukabumi

Baca Selengkapnya
Sejarah Kabupaten Kuningan, Salah Satu Daerah Tertua di Jawa Barat yang Sudah Ditinggali sejak 3500 SM
Sejarah Kabupaten Kuningan, Salah Satu Daerah Tertua di Jawa Barat yang Sudah Ditinggali sejak 3500 SM

Dulunya Kuningan merupakan wilayah permukiman dan kerajaan.

Baca Selengkapnya
Langkah Polisi Urai Kemacetan Arus Balik dari Garut ke Bandung
Langkah Polisi Urai Kemacetan Arus Balik dari Garut ke Bandung

Memberlakukan satu arah beberapa kali untuk mengatasi penumpukan agar kendaraan

Baca Selengkapnya
Jalan Padang-Bukittinggi Masih Putus akibat Banjir Bandang, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dilewati
Jalan Padang-Bukittinggi Masih Putus akibat Banjir Bandang, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dilewati

Jalan Padang-Bukittinggi Masih Putus akibat Banjir Bandang, Ini Jalur Alternatif yang Bisa Dilewati

Baca Selengkapnya