Memilih tanaman daun lebar yang tahan di dalam rumah menjadi cara praktis untuk menghadirkan suasana hijau tanpa perawatan yang rumit. Daun besar yang mengilap membuat sudut ruangan tampak lebih segar, meski cahaya matahari yang masuk tidak terlalu banyak.
Melansir dari University of Florida IFAS Extension dalam lembar informasi Florida Foliage House Plant Care: ZZ Plant, tanaman ZZ mudah dipertahankan di dalam ruangan berpencahayaan rendah dan sangat tahan kekeringan. Namun, studi Bryan E. Cummings dan Michael S. Waring dari Drexel University berjudul Potted Plants Do Not Improve Indoor Air Quality: A Review and Analysis of Reported VOC Removal Efficiencies (2019) menyimpulkan bahwa tanaman pot tidak efektif membersihkan udara ruangan.
Artinya, tanaman lebih tepat dipilih sebagai penghias ruangan yang kuat bertahan, bukan pengganti ventilasi. Berikut adalah tanaman daun lebar yang tahan di dalam rumah dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (30/9/2026).
Advertisement
1. Monstera (Monstera deliciosa)
Monstera, yang di Indonesia akrab disebut janda bolong, menjadi salah satu tanaman daun lebar paling populer. Melansir dari lembar informasi University of Wisconsin-Madison Extension Master Gardener Program, tanaman tropis ini berasal dari hutan hujan Amerika Tengah, dari Meksiko bagian selatan hingga Panama, dan lazim dipelihara sebagai tanaman hias daun.
Daunnya tebal, mengilap, serta berbentuk hati atau membulat. Seiring bertambahnya usia, daun itu mengembangkan belahan dalam dan lubang memanjang yang menjadi ciri khasnya. Lebar daun dewasa dapat mencapai sekitar 45 sentimeter pada tangkai sepanjang sekitar 30 sentimeter.
Dari sisi perawatan, Royal Horticultural Society (RHS) menyarankan media tanam yang lembap, tetapi tidak tergenang. Daunnya perlu sesekali dibersihkan dari debu, sedangkan akar udaranya dapat diarahkan ke tiang berlumut ketika tanaman mulai memanjat. Di dalam ruangan, hama jarang menyerang, tetapi kutu daun dan kutu putih tetap perlu diwaspadai.
Advertisement
2. Sirih Gading (Epipremnum aureum)
Sirih gading termasuk tanaman rambat yang paling mudah ditemui di rumah dan perkantoran. Melansir dari publikasi University of Florida IFAS Extension berjudul Cultural Guidelines for Commercial Production of Interiorscape Epipremnum, tanaman ini termasuk salah satu tanaman interior yang paling umum digunakan. Lembar fakta universitas yang sama menggambarkan daunnya berbentuk hati dengan warna hijau dan kuning, cocok digantung di dalam ruangan, serta tumbuh cepat.
Soal cahaya, sirih gading cukup toleran. UF/IFAS menyebut tanaman ini masih bertahan pada cahaya yang sangat minim, tetapi daun baru akan lebih kecil dan jenis berbelang kehilangan warnanya. Hal serupa disampaikan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kupang di bawah Kementerian Pertanian, yang menyebut jenis berdaun putih bisa kehilangan corak dan tumbuh lambat bila ditempatkan di tempat redup.
Untuk penyiraman, UF/IFAS menyarankan sirih gading dirawat agak di sisi kering. Dengan kata lain, siram setelah media mulai mengering, bukan setiap hari tanpa melihat kondisi tanah.
Advertisement
3. ZZ (Zamioculcas zamiifolia)
Tanaman ZZ dikenal bandel. Lewat publikasi Florida Foliage House Plant Care: ZZ Plant, UF/IFAS menyebut tanaman ini mudah dipertahankan di rumah dan kantor yang minim cahaya, serta sangat tahan kekeringan. Daunnya yang mengilap membuat tampilannya seperti baru dipoles.
