Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026, Gus Ipul: Wartawan Membantu Melihat yang Terabaikan

Kemensos memberi apresiasi jurnalis di Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026. Gus Ipul bicara peran media. Daftar pemenang diumumkan.

nofie tessar
Oleh nofie tessar- Reporter
Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026, Gus Ipul: Wartawan Membantu Melihat yang Terabaikan
(ist)

Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 sebagai wujud apresiasi bagi insan media yang konsisten mengangkat kisah dari Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Ajang ini menjadi ruang bagi karya tulis, foto, dan video yang menyoroti implementasi program tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, jurnalis memiliki peran penting dalam mengawal sekaligus menyampaikan program sosial pemerintah kepada publik, termasuk Sekolah Rakyat. Ia menyebut pemerintah dan pers memikul tanggung jawab yang sama dalam menjaga martabat manusia, meski menjalankannya melalui peran yang berbeda."Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sementara wartawan bekerja melalui fakta. Wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Acara penganugerahan tersebut berlangsung di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10) malam, mengusung tema Sekolah Rakyat Memuliakan “The Invisible People”. Hadir para pejabat, siswa Sekolah Rakyat, dan kalangan pers.

Gus Ipul menjelaskan, kontribusi media menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program yang digagas langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan serta pemberdayaan orang tua siswa. Pemberitaan yang luas memungkinkan publik mengetahui perjalanan para siswa, orang tua, tenaga pendidik, hingga pemerintah dalam menjalankan pendidikan dan upaya pengentasan kemiskinan, sekaligus membuka dukungan yang lebih besar dari masyarakat.

Sekolah Rakyat merupakan program strategis berlandaskan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 terkait pemenuhan hak-hak fakir miskin dan anak terlantar oleh negara. Hingga 2026, terdapat 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menampung lebih dari 44 ribu siswa dari keluarga kurang mampu."Kita patut bersyukur salah satu gagasan besar Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan," kata Gus Ipul.

Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan pemerintah. Dukungan, masukan, pengawasan, dan kepedulian berbagai elemen masyarakat tetap dibutuhkan agar tujuan program tercapai. Media massa pun memegang peran penting untuk menyebarluaskan setiap upaya dalam menjalankan amanat konstitusi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar turut mengapresiasi Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan berasrama yang mapan, di mana anak menerima pendidikan sedangkan orang tua diberdayakan. Ia menyebut program ini sebagai bentuk nyata kepedulian negara terhadap kelompok miskin atau the invisible people yang sebelumnya kerap tidak terjangkau kebijakan."Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan. Melalui politik anggaran pemberdayaan dan kolaborasi dengan media, kita optimistis dapat melahirkan manusia Indonesia yang kuat, berdaya, dan mandiri," ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar.

Sebelum malam penganugerahan, tim juri menilai karya para jurnalis yang mengikuti perlombaan pada Juni 2026. Dari proses tersebut, terpilih 10 nominasi karya tulis, 5 nominasi karya foto, dan 5 nominasi karya video sebagai berikut:

A. Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online

  1. Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng)
  2. Dini Suciatiningrum (IDN Times)
  3. Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan)
  4. Puji Purwanto (Suara Merdeka Purbalingga)
  5. Acep Nazmudin (Kompas.com)
  6. Vina Oktavia (Kompas.id)
  7. Stefy Thenu (Viva Jogja)
  8. Vina Oktavia (Kompas.id)
  9. Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com)
  10. Septian Bima Bagaskara (Detik Jabar)

B. Kategori Jurnalistik Foto

  1. Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com)
  2. Muhammad Iqbal (LKBN ANTARA)
  3. Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN ANTARA)
  4. Andry Denisah (ANTARA Sultra)
  5. Priyombodo (Kompas.id)

C. Kategori Jurnalistik Video

  1. Amita Putri Caesaria (ANTARA TV)
  2. Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV)
  3. Radifan Setiawan (Tribunnews)
  4. Crypto Hermawan (TVRI Jakarta)
  5. Sherly Zulkarnaen (TVRI Sumbar)

Setelah penjurian terhadap para nominator, dewan juri menetapkan pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 sebagai berikut:

A. Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online

Juara 1: Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng) dengan judul karya Menjemput Masa Depan yang Hampir Hilang.

Juara 2: Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com) dengan judul karya Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang.

Juara 3: Dini Suciatiningrum (IDN Times) dengan judul karya Memuliakan yang Tak Terlihat, Kisah Haru Nenah di Sekolah Rakyat.

Harapan 1: Stefy Thenu Jurnalis (Viva Jogja) dengan judul karya Ikhtiar Memupus Kebodohan, Jalan Memutus Rantai Kemiskinan.

Harapan 2: Vina Oktavia (Kompas.id) dengan judul karya Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak-anak dari Keluarga Kurang Mampu ”Naik Kelas”.

Harapan 3: Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan) dengan judul Sekolah Rakyat Memuliakan, Menyalakan Kembali Mimpi Anak-Anak Perbatasan.

B. Kategori Jurnalistik Foto

Juara 1: Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com) dengan judul karya Cetak Generasi Hebat Lewat Penguatan Karakter dan Digitalisasi di SRMA 36 Bojonegoro.

Juara 2: Andry Denisah (ANTARA Sultra) dengan judul karya Kemensos Luluskan Siswa Sekolah Rakyat di Tahun Pertama.

Juara 3: Muhammad Iqbal (ANTARA Foto) dengan judul karya Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat.

C. Kategori Jurnalistik Video

Juara 1: Crypto Hermawan (TVRI Jakarta) dengan judul karya Pijar Masa Depan Sekolah.

Juara 2: Amita Putri (ANTARA TV) dengan judul karya Menyalakan Asa (Seri Sekolah Rakyat Bagian 1, 2, & 3).

Juara 3: Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV) dengan judul karya Pendidikan Untuk Agis.

Selain tiga kategori tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penghargaan Lifetime Achievement kepada M. Bagus Khoirunnas sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi luar biasa dalam dunia jurnalistik. M. Bagus Khoirunnas merupakan pewarta foto ANTARA yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Banten, pada Senin (7/9/2026).

Kemensos juga memberikan apresiasi kepada Forum Wartawan Sosial (Forwasos). Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 tidak hanya menjadi panggung apresiasi bagi insan media, tetapi juga bagi siswa Sekolah Rakyat yang menampilkan tarian, pembacaan puisi, hingga paduan suara.

Di tengah rangkaian acara, siswa dan para tamu juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun serta doa untuk kesehatan dan kesuksesan Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan dihadiri antara lain Sekjen Kemensos M. Hasan Chabibie, Staf Ahli Menteri Afrizon Tanjung, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, Stafsus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Stafsus Menteri Fathurohman Taufiq, Tenaga Ahli Menteri Galih Hidayatullah, Tenaga Ahli Menteri Agustinus Budi, Tenaga Ahli Menteri Fajar WH, serta Kabiro Humas Devi Deliani.

Rekomendasi