Menurut North Carolina State Extension, ZZ tumbuh dari rimpang tebal di bawah tanah yang menyimpan air. Itulah sebabnya tanaman asal Afrika tropis ini toleran terhadap kekeringan. Pertumbuhannya lambat dan tingginya berkisar 60 hingga 120 sentimeter, sehingga cocok untuk pojok ruangan yang tidak ingin sering dipangkas.
NC State juga mencatat ZZ tetap tumbuh pada cahaya sangat rendah, bahkan di ruangan yang hanya diterangi lampu neon, tetapi paling baik berada di cahaya terang tidak langsung. Sinar matahari langsung dapat membuat daun terbakar dan cokelat. Clemson University Cooperative Extension menyarankan penyiraman hanya setelah media tanam benar-benar kering.
Advertisement
4. Sri Rezeki (Aglaonema)
Sri rezeki atau Aglaonema adalah tanaman daun berpola cantik yang berasal dari wilayah tropis dan subtropis Asia Tenggara serta Pulau Papua (New Guinea). Melansir dari Clemson University Cooperative Extension, tanaman ini termasuk tanaman rumah paling awet karena tahan cahaya yang buruk, udara kering, pendingin ruangan, hingga kekeringan.
Namun, ketahanan itu berbeda antarjenis. Clemson menjelaskan jenis berdaun hijau polos dapat tumbuh pada cahaya rendah, sedangkan jenis berbelang atau berwarna membutuhkan cahaya rendah hingga sedang. North Carolina State Extension menambahkan, tanaman ini menyukai cahaya tersebar atau cahaya tidak langsung dan kelembapan tinggi, tetapi masih menoleransi udara yang lebih kering.
Advertisement
5. Philodendron (Philodendron hederaceum)
Philodendron daun hati kerap tertukar dengan sirih gading. North Carolina State Extension menyebut keduanya dapat dibedakan lewat daun penumpu (stipula) yang tampak jelas pada pucuk baru philodendron serta tangkai daunnya yang tidak beralur.
Iowa State University Extension menggambarkan philodendron sebagai kelompok tanaman rumah yang paling mudah dirawat dan sering tumbuh baik meski kurang diperhatikan. Tanaman ini berasal dari dasar hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan yang minim cahaya, sehingga lebih menyukai cahaya tidak langsung. Jenis daun hati bahkan mampu bertahan pada cahaya yang sangat rendah. Suhu rumah pada kisaran 18 hingga 27 derajat Celsius pun dinilai cukup nyaman.
Menurut NC State, tanaman ini tidak memiliki masalah hama atau penyakit serius, tetapi tetap perlu dipantau dari kutu daun, tungau laba-laba, kutu putih, dan kutu perisai. Media tanam dijaga agak lembap.
Advertisement
6. Peace Lily (Spathiphyllum)
Peace lily memikat lewat daun hijau gelap yang lebar dan bunga putih yang muncul tanpa musim tertentu. Menurut North Carolina State Extension, tanaman ini menyukai tempat teduh sebagian hingga teduh penuh dan tidak boleh diletakkan di bawah sinar matahari langsung. Penyiraman dari bawah dinilai bekerja sangat baik, dan tanaman sebaiknya dibiarkan agak sesak di dalam pot.
Melansir dari The Old Farmer's Almanac, daun peace lily cepat layu ketika media tanam mengering, lalu kembali segar dalam beberapa jam setelah disiram. Ujung daun yang cokelat bisa muncul akibat kurang air atau kelembapan, dan tanaman ini peka terhadap zat kimia dalam air keran seperti fluorida. Hama yang paling sering muncul di dalam ruangan adalah kutu putih.
Advertisement
7. Karet Kebo (Ficus elastica)
Di antara tanaman daun lebar yang tahan di dalam rumah, karet kebo cocok bagi Anda yang ingin satu tanaman besar sebagai titik fokus ruangan. Royal Horticultural Society (RHS) menggambarkannya sebagai pohon tropis besar yang kerap ditanam di dalam rumah, dengan tinggi maksimal sekitar 2,5 hingga 4 meter.
RHS menyarankan tanaman ini ditempatkan pada cahaya terang tetapi tersaring atau tidak langsung. Karena itu, karet kebo kurang cocok untuk sudut yang benar-benar gelap. Saat masa tumbuh, tanaman disiram secukupnya dan diberi pupuk berkadar nitrogen tinggi setiap bulan, sedangkan penyiraman dikurangi ketika cuaca dingin. Pot sebaiknya diganti setiap dua sampai tiga tahun.
Advertisement
8. Aspidistra (Aspidistra elatior)
Aspidistra dijuluki tanaman besi cor karena kemampuannya bertahan di kondisi sulit. Melansir dari Mississippi State University Extension, tanaman berdaun hijau tua mengilap ini berasal dari dasar hutan Asia Timur dan tumbuh baik di tempat minim cahaya. Daunnya berukuran panjang 30 hingga 60 sentimeter dengan lebar sekitar 7 hingga 10 sentimeter.
Sinar matahari yang terlalu terik dapat merusak daun. Karena itu, Mississippi State menyarankan cahaya tidak langsung rendah hingga sedang atau naungan 70 hingga 80 persen. Taman Botani University of North Florida mencatat tanaman ini tahan kering dan tumbuh stabil, tidak agresif. Sementara itu, University of Arkansas Extension menyebut tanaman ini sanggup menempati sudut redup dan berumur panjang.
Advertisement
Kebutuhan Perawatan
Tabel berikut membantu membandingkan delapan tanaman daun lebar yang tahan di dalam rumah berdasarkan kekuatan utama dan hal yang perlu diperhatikan.
| Tanaman | Kekuatan utama | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Monstera | Daun besar yang makin berlubang saat dewasa | Media lembap tidak tergenang; semua bagian beracun kecuali buah matang |
| Sirih gading | Toleran cahaya minim, siram agak jarang | Jenis berbelang bisa memudar di tempat sangat redup |
| ZZ | Sangat tahan kering dan cahaya rendah | Tumbuh lambat; daun terbakar bila terkena matahari langsung |
| Sri rezeki | Tahan udara kering dan pendingin ruangan | Jenis berwarna butuh cahaya lebih banyak daripada yang hijau polos |
| Philodendron | Mudah dirawat, toleran cahaya rendah | Kutu dan tungau perlu dipantau |
| Peace lily | Bunga putih, tahan teduh | Cepat layu saat haus; peka terhadap air keran |
| Karet kebo | Tampil besar dan tegas | Butuh cahaya terang tersaring |
| Aspidistra | Tahan kering, naungan, dan abai | Daun rusak bila terkena matahari terik |
Advertisement
Cara Merawat Tanaman Daun Lebar yang Tahan di Dalam Rumah
Tahan banting bukan berarti kebal masalah, termasuk pada tanaman daun lebar yang tahan di dalam rumah. Melansir dari West Virginia University Extension, tanaman rumah tetap bisa terserang busuk akar, embun tepung, jamur kelabu, dan bercak daun. Gangguan lain sering muncul akibat penyiraman yang berlebih atau kurang, kelebihan garam pada media tanam, serta suhu yang tidak cocok.
Atur Cahaya Sesuai Jenis Daun
Letakkan tanaman berdaun polos di tempat yang lebih redup, dan tanaman berdaun belang atau berwarna di dekat jendela yang mendapat cahaya tersaring. Kombinasi ini sejalan dengan temuan UF/IFAS, Clemson, dan BBPP Kupang bahwa corak daun cenderung memudar pada cahaya yang terlalu minim. Hindari sinar matahari langsung karena beberapa jenis, seperti ZZ dan aspidistra, mudah terbakar daunnya.
Siram Berdasarkan Kondisi Media
Jadwal siram tidak bisa disamakan untuk semua jenis. ZZ dan sirih gading lebih aman bila media dibiarkan mengering, sedangkan monstera dan philodendron menyukai media yang agak lembap. Cek dulu bagian atas tanah dengan jari sebelum menyiram, dan pastikan pot memiliki lubang pembuangan agar air tidak menggenang.
Bersihkan Daun dan Pantau Hama
Daun lebar mudah menampung debu. RHS menyarankan daun monstera dicuci sesekali agar tetap bersih. West Virginia University Extension juga menyarankan tanaman baru dipisahkan selama satu hingga dua minggu, lalu bagian bawah daun diperiksa karena banyak hama bersembunyi di sana. Untuk hama ringan, semprotan air sering kali sudah cukup.
Catatan Keamanan untuk Anak dan Hewan Peliharaan
Banyak tanaman daun lebar mengandung kristal kalsium oksalat. University of Georgia Extension mencatat seluruh bagian philodendron (toksisitas rendah) dan sirih gading (toksisitas sedang) dapat menimbulkan nyeri dan bengkak di mulut, air liur berlebih, diare, dan muntah bila dimakan. Iowa State University Extension menyebut philodendron beracun bagi manusia, anjing, dan kucing.
University of Wisconsin-Madison Extension mencatat seluruh bagian monstera beracun kecuali buah yang telah matang. North Carolina State Extension menggolongkan ZZ dan peace lily pada tingkat keracunan sedang, sedangkan sri rezeki pada tingkat rendah. Simpan tanaman di tempat yang sulit dijangkau, dan segera hubungi dokter atau dokter hewan bila ada yang tertelan. Informasi ini bukan pengganti konsultasi profesional.
Benarkah Tanaman di Dalam Rumah Bisa Membersihkan Udara?
Klaim tanaman sebagai pembersih udara sering muncul pada katalog tanaman hias. Drexel University menyebut Waring dan Cummings meninjau belasan studi selama 30 tahun terakhir, lalu menghitung laju pembersihan udara oleh tanaman. Hasilnya, laju hilangnya senyawa organik volatil oleh tanaman jauh lebih lambat dibanding pertukaran udara alami di dalam bangunan.
Dengan demikian, ventilasi yang baik tetap menjadi cara paling efektif menjaga kualitas udara ruangan. Tanaman daun lebar yang tahan di dalam rumah paling tepat dipandang sebagai pemanis ruang dan penyejuk suasana, bukan alat penyaring udara.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Tanaman Hias Daun Lebar
1. Apa tanaman daun lebar yang paling tahan di dalam rumah?
ZZ dan aspidistra termasuk yang paling toleran terhadap cahaya minim dan kekeringan, menurut UF/IFAS, NC State, dan Mississippi State Extension. Meski begitu, keduanya tetap membutuhkan sedikit cahaya.
2. Seberapa sering tanaman daun lebar harus disiram?
Tidak ada jadwal baku. Siram setelah bagian atas media mulai mengering. ZZ dan sirih gading lebih suka media yang agak kering, sedangkan monstera dan philodendron menyukai media yang agak lembap.
3. Apakah tanaman daun lebar aman untuk hewan peliharaan?
Tidak semua aman. Philodendron, sirih gading, dan monstera mengandung zat yang mengiritasi bila dimakan. Simpan di tempat tinggi dan hubungi dokter hewan bila tertelan.
4. Bisakah tanaman daun lebar tumbuh di ruangan tanpa jendela?
North Carolina State Extension menyebut ZZ masih tumbuh di ruangan yang hanya diterangi lampu neon. Namun, tidak ada tanaman yang bertahan dalam gelap total.
5. Apakah tanaman di dalam rumah efektif membersihkan udara?
Menurut Cummings dan Waring (2019), tanaman pot tidak efektif. Ventilasi alami jauh lebih cepat menurunkan polutan di dalam ruangan.